
Melihat tidak ada orang yang berbicara, Roy menjadi semakin panik : “Mars, tolong saya, kalau kamu menolongku, Keluarga Bara akan mengikuti perintah Keluarga Darminto!”
Roy meminta bantuan pada Mars, saat ini setengah dari kepala Roy sudah tenggelam ke dalam tanah, kalau Aron menambah kekuatannya lagi, kepala Roy akan pecah!
Raut wajah Mars berubah, tapi dia tidak bergerak, dan tidak berbicara!
“Kalau tidak ada orang yang menyelamatkanmu, saya akan mengantarmu ke kematian….”
Aron berkata dengan dingin.
“Jangan, jangan…..” Roy berteriak keras, dan dia tiba-tiba teringat dengan Lina lalu berteriak : “Lina, Lina tolong saya, ku mohon tolong saya, pertimbangkanlah cinta kita dulu, tolong selamatkan saya, saya menyukaimu, saat tu saya benar-benar menyukaimu, hanya saja keluargaku terus memaksaku, jadi akhirnya saya membatalkan pernikahan kita, lalu bertunangan dengan Merry dari Keluarga Darminto, kumohon selamatkan saya…..”
Lina melihat Roy seperti itu dan tubuhnya gemetar, matanya sudah dipenuhi air mata, dia benar-benar pernah mencintai Roy, dan saat itu Lina mengira dirinya sudah menemukan cinta sejati, menemukan pangeran berkuda putihnya sendiri, tapi siapa sangka, dia malah terluka begitu dalam!
Aron mendengar Roy masih berani membahas masalah ini, awalnya dia hanya mencari keadilan untuk Lina tapi karena Roy masih berani membahasnya, Aron menjadi semakin marah!
“Dasar pria bajingan, matilah…..”
Aron berteriak marah dan mengangkat kakinya untuk menginjaknya!
“Tunggu sebentar!” Lina tiba-tiba berteriak.
Aron menoleh dan menatap Lina dengan bingung.
Lina menghampiri dan melirik Roy dengan tatapan tidak berdaya, lalu berkata pada Aron : “Aron, bisakah kamu mengampuninya kali ini?”
“Lina, tapi bajingan ini sudah menyakitimu?”
Aron tidak mengerti kenapa Lina membantu Roy memohon belas kasihan!
“Ampunilah dia kali ini, karena saya juga pernah mencintainya, anggap saja ini semacam kelegaan yang kuberikan kepada diriku sendiri, saya menyelamatkan nyawanya sekali dan tidak akan berhubungan lagi dengannya!”
Air mata mengalir dari mata Lina, bisa dilihat betapa Lina mencintai Roy dulu!
Aron menarik kembali kakinya, dan menghela nafas dengan tidak berdaya, lalu berkata pada Roy : “Enyahlah, lain kali tidak akan ada orang yang bisa memohon belas kasihan untukmu!”
Setelah Roy pergi, Aron menatap Mars dan berkata dengan dingin : “Kalau kalian ingin mengambil keuntungan dari kelelahan Kekuatan Batinku, kamu bisa melakukannya sekarang!”
Merasakan tatapan dari Aron, hati Mars sedikit bergetar, dan setelah raut wajahnya berubah, dia menunjukkan senyumannya : “Saudara Aron, saya sudah mengatakan yang tadi itu adalah kesalahpahaman, kita berdua tidak memiliki dendam, untuk apa saya bertarung denganmu!”
Aron mencibir : “Liontin giok ini adalah apa yang kalian cari, lantas kamu tidak ingin mengambilnya kembali? Lalu, formula pil obat yang ada padaku, kalian tidak menginginkannya?”
Mars mengernyitkan keningnya, dia tidak mengerti bagaimana Aron tahu kalau dirinya menginginkan liontin giok itu?
Lantas orang yang menyelamatkan Selina malam itu adalah Aron?
Memikirkan sampai di situ, Mars akhirnya mengerti, dengan kemampuan Aron dia memang sanggup menyelamatkan Selina di depan mereka tanpa ketahuan!
“Karena barang itu sudah ada di tangan Saudara Aron, maka itu menjadi milik saudara Aron, bagaimana mungkin saya menginginkannya, lalu mengenai formula pil obat, kalau Saudara Aron tidak bersedia memberikannya, saya hanya bisa menyesalinya, saya tidak akan pernah membeli atau menjual dengan paksa!”
Mars hanya bisa tersenyum dan mengatakan hal yang bertentangan dengan keinginannya.
Aron menatap Mars dan berkata dengan jijik : “Kamu tidak membeli dan menjual dengan paksa, tapi saya melakukannya, ingat perkataanku, kirimkan seluruh bahan obat yang dimiliki oleh Serikat Raja Obat ke Kota Taka, kalau tidak saya akan menghancurkan seluruh Serikat Raja Obat…..”
Aron berkata lalu tidak memperdulikan penampilan Mars yang mengerikan lagi, dia berbalik dan membawa Nuri pergi!
Lina dan Victor serta yang lainnya juga mengikuti, dan orang-orang lain juga mulai bubar, apa yang terjadi hari ini benar-benar membuat mereka sangat kaget.
“Tuan muda kedua?”
Lucas menatap Mars dan berkata : “Apa yang harus kita lakukan?”
“Ulur beberapa hari, saya akan pulang dan berdiskusi dengan keluargaku dulu!”
Setelah Mars berkata, dia membawa bawahannya pergi!