ARON

ARON
Memberikan Benda Pusaka Kepada Wenny



“Paman guru……”


Wenny berlari ke arahnya dan memeluk Pemimpin Wu Wei dengan erat!


“Wenny, kamu tidak apa-apa kan?” Pemimpin Wu Wei bertanya dengan cemas.


“Saya tidak apa-apa, saya tidak apa-apa, tapi ayahku……..”


Saat membahas ayahnya, Wenny kembali menangis tersedu-sedu!


“Huft……….”


Pemimpin Wu Wei menarik nafas!


Aron maju dan menarik Pemimpin Wu Wei untuk berdiri, dia menyemburkan energi spiritual ke tubuh Pemimpin Wu Wei agar dia memiliki tenaga untuk sementara!


“Terima kasih Tuan Aron, anda adalah penyelamatku, saya tidak akan melupakan budi ini…..”


Pemimpin Wu Wei berkata dan ingin bersujud kepada Aron, sedangkan Wenny juga ikut berlutut!


Aron segera mengulurkan tangannya dan meraih mereka berdua, tidak membiarkan mereka bersujud padanya, dan berkata : “Pemimpin Wu Wei terlalu sungkan, bisa bertemu adalah takdir, belum lagi Wenny juga sudah banyak membantuku!”


Kalau bukan karena tubuh kristal esnya Wenny, kemajuan kultivasi Aron tidak akan secepat ini, hawa dingin yang ada di dalam tubuh Wenny sangat membantu Aron dalam kultivasinya!


Tiga orang itu kemudian menuruni gunung dan kembali ke Yayasan Sahara, pada saat ini Yayasan Sahara sudah dibersihkan dan tidak tersisa satu orang pun lagi, hanya saja lahan kosong di belakang aula utama terlihat belasan gundukan makam!


Melihat aula kosong, melihat kuburan dingin di belakang, Wenny kembali menangis!


Karena bagaimana pun semua yang dimakamkan di sana adalah kakak dan adik seperguruannya sendiri, beberapa kakak seperguruan itu melihat bagaimana dia tumbuh besar, dan sangat menjaganya, namun sekarang mereka semua sudah menjadi mayat.


Saat berada di makam terbesar yang ada di barisan paling depan, sekujur tubuh Wenny seketika gemetaran dan dia berbaring di makam itu dan mencakar dengan erat.


“Ayah, ayo keluar, ayah ayo keluar, saya Wenny, ini saya Wenny, cepat keluar dan lihat saya, ayo lihat saya………”


Wenny mencakar dengan sekuat tenaga, dan segera jari-jarinya mulai berdarah.


Setelah lebih dari setengah jam Wenny akhirnya kembali tenang dan mulai menerima kenyataan.


“Pemimpin Wu Wei, Wenny, bagaimana rencana kalian selanjutnya? Kalau kalian membutuhkan tempat untuk tinggal, saya bisa mengaturkannya di Kota Sanur!”


Sekarang Yayasan Sahara sepertinya tidak akan bisa ditinggali lagi, Wenny hanya seorang diri dan tidak memiliki siapa pun lagi, oleh karena itu Aron ingin bertanya kepada mereka berdua bagaimana rencana mereka selanjutnya!


Pemimpin Wu Wei tidak mengatakan apapun dan hanya menatap Wenny dengan kasihan!


Wenny juga menatap Pemimpin Wu Wei lalu berkata : “Sekarang saya hanya memiliki Paman guru sebagai keluargaku satu-satunya, kemana pun Paman Guru pergi saya akan ikut!”


“Tuan Aeon, Anda tidak perlu khawatir lagi, saya akan membawa Wenny berkeliling dunia dan selama ada saya, tidak akan ada orang yang bisa menyakitinya lagi!”


Kata Pemimpin Wu Wei setelah melihat Wenny bersedia ikut dengannya.


“Baiklah, kalau begitu saya juga tidak akan memaksa!” Aron berkata sambil mengeluarkan Papan Tujuh Bintang : “Wenny, bawalah Papan Tujuh Bintang ini, saat hawa dinginmu kembali menyerang, gunakan saja Papan Tujuh Bintang ini untuk menyerap hawa dingin itu keluar dari tubuhmu sendiri, selama kamu tidak pergi ke tempat dengan energi yin yang terlalu berat, energi yin dalam tubuhmu tidak akan muncul kembali dalam waktu singkat”


Aron menyerahkan Papan Tujuh Bintang itu kepada Wenny!


“Kak Aron, ini…..ini adalah benda pusaka milikmu, saya tidak boleh mengambilnya!”


Wenny tahu kalau Papan Tujuh Bintang ini adalah benda pusaka, saat itu Aron membunuh Riko juga untuk mendapatkan Papan Tujuh Bintang ini!


“Benda pusaka apanya, di tanganku juga tidak ada gunanya, tapi kalau kamu yang menggunakannya ini mungkin bisa menyelamatkan hidupmu, tunggu sampai kekuatanku sudah memadai dan kalau kita berjodoh dan bertemu lagi, saya pasti akan memberi kesempatan besar kepadamu!”


Aron tersenyum dan mengelus kepala Wenny dengan lembut!


Wenny tidak mengatakan apapun lagi, dan memeluk erat Papan Tujuh Bintang itu!


Setelah menuruni gunung, tiga orang itu berpisah, melihat punggung Pemimpin Wu Wei dan Wenny, Aron tidak tahu, keputusannya memberikan Papan Tujuh Bintang kepada Wenny membuat dirinya sendiri lolos dari beberapa ancaman kematian di masa depan!