ARON

ARON
Nego Di Serika Raja Obat



Melihat Budi tidak percaya, Aron malas menjelaskan : “Setelah menghitung jumlahnya segera transfer uangnya ke saya, saya mau pulang dan tidur!”


Budi menyuruh orang untuk mentransferkan uangnya pada Aron lalu saat Aron hendak pergi, Budi menghentikannya dan berkata : “Saudara, apakah Anda bisa ikut kami pergi ke Istana Raja Obat (kita ganti nama, SERIKAT RAJA OBAT) sebentar? Tuan Rumah kami ingin bertemu denganmu!”


Aron yang mendengarnya ragu-ragu sejenak lalu akhirnya mengangguk dan berkata : “Baiklah!”


Aron juga berpikiran untuk bertemu dengan Tuan Rumah Serikat Raja Obat, kalau bisa menjalin hubungan dengan mereka, mungkin saja dia bisa mendapatkan banyak sumber daya dari Serikat Raja Obat!


Aron menyuruh Victor untuk pulang sendiri, lalu ikut dengan Budi pergi ke Serikat Raja Obat!


Di aula Serikat Raja Obat, Lucas sangat bersemangat karena sudah menemukan pembuat Pil Peremajaan, kalau bisa menarik orang itu ke dalam Istana Raja Obat, dan mengetahui cara pembuatannya maka itu akan menjadi hal terbesar bagi Serikat Raja Obat!


Namun saat Budi dan Aron tiba, Lucas mengernyitkan keningnya, awalnya dia berpikir kalau orang yang bisa membuat Pil Peremajaan pasti seorang lelaki tua yang sudah mahir dalam alkimia selama bertahun-tahun, tapi tidak disangka malah seorang pemuda berusia dua puluh tahunan!


“Tuan Rumah, orangnya sudah tiba…..”


Budi berkata pada Lucas.


Lucas mengangguk dan melirik Aron sekilas : “Benarkah kamu yang membuat Pil Peremajaan?”


Lucas terlihat ragu, dia tidak sepenuhnya percaya pada Aron!


Karena bagaimanapun banyak orang yang ingin masuk ke dalam daftar Serikat Raja Obat dan sebagian besar adalah penipu!


“Kalau kamu tidak percaya, saya akan pergi!”


Aron berkata dengan wajah datar, dan bersiap untuk pergi!


Reaksi Aron membuat Lucas sedikit bingung, setelah termenung sesaat dia bergegas menghentikan Aron : “Saudara, jangan tersinggung, saya hanya belum pernah bertemu dengan seorang alkemis muda seperti ini, jadi perkataanku sedikit ceroboh! Saudara, ayo silahkan duduk…..”


Aron juga tidak benar-benar ingin pergi, setelah Lucas meminta maaf, dia pun duduk!


Setelah berkata, dia menatap Aron dengan wajah tersenyum dan berkata : “Kalau boleh tahu bagaimana saya harus menyapa saudara ini?”


“Aron!” Aron berkata dengan enteng.


Namun saat Aron mengatakan namanya, Lucas kembali tercengang, bahkan Budi yang sedang menuangkan teh juga berhenti dan menatap Aron dengan tidak percaya!


​“Lantas, saudara adalah orang yang membunuh Doddy?” Lucas bertanya dengan tidak percaya.


“Iya benar!” Aron tidak heran Lucas bisa mengetahui hal ini.


Setelah membunuh Doddy, akan sedikit aneh kalau Serikat Raja Obat belum mendapatkan kabarnya sampai sekarang.


“Hahaha, benar-benar pahlawan muda!” Lucas tertawa keras : “Apakah Saudara Aron sudah menerima bahan obat yang Serikat Raja Obat kirimkan sebelumnya? Saya sengaja menyuruh orang untuk mengirimkan bahan obat berkualitas, hanya untuk menjalin pertemanan dengan saudara!”


“Tuan Rumah, kamu mengutus seseorang untuk membawaku kemari, bukan hanya untuk berteman denganku kan?”


Aron tersenyum ringan dan menatap lurus ke arah Lucas.


Lucas terkekeh : “Saudara, karena kamu sudah menanyakan pertanyaan itu, saya juga akan berkata dengan jujur, saya ingin formula Pil Peremajaan milikmu, dan kalau saudara tidak keberatan, saya ingin mengundang saudara untuk bergabung dengan Serikat Raja Obat, asalkan saudara bergabung dengan Serikat Raja Obat, maka seluruh Provinsi Canna, bahkan seluruh Negara Arunika, tidak akan ada orang yang berani mengganggu saudara!”


“Tentu saja, apabila saudara memiliki persyaratan jangan ragu-ragu untuk mengatakannya, asalkan saya bisa memenuhinya saya pasti akan memenuhi persyaratan yang saudara ajukan!”


Aron tersenyum, Tuan Rumah Serikat Raja Obat ini berani mengatakan hal sesombong ini, di Negara Arunika yang populasinya mencapai triliunan orang ini, ada begitu banyak orang berbakat, Serikat Raja Obat apa bisa menandingi mereka semua?


Tapi Aron juga tidak membantah, sepasang matanya tertuju ke belakang aula : “Tuan rumah, persyaratanku sebaiknya saya ajukan kepada orang yang bisa membuat keputusan, memberitahumu pun sepertinya kamu tidak akan bisa membuat keputusan!”