ARON

ARON
Si Billy yang sombong



“Ayah, Ibu, saya pulang…”


Lissa baru selesai berkata, dan suara Aron sudah terdengar!


Mereka yang mendengar suara Aron langsung bergegas menyambut!


Aron juga kebingungan melihat rumahnya kedatangan banyak orang!


“Aron, kamu tidak apa-apa kan….”


Sheli bergegas menghampirinya dan meraba-raba untuk memastikan Aron tidak terluka!


“Bu, saya tidak apa-apa, saya baik-baik saja, hanya saja saya sangat lapar, saya belum makan!”


Aron berkata sambil tersenyum.


“Syukurlah kalau tidak apa-apa, syukurlah, ibu akan menyiapkan makanan untukmu…”


Sheli berkata dengan bahagia “Sheli, saya akan ikut denganmu….” Lissa memapah Sheli menuju dapur!


“Paman Denny….” Aron menyapa Denny!


“Aeon, kamu benar-benar tidak apa-apa kan?” Denny menatap Aron : “Mona pulang dan memberitahukan kepada kami, saya rasa ada yang aneh, karena saya tahu mobil Porsche itu adalah milik Tuan Muda keluarga Jhonson, dan kamu juga pernah berurusan dengan Ronal, dia pasti tidak akan membiarkanmu begitu saja, namun sayangnya semua kenalanku tidak ada yang berani menyinggung keluarga Kintan, hanya bisa ikut mengkhawatirkanmu saja….”


“Paman Denny, tidak apa-apa, saya tidak kenapa-kenapa kok, terima kasih atas perhatiannya Paman Denny….”


Aron merasa sangat tersentuh atas perhatiannya Denny!


“Kalau tidak apa-apa, kami pamit dulu, sudah larut juga….”


Denny berkata dan beranjak pergi dengan Mona.


Meskipun Mona tidak mengatakan apapun, hanya saja Aron menyadari tatapan mata Mona terlihat mengkhawatirkannya!


Aron langsung beristirahat setelah selesai makan, Lissa juga pergi setelah beristirahat sejenak!


Keesokan harinya, Aron kembali ke Perumahan Bumi Sejuk dan berlatih seharian, meskipun perkembangannya tidak banyak tapi itu lebih baik daripada tidak sama sekali!


Hari senin, saat bekerja, Aron baru saja sampai di departemen pemasaran dan menyadari kalau suasana didalam terasa aneh!


“Biasanya, setiap hari Senin Pak Junio akan meminta kita untuk rapat bersama, kenapa hari ini tidak terdengar kabar apapun?”


“Benar, saya sudah 3 tahun bekerja disini, rapat hari Senin tidak pernah terlewatkan sekalipun, apa yang terjadi hari ini?”


“Apakah Pak Junio sakit?”


Para karyawan departemen pemasaran sibuk bergosip.


​Billy saja!”


Mona berkata kepada mereka semua!


Segera, Billy kembali dengan sebuah dokumen ditangannya!


“Pak Billy, apa yang terjadi pada Pak Junio?”


“Benar, sepertinya hari ini saya belum melihatnya!”


“Jumat lalu saya dengar Pak Junio sudah pulang sebelum jam pulang kerja….”


Mereka bertanya pada Billy.


“Pak Junio dipecat, dan sudah meninggalkan perusahaan….”


Billy berkata dengan raut wajah sedih.


Karena bagaimanapun dia sudah mengikuti Junio untuk beberapa waktu, Billy juga tidak jarang mendapatkan keuntungan dari Junio, dia juga mengandalkan kontrak yang berhasil ditandatangani oleh Aron untuk mendapatkan keuntungan dan meminta jabatannya dipromosikan menjadi manajer pembelian, tapi sekarang Junio dipecat, harapannya pun pupus!


​“Hah? Kenapa? Lalu siapa yang akan menjabat menjadi Direktur perusahaan?”


“Ini terlalu tiba-tiba, bahkan kabarnya pun tidak terdengar!”


“Benar, sekarang Pak Junio sudah pergi, kalau orang lain yang datang takutnya kita akan dipersulit!”


“Petinggi baru selalu memamerkan kekuasaan, kita tunggu saja penderitaan kita!”


Mereka yang mendengar kabar itu segera mendiskusikannya!


“Diam kalian semua!” Billy mengamuk, dia memang sudah kesal sejak awal, dan sekarang para bawahannya malah sibuk menggerutu!


Mereka semua diam dan menatap Billy dengan tenang!


“Tidak peduli siapapun Direktur barunya, departemen pemasaran harus sepemikiran, dengan begitu mereka tidak akan bisa menganiaya kita….”


Billy takut kalau direktur baru akan mempersulitnya, jadi dia mengajak departemen pemasaran untuk bersatu! “Benar, kita dengarkan saja Pak Billy, pasang surut tetap bersama…”


“Pak Billy instruksikan saja apa yang harus kami lakukan, kami hanya akan menurutimu!”


“Pak Billy tenang saja kami hanya mendengar perintahmu seorang….


Para karyawan departemen pemasaran tidak berhenti menyanjung Billy!