ARON

ARON
Kedatang kerabat yang sombong



“Anak ini, setiap hari tahunya hanya membuat masalah, kalau membuat ayahmu marah dan hanya mematahkan kaki atau tanganmu itu masih ringan, kalau kamu sampai menyinggung orang lain, bisa-bisa kamu dilempar ke sungai dan dijadikan makanan ikan!”


Tiara menatap Brad dengan enggan dan berkata.


“Dijadikan makanan ikan ya sudah, keluar lah, saya mau tidur!”


Brad mulai mengusir Tiara!


“Ayahmu sudah berpesan, kamu tidak boleh membalas dendam pada Aron, kalau tidak dia akan mematahkan kakimu!”


Tiara berpesan kepada Brad!


Brad yang mendengarnya menjadi panik : “Biarkan saja dia patahkan kakiku, jangan hanya kakiku, langsung bunuh saja saya, dengan begitu saya juga akan bebas…..”


Brad berteriak pada Tiara, Tiara takut Willy akan mendengarnya jadi dia bergegas pergi dan menutup pintu rapat-rapat!


“Aron, saya pasti akan membuatmu membayarnya………”


Brad menggertakkan giginya setelah Tiara pergi!


…………


Vila di puncak gunung Perumahan Bumi Sejuk!


Obat yang dibeli oleh utusan Jekson sudah diantarkan, Aron melihat kantongan berisi bahan obat dan merasa bersemangat, kelihatannya malam ini dia tidak akan tidur, dan akan berkultivasi semalaman!


Untungnya Sheli dan Wahyu juga sedang tidak dirumah, sejak Sheli bisa melihat lagi dia tidak pernah berdiam diri dirumah dan terus pergi keluar untuk berkeliling dan melihat pemandangan indah, melihat perubahan yang terjadi pada Kota Sanur!


Karena selama beberapa tahun ini dia tidak bisa melihat apa-apa, jadi saat ini Sheli ingin melihat semuanya!


Setelah membawa bahan obat itu ke kamar, Aron mengunci pintu dan mulai menerapkan teknik alkimia untuk membuat Pil Peremajaan!


Selama semalaman Aron membuat 20 buah Pil Peremajaan dan menggunakan seluruh bahan obat yang ada, namun ini juga membuat Aron kelelahan dan tertidur saat fajar!


Saat ini Aron belum mencapai fase inedia, jadi dia belum bisa bertahan tanpa makan-minum, ataupun tidur!


Setelah tertidur untuk beberapa waktu, Aron dibangunkan oleh suara keras!


“Aduh, Aron dirumah ya, sekarang sudah tinggal di rumah besar sudah berbeda ya, di matanya sudah tidak menganggap kerabat-kerabatnya yang miskin ini lagi!”


Seorang wanita paruh baya yang memakai gaun yang centil berkata pada Aron dengan nada yang aneh.


“Bibi kedua, sejak kapan kalian kemari?”


Aron tampak terkejut melihat wanita paruh baya itu!


“Kami sudah datang sejak tadi, tidak disangka kamu masih tidur didalam kamar, sampai tidak turun dan menyambut kami!”


Bibi keduanya Aron meliriknya sekilas lalu langsung duduk di sisi sofa!


Aron tidak memperdulikannya lagi dan menatap Sheli dengan wajah kebingungan.


Sheli menarik Aron ke samping lalu berkata dengan canggung : “Saya yang mengundang mereka kemari, saya….saya hanya ingin mereka melihat kalau kita sudah tinggal dirumah yang besar, tidak disangka mereka datang dengan membawa begitu banyak orang dan membuat rumah menjadi kacau balau, bagaimana menyampaikan hal ini pada Nuri?”


Sheli mengira kalau rumah ini dipinjamkan oleh Nuri pada Aron, untuk mereka tinggali, dia tidak tahu kalau rumah ini sudah dihadiahkan kepada Aron.


“Ibu, tidak apa-apa, biarkan saja mereka melihat-lihat, kalau kotor dan kacau tinggal cari seseorang untuk membereskannya.” Aron yang mendengarnya segera menghibur Sheli!


“Sepertinya siang ini mereka tidak akan pulang dan pasti mau makan terlebih dulu, kamu pesan saja dulu restoran, tapi jangan yang terlalu mahal!”


Sheli berkata sambil mengeluarkan uang dari sakunya dan memberikannya kepada Aron!


“Ibu, saya punya uang, hal ini tidak usah kamu khawatirkan!” Aron tidak mau menerimanya!


“Kamu baru bekerja tidak lama, dari mana kamu punya uang? Lagipula kamu tidak boleh terus menghamburkan uang Nuri, kamu ini seorang pria, tidak boleh menghamburkan uang wanita!”


Sheli memberikan uang itu kepada Aron lalu pergi!


Melihat beberapa lembar uang baru dan uang yang sudah kusut di tangannya, Aron hanya bisa tersenyum pahit dan tidak berdaya, lalu memasukkan uang itu kedalam sakunya dan berjalan keluar!