ARON

ARON
Mengunjungi Penjabat



“Kamu tidak tahu, Brad sudah terbiasa mengintimidasi di Kota Sanur, meskipun Walikota Aston orang yang jujur, namun karena sibuk bekerja jadi dia tidak terlalu mengerti terhadap urusan Brad, juga tidak ada orang yang pernah memberitahukan kepadanya, jadi dia menjadi seperti sekarang ini, sebaiknya masalah ini saya tanyakan kepada Tuan Kurniawan!”


Setelah berkata, Jhonatan langsung pergi untuk bertanya pada Kurniawan!


“Kamu tidak seharusnya main tangan separah itu, sekarang masalah akan menjadi gawat!”


Nuri menatap Aron dengan tidak berdaya.


“Siapa yang berani menyentuhmu akan kupukuli, termasuk Raja Langit pun tidak boleh!”


Aron menatap Nuri dan berkata dengan serius.


Melihat ketulusan Aron, Nuri merasakan rasa manis di hatinya, lalu melirik tajam pada Aron : “Kamu sebaiknya bersembunyi saja dulu, nanti setelah ayahku mencari Tuan Kurniawan dan masalahnya sudah selesai, kamu baru kembali lagi!”


Nuri mendorong Aron keluar, dia takut Brad akan mencari orang untuk menghabisinya!


Aron hanya pasrah didorong keluar oleh Nuri, dia hanya bisa pulang ke rumah, sumber energi yang ada di Papan Tujuh Bintang masih cukup untuk dipakai berlatih selama sehari, setelah pulang dia juga tidak pergi kemana-mana dan masuk kedalam kamarnya untuk kultivasi!


Keesokan paginya!


Jhonatan menelpon Aron dan meminta Aron untuk datang ke kediaman keluarga Utomo, ini adalah panggilan dari ayah mertuanya, dia tidak boleh mendengarkannya!


Dan saat Aron sampai di kediaman Keluarga Utomo, dia melihat Jhonatan sedang mempersiapkan hadiah sebanyak satu bagasi mobil!


“Aron, saya akan membawamu pergi ke rumah Walikota Aston, untuk berbicara baik-baik dengan Walikota Aston, membayar ganti rugi dan meminta maaf, saya rasa Walikota Aston juga orang yang berlogika dan tidak akan mempersulitmu!”


Jhonatan berkata pada Aron.


Aron awalnya ingin menolak, tapi setelah dia melihat lingkaran hitam di mata Jhonatan, dia pasti menghabiskan sepanjang malam mengkhawatirkan tentang masalah ini, jadi Aron hanya bisa mengangguk!


Nurk awalnya ingin ikut, tapi Juant akut kalau Nuri ikut, dan apabila terjadi konflik, itu tidak akan sebanding dengan konsekuensinya, jadi dia tidak mengizinkan Nuri untuk ikut.


Setelah semuanya disiapkan, Jhonatan menyetir dan pergi kerumah Walikota Aston bersama dengan Aron!


Segera, mobil terhenti didepan bangunan kuno dengan gaya barat, hanya dua lantai dan luasnya lebih dari 200 meter persegi, ini adalah rumah Willy Aston!


Jarang menemukan seorang pejabat yang tinggal ditempat seperti ini, namun didepan bangunan kuno ini terparkir sebuah mobil mewah yang bernilai puluhan miliar, dan sangat tidak cocok dengan gaya rumah ini!


“Setelah masuk, kamu jangan banyak bicara, dan jangan gegabah!”


Jhonatan memperingatkan Aron!


Aron hanya bisa mengangguk.


Setelah bel dibunyikan, tidak lama kemudian ada seorang wanita yang mengenakan celemek membuka pintu, dan orang itu adalah istri dari Walikota Aston, Minner!


“Nyonya Aston, kami datang untuk menemui Pak Asrton!”


Jhonatan yang melihat wanita segera berkata dengan sungkan!


Aron yang mendengarnya sedikit kaget, wanita yang begitu sederhana ini adalah istrinya walikota!


“Jhonatan ya, ayo masuk, Willy sudah memberitahuku…..” Tiara membukakan pintu dan menyambut Jhonatan serta Aron dengan hangat : “Aduh kamu ini, datang bertamu untuk apa membawa begitu banyak barang, kamu juga bukannya tidak tahu watak Willy!”


“Nyonya Tiara, saya membawakan susu, madu, semua barang ini tidak lebih dari satu juta!”


Jhonatan segera menjelaskan!


Willy punya satu aturan, orang yang datang kerumahnya tidak boleh membawa hadiah, walaupun teman atau kerabat datang bertamu, hadiah yang mereka bawa tidak boleh lebih dari satu juta, atau dia tidak akan menerimanya!


Mendengar ucapan Jhonatan, Tiara menerima barang-barang itu : “Jhonatan, kalian berdua duduk saja dulu, Willy sedang membahas sesuatu dengan pebisnis dari Futuwa, sebentar lagi selesai!”