
Di dalam kantor, keadaan sunyi senyap, kak Rose dan pemilik bar sedang menatap sosok Aron yang tenang,di dalam hati mereka timbul firasat yang tidak baik !
“Bos,menurutmu apakah orang itu barusan sedang berhubungan dengan tuan Jekson?
Kak Rose bertanya kepada pemilik bar dengan suara pelan.
Pemilik bar tidak menyahutnya karena dia tidak tahu harus bagaimana menjawabnya, barusan suara yang terdengar di telepon memang sangat mirip dengan suara tuan Jekson ,tetapi orang ini masih muda dan tidak berpengalaman, penampilannya juga biasa biasa saja tidak mirip tuan muda dari keluarga kaya,bagaimana bisa mengenal tuan Jekson, lagipula logatnya waktu bicara dengan tuan Jekson begitu sombong ?
Kak Rose merasa Bos tidak menyahutnya dia menenangkan diri dengan berkata:” Tuan Jekson tidak mungkin mengenal orang semacam ini, dia pasti sedang berpura pura, barusan orang yang di dalam telepon pasti bukan tuan Jekson, di seluruh kota Sanur siapa yang berani berbicara seperti itu kepada tuan Jekson?
Pemilik Bar mendengarnya kemudian menganggukan kepala setuju dengan pandangan Kak Rose !
“Anak muda, kamu tidak usah berpura pura di sini, berdasarkan kelakuanmu ini mana mungkin tuan Jekson mengenalmu, kamu berani menyamar atas nama tuan Jekson ,ini bisa dihukum mati….”
Pemilik bar itu berteriak kepada Aron !
Aron melihat sekilas kearah Bos pemilik bar kemudian dia tertawa dingin dan tidak menggubrisnya.
“Bos ,kamu coba menelepon tuan Jekson katakan anak muda ini berbuat masalah disini, biarkan tuan Jekson yang membereskan dia, dengan begitu kita juga bisa tahu apakah yang barusan menelepon adalah tuan Jekson !”
Kak Rose berkata sambil memberi ide kepada Bos pemilik bar.
Bos itu menganggukkan kepala mengeluarkan ponselnya hendak menelepon tuan Jekson, tiba tiba ponselnya berbunyi, kebetulan adalah telepon dari tuan Jekson !
Bos pemilik bar segera menerima telepon :” Tuan Jekson………….”
“Si botak Edwar,kamu keparat bagaimana kamu menyinggung tuan Aron? Tunggu kau,saya akan ke sana sekarang, apa Bar Mega mu tidak mau buka lagi,coba saja kalau kamu berani melarikan diri,coba lihat apakah saya dapat menemukanmu…….”
Bos pemilik bar barusan menerima telepon dan memanggil tuan Jekson, sudah terdengar suara dari seberang sana yang marah marah, membuat Bos itu terkejut seperti orang bodoh !
Sekarang bagaimanapun dia menolak untuk percaya ,kenyataan sudah terpapar di depan mata,barusan yang berhubungan telepon dengan Aron adalah tuan Jekson,bahkan tuan Jekson sangat hormat kepada Aron dengan memanggilnya tuan Aron !
Piak……….
Ponsel di tangan Bos itu jatuh ke lantai seketika hancur lebur, dia terpaku seperti orang bodoh sambil melihat kearah Aron, kemudian terdengar suara dia berlutut.
Kak Rose juga kelihatan sangat terkejut, diapun ikut ikutan berlutut !
“Tuan Aron, tuan Aron, saya bersalah, saya bersalah,mohon tuan Aron mengampuni saya…….”
Bos pemilik bar terus menerus menyembah !
Aron tidak menggubrisnya bahkan tidak memandangnya sama sekali, Aron saat ini sedang mengalirkan tenaga dalam ke tubuh Yenni,agar dia cepat tersadar kembali.
Tidak tahu obat bius apa yang diberikan Bos ini kepada Yenni, khasiat obatnya sangat kuat sekali,walaupun Aron sudah menggunakan tenaga dalamnya masih butuh beberapa waktu baru bisa membuat Yenni membuka matanya !
“Kak Aron……”
Yenni memandang Aron,dengan agak malu dia menyebut namanya !
Karena dirinya bekerja di Bar sebagai wanita pendamping bukanlah suatu pekerjaan yang cemerlang!.
Yenni, kamu sudah agak baik kan? Ayo kita pergi …..”
Sambil berkata Aron memapahnya dari atas sofa !
“Iya…..” Yenni menganggukkan kepalanya, tetapi ketika dia melihat pemilik bar dan Kak Rose yang sedang berlutut seketika dia termangu !
Dia tidak mengerti mengapa kedua orang ini bisa berlutut di lantai, apakah karena Aron ?
Yenni tidak mengerti sambil memandang Aron, bagaimanapun dalam pandangan Yenni ,Aron hanyalah orang awam,bahkan merupakan orang awam yang tidak berpendidikan “Ayo kita pergi…….”
Ruangan besar di dalam bar, pada saat ini Jekson telah datang bersama orangnya dan mengusir semua tamu sedangkan para pegawai di dalam bar semuanya dikepung dan dikumpulkan di sudut ruangan,berjongkok di lantai !
Yenni melihat banyak orang yang memegang senjata seketika terkejut sampai mukanya pucat,sebelah tangannya memegang erat lengan Aron, sedikit gemetar.
“Tidak perlu takut……” Aron menenangkan Yenni dengan suara pelan!
Melihat Aron keluar Jekson ingin menghampiri untuk berbicara, tetapi terhenti oleh pandangan mata Aron.
Aron tidak ingin Yenni mengetahui dirinya mengenal Jekson !
Karena dalam pandangan orang awam Jekson bukanlah orang baik,jika sampai orang tuanya mengetahui dia bergaul dengan Jekson pasti mereka akan kesal setengah mati !
Jekson seketika mengerti maksud dari pandangan mata Aron,setelah memberi tanda,orang orang yang menjaga di pintu keluar segera menyebar memberi jalan !
Di bawah pandangan mata puluhan orang Aron membawa Yenni keluar dari sana !
Kedua orang ini baru berjalan sampai depan pintu keluar, sudah terdengar suara jeritan kemudian suara barang yang dibanting !
Setelah menyetop sebuah mobil sewa ,Aron membawa Yenni pulang ke rumah !
Dalam perjalanan pulang Yenni menatap Aron seperti ada sesuatu yang ingin disampaikan,tetapi setiap kali selalu gagal membuka mulut.
“Mengapa kamu kembali bekerja di tempat seperti ini ?”
Aron malah duluan bertanya !
Yenni menundukkan kepalanya, menggosok gosok kedua tangannya dan menggigit bibirnya dengan gelisah,setelah lewat beberapa saat dia berkata :” Kak Aron, janganlah memberitahu Ibu saya,jika dia sampai tahu, pasti akan kesal setengah mati…..
Aron menganggukkan kepalanya !
Setelah menata perasaannya dia lanjut berkata :” Saya sekarang berutang 1 miliar kepada lintah darat,jika tidak bekerja di tempat seperti ini ,uang sebanyak itu pasti tidak akan lunas,jika tidak bisa melunasi, mereka akan meminta kepada Ibu saya……….”
Sambil berkata air mata Yenni jatuh bercucuran !
“Mengapa kamu bisa berhutang begitu banyak uang?” Aron sedikit mengerutkan alis matanya !
Keadaan ekonomi keluarga Yenni memang tidak begitu baik sehingga sejak kecil dia sudah terbiasa hidup hemat, juga tidak sembarangan menghabiskan uang, mengapa tiba tiba berhutang begitu banyak uang !
Mendengar pertanyaan Aron ,Yenni menangis makin hebat, sambil menangis dia berkata :” Waktu kuliah saya mengenal seorang teman pria, dia lebih tua dua tahun merupakan kakak kelas saya, kemudian setelah dia tamat , karena ingin meniti karier jadi butuh uang sehingga menggunakan identitas saya untuk meminjam pada lintah darat, siapa sangka setelah mendapatkan. Uangnya,saya tidak dapat menghubunginya lagi…..”
Setelah mendengar cerita Yenni, Aron seketika mengerti, dia sudah dibohongi oleh lelaki yang mengaku sebagai teman prianya!
Pada saat ini, supir mobil sewaan menghela nafas :” Aihh, nona kamu sungguh polos, terlalu mudah percaya sama orang, 1 miliar bukanlah uang yang sedikit,dua hari yang lalu saya juga mendengar ada seorang gadis muda karena berhutang pada lintah darat akhirnya bunuh diri dengan lompat ke sungai ……”
Yenni ,jangan menangis lagi, hutang 1 miliar saya akan bantu kamu melunasinya…..”
Aron menepuk ringan bahu Yenni !
Yenni menengadahkan kepalanya ,melihat Aron dengan pandangan berterima kasih:” Kak Aron, saya tahu kamu baru keluar dari penjara bahkan tidak punya pekerjaan,dari mana datangnya begitu banyak uang,sudah cukup asal kamu jangan memberitahu Ibuku, saya akan berusaha sendiri mencari jalan,tenanglah ,saya tidak akan melakukan hal yang bodoh, jika saya mati, Ibu saya pasti tidak bisa hidup lagi…”
Aron tertawa sedikit, tidak berkata apa apa lagi, tetapi masalah hutang lintah darat 1 miliar ini dia pasti akan membantu mengatasinya.
Sekarang dia masih memiliki kartu yang diberikan Jhonatan Utomo, di dalamnya ada 10 miliar,jika butuh lebih banyak lagi,dia bisa memintanya dari Jekson, karena sekarang seluruh Geng Sanur adalah miliknya !
Setelah sampai di kompleks, supir mobil sewa tidak menerima pembayaran mereka,tetapi sambil tertawa dia berkata kepada Yenni: “ Nona ,optimis sedikit, seberapa besarpun masalah pasti akan dilewati…….”
Selesai mengatakan ini, supir itu tancap gas dan meninggalkan tempat tersebut, melihat bayangan mobil itu Aron merasa sangat berterima kasih, di dunia ini masih banyak orang yang baik hati.