ARON

ARON
Menyelamatkan orang terpandang



“Bicara apa kamu? Disini tidak memerlukanmu, pergi kamu…..”


Nuri takut Aron akan membuyarkan konsentrasi Dokter Haris, dia langsung berteriak dengan marah.


“Baik, kamu yang mengusirku ya, saya akan duduk di lorong depan, tidak sampai lima menit, saya yakin kamu akan kembali memohon bantuanku.”


Selesai berkata, Aron langsung membuka pintu dan pergi keluar.


Aron pergi dan tidak ada orang yang memperdulikannya, Dokter Haris kembali menusukkan jarum akupunktur pada Jhonatan dengan hati-hati, membuatnya berkeringat banyak dalam sekejap!


Dan saat jarum terakhir ditusukkan padanya, Jhonatan tersadar dan perlahan-lahan membuka matanya!


“Ayah, ayah sudah sadar, Dokter Haris, ayahku sudah sadar, syukurlah……”


Melihat Juan sudah kembali sadar, Nuri berteriak dengan semangat, wajahnya terlihat berderai air mata!


Dia merasa sangat ketakutan tadi, dia takut kalau ayahnya tidak akan pernah sadar lagi.


Dokter Haris yang melihat Jhonatan sudah sadar juga menarik nafas panjang, dia juga sebenarnya tidak tahu harus berbuat apa!


Tapi disaat Nuri dan Dokter Haris merasa lega, Juan yang sudah sadar tiba-tiba gemetaran hebat, raut wajahnya terlihat sangat kesakitan, dan kesulitan, wajahnya tiba-tiba menjadi keunguan!


“Ayah…..ayah…..” Nuri berteriak, dia panik dan menatap Dokter Haris : “Dokter Haris, apa yang terjadi?”


Seketika, Dokter Haris juga menjadi panik, dia terlihat kebingungan : “Saya….saya juga tidak tahu, kenapa bisa seperti ini, kenapa bisa seperti ini…..”


“Kenapa kamu bertanya padaku? Kamu kan dokter!”


Nuri panik, dan dia berteriak kesal pada Dokter Haris.


​Sesaat kemudian, tubuh Jhonatan perlahan-lahan tidak gemetaran lagi, dan akhirnya tidak bergerak sama sekali, bahkan nafasnya juga sudah tidak terdeteksi.


Seketika itu juga Dokter Haris menjadi semakin panik, kalau sampai sesuatu yang buruk terjadi pada Juan, dia tidak akan bisa hidup dengan tenang.


“Ayah, jangan buat saya takut, kumohon jangan buat saya takut…..”


Nuri seketika menangis.


“Nona Nuri, kita bawa saja Tuan Jhonatan ke rumah sakit, saya juga tidak punya cara lagi!”


Dokter Haris berkata dengan wajah yang panik.


Alasan dia menyarankan untuk segera membawa Jhonatan ke rumah sakit adalah agar dia bisa melepas tanggung jawab, kalau Juan mati di rumah sakit, maka hal ini tidak ada hubungannya dengan dia.


“Kamu kira saya gila? Dengan kondisi ayahku yang seperti ini apa dia akan bertahan sampai di rumah sakit? Cepat kamu selamatkan, kalau sampai ayahku mati, maka kamu juga jangan ​hidup lagi…..”


Nuri sudah kehilangan akal sehatnya, tatapan matanya penuh kemarahan.


Keluarga Utomo adalah orang terkaya di Kota Sanur, untuk menghadapi seorang dokter kecil seperti dia hanyalah hal kecil untuk mereka.


Ucapan itu langsung membuat Dokter Haris terkejut, tapi dia benar-benar tidak punya cara, dan tepat saat kecemasannya menyerang, dia teringat Aron, dan segera berkata : “Nona Nuri, bocah yang tadi keluar dari sini, bisa jadi dia benar-benar punya cara, saya rasa bocah itu punya keahlian!”


Perkataan Dokter Haris juga membuat Nuri teringat Aron, tapi tadi Dokter Haris begitu memandang rendah Aron, sekarang dia malah memujinya, sepertinya Dokter Haris hanya ingin melemparkan tanggung jawab kepada Aron!


Kalau Aron turun tangan dan Jhonatan meninggal, maka semua tanggung jawab akan jatuh ke tangan Aron seorang.


Nuri ragu sesaat, tapi akhirnya dia mendudukkan Jhonatan di kursi dan bergegas


​keluar dari kamar VIP!


Saat itu Aron sedang duduk di kursi yang ada di lorong, dia tahu kalau Nuri pasti akan datang mencarinya.


Nuri yang menemukan Aron masih belum pergi langsung berlari ke arahnya, tapi saat dia mau membuka mulutnya, dia tiba-tiba menyadari kalau dia bahkan tidak tahu bagaimana cara menyapa Aron.


“To, tolong selamatkan ayahku……”


Wajah Nuri terlihat canggung saat meminta bantuan Aron.


Aron mengangkat kepalanya dan menatap Nuri, tapi Nuri tidak berani menatap mata Aron langsung, tadi dia masih memaki Aron, sekarang dia malah meminta bantuannya Aron!


“Kamu percaya saya bisa menyelamatkan ayahmu? Percaya kalau saya bukan penipu?”


Aron bertanya.


Nuri tidak mengatakan apapun, dia tidak tahu harus menjawab apa, karena dia sebenarnya tidak mempercayai Aron sepenuhnya, hanya


​saja dia sudah tidak punya cara lagi, ini sudah menyangkut masalah hidup dan mati!


Melihat respon Nuti, Aron hanya tersenyum, dia juga tidak mempersulitnya lagi, dan segera berjalan menuju kamar VIP.


Nuri bergegas mengikutinya dari belakang, sedangkan Dokter Haris yang sudah penuh dengan keringat sedang berjalan mengitari kamar VIP dengan cemas!


Dan saat melihat Aron memasuki kamar VIP , Dokter Haris seperti bertemu dengan dewa penyelamatnya, tidak peduli Aron bisa menyelamatkan Jhonatan atau tidak, asalkan Aron sudah turun tangan maka seluruh tanggung jawab akan berpindah pada Aron.


“Adik, tadi saya sudah salah menilai mu, tolong segera selamatkan Tuan Jhonatan!”


Dokter Haris juga membuang harga dirinya dan memohon kepada Aron.


Saat ini hidupnya lebih penting dibandingkan harga dirinya, tidak ada salahnya dia memuji disaat seperti ini!


Aron melirik Dokter Haris lalu mendengus pelan : “Sepertinya saya hanya bisa berusa​keras…”


Setelah berkata Aron bertanya kepada Dokter Haris : “Apa kamu masih punya jarum perak?”


“Ada, di tas dokterku”


Dokter Haris segera mengeluarkan sebungkus jarum perak dan menyerahkannya kepada Aron!


“Tidak cukup!” Aron menggelengkan kepalanya.


“Tidak cukup?” Dokter Haris terkejut : “Sebungkus ini berisi 30 jarum perak, masa tidak cukup?”


Biasanya dalam akupunktur, untuk menitikkan belasan jarum saja sudah sangat hebat, bahkan Dokter Johan yang notabenenya adalah Presiden Asosiasi Pengobatan Tradisional juga hanya bisa menitikkan dua puluhan titik, bisa menitikkan tiga puluh lebih titik itu sudah benar-benar hebat!


“Tidak cukup, saya perlu jarum perak dalam jumlah yang banyak!” kata Aron.


“Butuh berapa banyak?”


Dokter Haris bertanya dengan hati-hati.


“99 jarum!”


Dokter Haris tercengang saat mendengar ucapan Aron, sekujur tubuhnya membeku!


Setelah Aron menerima jarum perak itu, dia langsung membaringkan Jhonatan di lantai, dan mulai tidak berhenti menitikkan jarum jarum perak itu pada tubuh Jhonatan!


Aron mulai berkeringat banyak, sangat jelas terlihat kalau hal itu sangat memakan energinya, bahkan bajunya sudah tembus pandang karena basah!


Ketika jarum perak terakhir menitik pada tubuh Juan, Aron menghela nafas panjang, dan dia ambruk dan langsung duduk di lantai.


Sepanjang waktu ini Nuri terus memperhatikan dengan cemas, dia tidak mengerti tentang akupunktur dan sangat ingin bertanya tapi dia takut akan menganggu Aron.


Sedangkan Dokter Haris yang sudah tercengang sejak tadi , terpana, mulutnya menganga, bahkan sudah cukup untuk memasukkan sebutir telur.


Setelah sesaat, keterkejutan Dokter Haris berubah menjadi semangat, dia langsung berlutut di hadapan Aron dan menimbulkan suara gdebuk !


Kelakuan Dokter Haris yang mendadak itu juga membuat Aron dan Nuri teterkejut.


“Tabib, tolong terimalah saya sebagai muridmu!”


Aron membuka mulutnya tapi dia menyadari kalau dia bahkan sudah tidak punya tenaga untuk berbicara, sedangkan Nuri yang terkejut menatap Dokter Haris : “Dokter Haris, apa yang sedang kamu lakukan? Ayahku saja belum tersadar!”


Nuri tidak mengerti, ayahnya jelas-jelas belum tersadar, kenapa Dokter Haris sudah memanggil Aron dengan sebutan tabib !


“Nona Nuri tidak tahu, baru saja tabib menggunakan Teknik Sembilan-Sembilan Putaran Jarum Pembangkit, teknik jarum ini bahkan bisa membangkitkan orang mati, Tuan Jhonatan pasti akan baik baik saja!”


Dokter Haris menjelaskan kepada Nuri.


“Sehebat itu?”


Nuri menatap Aron dengan tatapan tidak percaya, kalau apa yang dikatakan oleh Dokter Haris benar, maka Aron benar-benar pantas disebut Tabib.


“Tidak disangka kamu mengetahui tentang Teknik Sembilan-sembilan Putaran Jarum Pembangkit !”


Aron menarik napas dalam-dalam dan berkata dengan terkejut.


Teknik Sembilan-sembilan Putaran Jarum Pembangkit adalah teknik akupunktur kuno, dan sudah lama hilang, teknik ini dipelajari oleh Aron dari Liu Khang, dia tidak tahu bagaimana Dokter Haris bisa mengetahui tentang teknik itu.


“Tabib, Saya Haris, Ketua dari Asosiasi Pengobatan Tradisional cabang Kota Sanur, saya pernah membaca tentang teknik ini di buku pengobatan kuno , tidak disangka hari ini saya begitu beruntung dan bisa menyaksikan Tabib menggunakan teknik ini, tolong terima saya sebagai muridmu.”


Sambil berkata, Haris mulai bersujud kepada Aron.


Perilaku Haris kembali membuat Aron kewalahan, dan pada saat itu suara batuk terdengar, Jhonatan sudah tersadar!


“Ayah!” Nuri segera menghampiri Jhonatan dan mencoba memapah ayahnya, tapi Aron langsung menghentikannya : “Nona Nuri,


​kamu tidak boleh menggerakkannya sekarang, tunggu sampai saya mengeluarkan semua jarum yang ada ditubuh ayahmu dulu!”


Aron meraih tangan Nuri yang kurus dan merasakan kehangatan dan kelembutan, membuat hati Aron bergejolak, sedangkan Nuri yang merasakan kehangatan dari tangan Aron tersipu malu : “Itu berhasil!”


Aron bergegas melepaskan genggamannya, dan berusaha menenangkan dirinya, lalu melambaikan tangannya dengan ringan pada tubuh Jhonatan, dan delapan 99 jarum itu seolah tersedot langsung ke tangan Aron!


“Sudah!”


Aron mengembalikan jarum perak itu pada Haris, dan berkata pada Nuri.


Dan saat ini, Nuri tidak berani lagi meragukan Aron sedikitpun, dia berterima kasih kepada Aron dan memapah Jhonatan, dia sangat bersemangat hingga air matanya pun hampir mengalir.


“Ayah, bagaimana perasaanmu sekarang?”


Nuri memapah Jhonatan dan bertanya padanya.


​“Saya tidak apa-apa, sudah terasa lebih baik!”


Jhonatan tersenyum, tapi saat dia melihat Haris yang sedang berlutut, dia terlihat kebingungan : “Ada apa ini?”


Nuri hanya bisa menceritakan kembali tentang Teknik Sembilan-sembilan Putaran Jarum Pembangkit yang digunakan Aron untuk menyelamatkannya, dan setelah Jhonatan mendengarnya dia sangat terkejut.


Dia merasa Aron yang bisa mengetahui tentang penyakit tersembunyi nya pasti punya keahlian, tapi dia tidak menyangka Aron ternyata sehebat itu, sampai sampai Ketua Asosiasi Pengobatan Tradisional pun bersujud memohon menjadi muridnya!


“Adik, kamu sudah menyelamatkanku sebanyak dua kali, mulai hari ini kamu adalah penyelamat Keluarga Utomo, apapun yang kamu butuhkan Keluarga Utomo pasti akan memenuhinya!”


Jhonatan berkata dengan terharu.


“Tuan Jhonatan jangan sungkan, saya hanya membantu sedikit, lagipula kamu adalah orang yang sudah melakukan kebajikan untuk waktu yang lama, anggap saja ini adalah​ karma baikmu!”


Aron berkata dengan tenang, dan mengganti topik pembicaraan : “Meskipun saya sudah menggunakan Teknik Sembilan-sembilan Putaran Jarum Pembangkit untuk menyelamatkan nyawamu, tapi penyakitmu ini kalau tidak segera diobati, kamu hanya akan bertahan paling lama tiga bulan!”


Setelah mendengar perkataan Aron, Jhonatan juga berlutut pada Aron dan berkata : “Tolong Tuan selamatkan nyawa saya, saya akan membayar berapapun bahkan seluruh harta ku akan kurelakan!”


Jhonatan sangat ketakutan, dia tidak berani memanggil Aron dengan sebutan Adik lagi, dan langsung memanggilnya dengan sebutan Tuan, dia benar-benar takut kalau Aron tidak mau menyelamatkannya.


Demi hidup dia sanggup merelakan seluruh harta kekayaannya pada Aron, sebagai orang terkaya di Kota Sanur harta kekayaan Jhonatan terbilang banyak dan sekarang dia ingin memberikan semuanya pada Aron, siapapun yang mendengar itu pasti akan merasa iri.


“Tuan Jhonatan tidak perlu sampai seperti itu, kita kebetulan bertemu dan tentu saya akan ​menyelamatkanmu, hanya saja saya memerlukan beberapa bahan obat langka, dan saya perlu Anda menyiapkan bahan-bahan itu!”


Aron tidak punya uang untuk membelikan Jhonatan bahan-bahan itu, dan bahan bahan yang dia perlukan itu cukup berharga dan mahal, sebagian orang tidak akan mampu mendapatkannya!


“Tuan, katakan saja apa yang Anda perlukan!” Jhonatan sibuk menganggukkan kepalanya, lalu berkata pada Nuri : “Nuri, cepat siapkan pulpen dan kertas, dan catat semuanya!”


Aron yang tiba-tiba dipanggil Tuan oleh Jhonatan merasa canggung, lalu berkata : “Tuan Jhonatan, nama saya Aron King, cukup panggil saya Aron saja!”


“Bagaimana boleh, Tuan King adalah penyelamat saya, Keluarga Utomo tidak akan melupakan hal ini!”


Aron melihat Jhonatan yang bersikeras pun tidak lagi menuntut padanya, dia mengambil pulpen dan kertas lalu menuliskan bahan bahan yang dia perlukan dan memberikannya pada Nuri!


“Tuan Jhonatan, dalam daftar obat ini sebagian besar adalah bahan-bahan yang kamu perlukan, tapi ada sebagian yang saya perlukan untuk ibu saya, ibu saya kehilangan penglihatannya, dan saya memerlukan bahan-bahan ini untuk menyembuhkannya!”


Aron berkata dengan jujur pada Jhonatan.


Ibu Aron, Shela kehilangan penglihatannya karena terlalu sering menangis, kalau bahan-bahan obatnya tersedia, menyembuhkannya hanya masalah kecil bagi Aron!


Hanya saja, dengan kemampuannya yang saat ini, dia tidak sanggup membeli bahan-bahan obat itu, dan meminta bantuan Keluarga Utomo untuk sekalian menyiapkannya.


Hanya saja, ada 2 bahan yang Aron khawatir tidak akan bisa ditemukan oleh Tuan Utomo, salah satunya adalah Kuas Spiritual, seperti kuas yang sudah lama digunakan oleh sastrawan dan memiliki spiritualitas.


Atau kuas yang terbuat dari bulu hewan spiritual, juga bisa digunakan!


Dan satu lagi yang dia butuhkan adalah Batu snabar, meskipun Batu snabar sangat umum namun yang Aron butuhkan adalah


​Batu Snabar yang terbuat dari kayu cendana merah yang sudah berusia ratusan tahun, atau kayu cendana, dan dipadukan dengan Kuas Spiritual , Aron hanya perlu menitik kan beberapa kali pada mata Sheli dan dia akan kembali bisa melihat.


Meskipun Aron juga menuliskan kedua bahan ini dalam daftar, tapi dia ragu kalau Keluarga Utomo dapat menemukannya, kedua benda itu hanya bisa dibedakan oleh orang-orang yang mengerti.