ARON

ARON
Royal KTV



Denny langsung tercengang, dia tidak mengerti kenapa tagihan makannya digratiskan?


Billy yang disamping langsung tersenyum saat mendengarnya : “Haha, tidak disangka kartu identitas kantorku begitu berguna, baru dikeluarkan saja sudah bisa mengratiskan tagihan, Keluarga Utomo benar-benar sangat memperhatikan karyawan…”


Denny yang mendengarnya juga mengangguk, dia juga mengira kartu identitas kantor milik Billy sangat berguna, bagaimanapun Billy juga bekerja untuk Keluarga Utomo.


Hanya saja pelayan kasir itu menatap Billy dengan tatapan menghina dan tidak mengatakan apapun, alasan tagihan itu digratiskan adalah karena Aron, beberapa karyawan Hotel Sadewa sudah samar-samar mengetahui hubungan Aron dan Niri!


Melihat Aron datang makan disini, maka tagihannya langsung digratiskan, siapa yang berani menginginkan uang calon menantu Keluarga Utomo. Mereka berjalan keluar dari hotel, Denny dan Wahyu saling berpamitan!


“Sudah, jangan banyak bicara lagi, tubuh ini sudah sangat bau, semua ini salah Aron, siapa yang minum arak seperti itu? Membuat Billy terbebani saja…”


Aniya cemberut dan menatap Aron dengan tatapan jengkel!


Aron tidak mengatakan apapun, Wahyu meminta maaf kepada Anita dengan raut wajah bersalah, dan membawa Sheli pulang!


Denny dan Anita juga pulang, saat ini hanya tersisa Aron, Billy dan Mona bertiga!


“Aron, tubuhmu bau alkohol, kamu naik taksi saja, jangan sampai kamu mengotori mobilku…”


Mona berkata sambil menatap Aron dengan dingin.


Aron membuat Billy minum sampai seperti ini sudah membuat Mona sangat marah!


“Aron, kita ke Sanur Royal KTV, kamu jangan kabur ditengah jalan ya…”


Billy berkata sambil terhuyung-huyung, dan ditarik masuk ke mobil oleh Mona, dan bayangannya sudah tidak terlihat lagi!


Melihat mobil yang melaju kencang, tatapan mata Aron mulai memancarkan aura dingin, Billy ini terus mencari perkara dengannya, Aron harus memberinya pelajaran!


Dan juga si Mona, kalau bukan karena hubungannya dengan Denny, Aron pasti tidak akan membiarkannya!


Dia mengulurkan tangan untuk memanggil taksi, Aron ingin bergegas ke Sanur Royal KTV, tapi ponselnya tiba-tiba berdering!


Ternyata telepon dari Yenni, Aron bergegas mengangkatnya!


“Kak Aron, kalian sekeluarga kemana? Ibuku sudah membuatkan pangsit, dan memintaku mengantarkannya kepada kalian, tapi kalian tidak dirumah!”


Yenni bertanya padanya!


“Kami keluar untuk makan malam!” Aron menjelaskan!


“Oh, apa kalian sudah selesai makan sekarang? Saya merasa bosan dirumah, jadi keluar untuk berkeliling…”


Maksud Yenni sudah sangat jelas, dia ingin Aron menemaninya berkeliling!


Aron ragu-ragu sejenak lalu berkata : “Sekarang saya sedang bersiap menuju KTV, wawancara kerja hari ini sukses, jadi saya dan rekan-rekan mau merayakannya sambil karaoke…”


“Oh, kalau begitu sudahlah…” nada bicara Yenni terdengar sedikit kecewa!


“Kamu dimana? Apa mau pergi bersama?”


Aron tiba-tiba bertanya!


Kebetulan dia juga ingin memasukkan Yenni ke perusahaan, jadi sekalian mengenalkannya kepada rekan-rekan.


“Apa…apa boleh?” Yenni ingin ikut tapi dia merasa tidak enak hati!


“Kenapa tidak boleh, saya juga berniat membawamu ke perusahaan besok, berkenalan dulu juga tidak ada salahnya, saya akan menjemputmu…”


Selesai berkata, Aron langsung meminta supir taksi untuk mengantarnya ke rumah Yenni, lalu pergi ke Sanur Royal KTV.


Pada saat itu di Sanur Royal KTV, Billy dan yang lainnya sudah sampai, dan sudah memesan kamar VIP yang besar!


Ivanna berkata dengan cemberut.


Yang lainnya juga menggerutu, mereka takut, kalau Aron benar-benar tidak datang maka siapa yang membayar biaya ruangan VIP?


“Rico, kalau Aron tidak datang, maka semua biaya ini kamu yang bayar, kalian kan satu tim…”


Billy yang bersandar di sofa menyipitkan matanya dan berkata kepada Rico yang duduk di pojok ruangan.


Rico hanya bisa menganggukkan kepalanya, meskipun dia merasa sangat tidak rela, tapi dia tidak berani membantah!.


Setelah melihat ada orang yang akan membayar, yang lainnya kembali bersemangat, dan mulai memesan buah-buahan, dan juga bir.


Rico terus berdoa agar Aron harus datang, kalau tidak maka hari ini dompetnya akan berdarah lagi, kartu kreditnya sudah hampir mencapai limit!


Billy bersandar di sofa dan meminta Mona untuk memijatinya, lalu meminum air, keadaannya sudah jelas terlihat lebih baik dibandingkan sebelumnya, hanya saja kepalanya masih terasa pusing.


“Saya beritahu ya, kalau nanti Aron sampai, kalian harus memaksanya minum dengan ganas, siapa yang bisa membuatnya mabuk akan saya gandakan bonus bulanannya…”


Billy berkata kepada semua orang.


Setelah mendengar bonusnya akan digandakan, semua orang seketika menjadi bersemangat.


“Pak Billy tenang saja, saya jamin Aron akan


keluar dengan terbaring…”


“Kalau dia berani datang, saya akan membuatnya minum sampai tidak tahu arah…”


Mereka semua bersiap-siap, begitu banyak orang yang menyuruh Aron minum, Aron pasti akan dipaksa sampai mabuk, bahkan Rico juga sempat tergerak saat mendengar bonus akan digandakan, tapi dia pasti tidak akan memaksa Aron untuk minum.


Saat mereka bernyanyi sambil minum, tiba-tiba pintu ruangan terbuka, Aron tiba bersama dengan Yenni!


Melihat Aron sudah sampai, semua orang terlihat heran, terutama setelah melihat Yenni yang ada disamping Aron, membuat mata banyak pria langsung bersinar, bahkan Billy yang masih sedikit mabuk juga menyipitkan matanya, dan saat melihat Yenni, matanya langsung membelalak!


Meskipun Mona juga cantik, tapi Yenni masih menyiratkan aura gadis muda, meskipun Yenni pernah menjadi penari di bar, tapi hatinya masih polos.


“Aron, saya kira kamu takut menghamburkan uang dan tidak berani datang…”


Billy melirik Aron dan mengembalikan tatapannya pada Yenni sambil bertanay : “Siapa gadis ini?”


“Halo semuanya, apa kabar, nama saya Yenni, saya adalah tetangganya Kak Aron, semoga saya tidak mengganggu acara kalian ya…”


Yenni memperkenalkan dirinya dengan sangat sopan!


“Tidak, tidak mengganggu kok…”


“Duduk, ayo duduk…”


“Ayo makan buahnya, disini ada buah…”


Segerombolan pria mulai mencoba tampil sebaik mungkin, tidak ada yang memperhatikan Aron.


Billy juga mulai batuk dan berkata : “Nama saya Billy, saya manajernya Aron…”


Yenni yang mendengar kalau Billy adalah manajer langsung mengulurkan tangannya dengan panik : “Pak Billy, apa kabar “Baik, baik…”


Kedua mata Billy semakin bersinar, dan menggenggam tangan Yenni dengan erat!


Siapapun bisa merasakan tatapan Billy saat melihat Yenni sudah menunjukkan ketertarikan, dan itu membuat Mona sangat marah!


“Nona Yenni, dimanakah kamu bekerja