ARON

ARON
Apakah Ginseng Palsu Apa tidak



Karena pria paruh baya itu meninggikan suaranya, Aron mau tidak mau menoleh ke arahnya.


“Pak Dimas, kita bisa berunding dulu, ginseng ini memang merupakan ginseng kelas atas, tapi kalau 20 miliar sepertinya terlalu mahal, bagaimana kalau kamu turunkan harganya sedikit, saya akan langsung mentransferkan uangnya padamu!”


Tedi berkata sambil tersenyum.


“Dua puluh miliar, satu sen pun tidak bisa kurang, karena kalian tidak mau, saya akan pergi sekarang!”


Pria paruh baya itu berkata sambil berdiri, dan bersiap pergi dengan membawa kotak kayunya!


“Pak Dimas, jangan tergesa-gesa, jangan tergesa-gesa, baik saya akan membelinya, Teras Obat akan membelinya, bukan demi hal lain, hanya untuk menjadikan anda seorang teman!”


Tedi bergegas menahan pria paruh baya itu dan mengeluarkan ponselnya : “Sekarang juga saya akan mentransferkan uangnya padamu, lain kali kalau ada barang sebagus ini lagi, kamu harus membawanya ke Teras Obat, saya pasti akan membayar dengan harga yang tinggi!”


“Hahaha, baik, bisa diatur, bisa diatur….”


Setelah mendengar ucapan Tedi, pria paruh baya itu tiba-tiba tertawa dan wajahnya terlihat sangat bersemangat!


“Kak Tedi, tunggu sebentar….”


Pada saat Tedi sedang bersiap mentransferkan uang pada pria paruh baya itu, Aron tiba-tiba berjalan menghampiri dan menghentikan Tedi!


“Saudara Aron, ada apa?” Tedi bertanya dengan bingung.


“Pak, apakah ginseng liar ini boleh diperlihatkan padaku sebentar?” Aron bertanya pada pria paruh baya itu.


Pria paruh baya itu tidak berkata apapun dan menoleh ke arah Tedi dengan bingung.


“Oh, orang ini adalah temanku!”


Tedi bergegas menjelaskan.


“Ginseng liarku ini tadi sudah dilihat oleh Pak Tedi, apa ada masalah?”


Pria paruh baya itu menatap Aron dengan ekspresi waspada!


“Saya mencurigai ginseng liarmu ini palsu!”


Aron berkata dengan sinis.


Tedi buru-buru berkata sambil tersenyum : “Pak Dimas, jangan marah, temanku ini suka bercanda!”


Setelah menghibur pria paruh baya itu, Tedi menoleh ke arah Aron dan mengernyitkan keningnya : “Saudara Aron, ginseng liar ini sudah saya periksa, tidak ada masalah kok, kamu bahkan belum melihatnya kenapa mengatakan ginseng itu palsu!”


“Ginseng liar ini palsu, kalau tidak percaya, buka saja kita periksa bersama, kalau tidak berani membukanya berarti palsu!”


Aron menatap pria paruh baya itu dengan dingin, dan membuat pria paruh baya itu merasa sedikit gugup!


“Kalau mau buka, buka saja, kalau setelah dibuka dan ginseng ini asli bagaimana?”


Pria paruh baya itu berpura-pura berani dan menantang Aron, tetapi dia tidak berani menatap langsung mata Aron!


“Kalau asli, saya akan mengganti rugi 10 miliar padamu!”


Aron tampak percaya diri.


Saat itu, Nuri dan Yuri juga ikut menghampiri, mereka tidak menyangka Aron berani bertaruh dengan orang!


Hanya Jekson yang tetap duduk sambil meminum tehnya, seringaian terlihat di wajahnya dan dia sudah tahu kalau pria paruh baya yang ada di depannya itu akan mengalami kesialan.


Kepercaya-dirian Aron membuat pria paruh baya itu kaget dan menoleh ke arah Tedi!


“Pak Dimas, karena Aron ingin melihatnya, kamu perlihatkan saja, agar dia menyerah dan nanti harga pembeliannya akan saya naikkan lagi untukmu!”


Tedi juga tidak percaya kalau ginseng itu palsu karena bagaimana pun tadi dia sudah memeriksanya, hanya saja Aron bersikeras untuk melihatnya, jadi diperlihatkan saja agar dia menyerah!


“Baik, karena Pak Tedi sudah berkata seperti itu, saya akan membiarkan dia melihatnya, agar dia merasa puas!”


Pria paruh baya itu mengangguk sambil menggertakkan giginya.


Perlahan-lahan, kotak kayu itu terbuka, dan terlihat sepotong ginseng yang berbaring di dalam.


​Ginseng itu sangat besar, dan akar-akarnya juga sangat banyak, akar utamanya juga lebih besar dibandingkan dengan dua ibu jari!