
Mendengar ucapan Erwin, Aron seketika mengernyitkan keningnya dan raut wajahnya menjadi dingin!
“Erwin, kita sekeluarga datang kemari untuk makan, untuk apa kamu membahas temannya Aron? Dia tidak tertarik pada Darrel!”
Wahyu menyadari kalau ekspresi Aron menjadi jelek dan segera berkata pada Erwin.
Meskipun Erwin meremehkan Aron sekeluarga, tapi bagaimanapun Wahyu adalah kakaknya Erwin, Erwin tidak akan berani membantah kata-kata kakaknya!
“Kak, apa maksud perkataanmu? Ada apa dengan Darrel? Bagaimanapun dia lebih hebat dibandingkan dengan Aron kan? Setidaknya Darrel menamatkan pendidikannya, bukan anak yang putus kuliah seperti mu!”
Dora yang mendengar Wahyu mengatai putranya merasa tidak senang.
Kalau Erwin takut untuk menjawab kakaknya, Dora tidak takut!
“Kamu……”
Wajah Wahyu seketika menjadi merah namun tidak bisa membantah, karena Aron memang putus kuliah gara² bermaslaah dengan Ronal 3thn lalu!
Melihat Wahyu yang kesal, Erwin menyeringai dan berkata : “Sudah, jangan ribut lagi, ayo pesan makanan, setelah ini saya masih ada urusan, tidak ada waktu untuk berlama-lama!”
“Erwin, kamu suka makan apa, pesan saja!”
Sheli memberikan menu kepada Erwin!
Erwin bahkan tidak melihatnya dan langsung menunjuk menu itu : “Langsung pesan satu halaman ini saja, saya dengar masakan restoran ini lumayan enak!”
Sheli yang mendengarnya seketika tercengang!
Kalau memesan satu halaman ini, akan semahal apa?
Lagipula mereka hanya beberapa orang, mereka tidak akan bisa menghabiskannya
Melihat Sheli yang tercengang, Gemma tersenyum : “Bibi, apa kamu tidak sanggup mentraktir? Tidak masalah, kalau tidak sanggup katakan saja padaku, saya yang mentraktir juga tidak masalah!”
Wajah Sheli memerah, dia tidak mengatakan apapun, karena kalau memesan semua itu, dia benar-benar tidak sanggup membayar.
“Hanya beberapa hidangan ini, tidak mahal!”
Melihat Aron benar-benar memesan satu halaman menu itu, Erwin sekeluarga tersenyum sinis!
“Kita perjelas dulu, kakakku bilang mau mentraktir tapi kalian tidak mengizinkan, jangan nanti sampai waktunya kalian tidak bisa membayar dan meminta kami yang membayar, pada saat itu kami tidak akan peduli!”
Darrel berkata sambil melirik Aron.
“Tenang saja, makan siang kali ini saya yang traktir tidak perlu kalian mengeluarkan satu sen pun!”
Aron berkata dengan tenang, seolah dia tidak peduli dengan hinaan dari Erwin sekeluarga!
Sesaat itu, suasana didalam ruangan VIP menjadi hening, tidak ada satu orang pun yang berbicara, dan menunggu hidangan mereka dihidangkan dengan canggung!
“Erwin, tadi dirumah kamu bilang kalau kamu mau mencarikan Aron pekerjaan di pemerintahan, coba….”
Sheli memecah keheningan!
“Mencari pekerjaan itu gampang, hanya butuh satu kalimat dariku, kalau Aron hanya bekerja untuk orang juga tidak bisa menjamin masa depan, kalau saya mencarikannya pekerjaan di pemerintahan, itu akan menjamin kehidupannya!” Erwin berkata dengan wajah sombong : “Hanya saja, saya berharap kakak dan kakak ipar tidak akan berebut masalah rumah peninggalan denganku, saya berencana menggunakan tempat itu untuk membangun rumah yang bisa saya tinggali setelah pensiun nanti, dan lagi pula kalian juga tidak akan membangun rumah di rumah peninggalan itu!”
Sheki melirik Wahyu yang hanya melundukkan kepalanya dan tidak mengatakan apapun, Sheli juga menundukkan kepalanya dan berkata : “Kalau bisa mencarikan Aron pekerjaan yang stabil, maka kami tidak menginginkan rumah peninggalan!”
Menurut Sheli, menjadi pegawai negeri jauh lebih baik dibandingkan dan lebih terpandang dibandingkan dengan karyawan swasta, kalau bukan karena suaminya sudah dipecat dia juga tidak perlu bantuan Erwin untuk mencarikan Aron pekerjaan.
Melihat Sheli setuju, Wahyu juga gembira dan seketika tertawa!
“Ibu, saya tidak mau menjadi pegawai negeri, dan lagi pula untuk rumah peninggalan, kita harus mendapatkan bagian yang seharusnya kita dapatkan!”
Aron segera menghentikan Sheli.
“Aron, rumah peninggalan itu sudah sangat bobrok, sudah tidak ada gunanya, kamu jangan ikut campur, biarkan paman keduamu mencarikanmu pekerjaan yang stabil agar kedepannya kamu bisa hidup dengan baik!”
Sheli memelototi Aron dan menyuruhnya untuk tidak ikut campur!