ARON

ARON
Mengobati Orang



Bagaimanapun Kurniawan memiliki jaringan yang kuat, reputasi yang baik, untuk mencari seorang dokter yang hebat tidaklah sulit, tapi setelah Kurniawan mendengar tentang kondisi istri Bambang, dia merasa kalau istrinya Bambang tidak sekedar sakit biasa, jadi memutuskan untuk meminta bantuan Aron!


Segera, dengan arahan Bambang, Aron dan yang lainnya sampai pada sebuah halaman, halamannya sangat kecil, hanya seluas 3 batu bata, dan di sudut halaman itu digunakan untuk memelihara ayam dan bebek sehingga udara yang ada disana sangat bau!


Nuri mengernyitkan keningnya setelah memasuki halaman itu, dia segera menutup hidung dan mulutnya, karena tidak tahan dengan baunya, Nuri sangat jarang datang ke tempat seperti ini, sedangkan Aron tidak merasakan apapun, dia sudah tinggal di kampung selama bertahun-tahun sebelum akhirnya pindah ke kota dengan orang tuanya!


Baru memasuki sebuah kamar, Aron dan yang lainnya mendengar suara teriakan dan tangisan yang melengking, sangat menakutkan!


“Ah.. saya mau membunuh mereka, saya mau membunuh mereka….. saya sudah menjadi ibu suri, saya akan menghukum mati kalian….”


Wanita itu terus berteriak dan menangis histeris, Nuri yang mendengarnya ketakutan setengah mati, tangannya mencengkram lengan baju Aron dengan erat, dia sedikit menyesali keputusannya untuk ikut!


Bambang membuka pintu kamar disebelah kiri, dan seorang wanita tua berusia 60 tahun yang rambutnya sudah memutih, dan keriput yang menghiasi wajahnya berteriak dengan gila.


Didalam kamar itu hanya terdapat sebuah ranjang, dan tidak ada perabotan lainnya, dan saat wanita tua itu melihat ada yang memasuki kamarnya, dia langsung melompat ke ranjang!


“Siapa kalian? Berani menerobos ke istanaku, saya akan menangkap kalian….”


Wanita tua itu memelototi dan berteriak!


“Istriku, ini adalah orang yang akan mengobatimu, jangan membuat onar ya….”


​Bambang menghampiri dan menenangkan istrinya!


Tapi siapa sangka, istrinya malah mengigit Bambang lalu berlari ke pojok ruangan!


“Aduh…..” Bambang hanya bisa menghela nafasnya setelah digigit!


“Sudah berapa lama istrimu seperti ini? Apakah dia terus menggila?”


Aron bertanya pada Bambang.


“Sudah sekitar 7-8 hari, dia tidak selalu seperti ini, kadang dia bersikap baik, dan kadang dia menggila, hanya saja semakin hari keadaannya semakin parah….”


“Saya dengan kata Tuan Kurniawan, dia menjadi seperti ini setelah kalian pulang dari ziarah?”


Aron kembali bertanya.


Bambang mengangguk : “Benar, beberapa hari lalu istriku mengatakan kalau dia merindukan putra kami, jadi saya membawanya ke makam putra kami, tapi siapa sangka, dia malah menjadi seperti ini….”


“Tuan Aron, putra Bambang sudah meninggal beberapa tahun lalu akibat kecelakaan….”


Tuan Kurniawan menjelaskan kepada Aron!


Aron melihat Bambang dan istrinya, dalam hati dia sangat mengasihani mereka, kehilangan anak adalah sesuatu yang sangat menyedihkan.


“Setelah kalian pulang dari berziarah, apakah ada hal-hal aneh yang terjadi?” tanya Aron.


Bambang memikirkannya lalu menggelengkan kepala : “Tidak ada, semuanya tampak biasa-biasa saja, tidak ada hal-hal aneh yang terjadi….”


“Tuan Aron, apakah istrinya Bambang kesurupan?” Indrawan bertanya dengan suara kecil.


“Saya periksa dulu!” Aron berkata lalu mengeluarkan sebuah bungkusan kain yang berisi jarum perak!


Segera, Aron mengambil sebuah jarum perak dan berjalan menuju arah wanita tua itu.! Bambang yang melihat situasi itu segera menghampiri Aron dan berkata : “Berhati-hatilah, jangan sampai istriku melukaimu, dia sekarang sudah tidak mengenali orang….”


“Tenang saja, tidak akan ada masalah!” Aron tersenyum!


Dan saat Aron melangkah menuju wanita tua itu, wanita tua itu juga menerjang kearah Aron, dia membuka mulutnya dan hendak mengigit Aron!


Aron menusukkan jarum perak itu pada leher wanita tua, membuatnya langsung terpaku dan terbaring di ranjang!


Bambang yang melihat itu segera menghampiri, dia menggoyang-goyangkan tubuh istrinya, namun istrinya sama sekali tidak bergerak, Bambang seketika itu menjadi panik, dan berkata pada Aron : “Apa yang kamu lakukan pada istriku? Apakah dia mati?”