ARON

ARON
Malu Hati



Dia bergegas menghampiri Aron, Hary membungkuk dan berkata : “Pak Aron, saya mewakili adik iparku untuk meminta maaf padamu, dia baru bekerja dan belum tahu apa-apa, saya harap Pak Aron berbesar hati….”


Melihat Hary yang begitu merendah dan meminta maaf pada Aron, Billy dan yang lainnya tercengang!


“Kalian tidak salah? Dia menerobos masuk kemari, menabrak mobil orang, dan memukuli adik iparmu, tapi kamu malah merendah padanya? Bagaimana cara developer seperti kalian melayani orang?”


Billy bertanya pada Hary.


“Benar, tadi kami datang untuk melihat rumah dan membeli rumah, petugas keamanan kalian malah tidak mengizinkan kami masuk, sekarang kalian malah begitu sopan kepada orang yang menerobos masuk, saya seketika meragukan kemampuan kalian sebagai developer, dia hanya seorang mantan narapidana, kenapa kamu begitu merendah padanya? Apa kalian benar-benar menganggapnya sebagai penghuni!. Ivanna mendengus dingin!


“Kalau dia sanggup membeli rumah disini, dia juga tidak akan mengendarai sebuah accord tua, berani mengaku kalau rumah diatas gunung itu adalah miliknya, dia hanya membual, saya sangat kenal dengannya, dia bekerja di perusahaan kami dan saya atasan langsungnya, dia ini hanya bisa membual!”


Billy terus berkata kepada Hary!


Hary menatap Billy dan Ivanna, lalu menatap Aron, dia tidak tahu apa hubungan mereka dengan Aron, tapi karena Billy dan Ivanna terus menghina Aron, bisa dipastikan kalau mereka bukan temannya Aron!


Melihat Aron juga tidak mengatakan apa-apa, Hary tidak tahan lagi dan berkata kepada Billy dan Ivanna : “Pak Aron memang penghuni disini, vila diatas gunung itu adalah miliknya…”


Perkataan Hary sukses membuat Billy dan Ivanna tercengang, bahkan Mona juga ikut tertegun!


“Pak Hary, keluarga Utomo adalah pemilik vila diatas gunung, saya yang mengurus surat-suratnya Fitri bertanya kepada Hary dengan wajah yang kebingungan.


“Kamu tidak salah? Vila diatas gunung itu bernilai triliunan, seorang staf pemasaran yang mengendarai accord tua seperti dia merupakan penghuni vila itu? Memukuliku sampai mati pun saya tidak akan percaya…”


“Manajer developer sepertimu sangat tidak memenuhi syarat, siapa yang membeli rumahmu saja kamu tidak tahu? Kamu lihat-lihat Aron ini, apa dia terlihat seperti seseorang yang bisa membeli vila itu?”


Melihat mereka terus bertanya balik, Hary hanya mendengus : “Sepertinya, kalian lebih tahu dibandingkan saya yang merupakan manajer developer disini ya? Saya beritahu ya, pemilik vila diatas gunung itu memang keluarga Utomo, tapi sekarang itu sudah menjadi milik Tuan Aron, kalau kalian tidak ada urusan lagi, silahkan keluar dari sini, kalian tidak lagi diizinkan untuk masuk ke area perumahan kami….”


Perkataan Hary membuat Billy dan yang lainnya tercengang, mengatakan Aron memiliki vila bernilai triliunan, dipukuli sampai mati pun tidak ada yang percaya.


“Pak Hary, apakah saya sudah boleh pergi?”


Aron tidak ingin menghabiskan waktunya untuk berdebat dengan Billy dan yang lainnya, dia ingin segera latihan.


“Tentu saja boleh, maaf mengganggu waktunya Pak Aron, saya meminta maaf…”


Hary segera bersikap penuh hormat, dan membantu Aron membukakan pintu mobilnya!


Aron mengendarai accord tuanya yang sudah hancur menuju keatas gunung, saat melewati Billy dan


“Saya tidak percaya, saya tidak percaya, dia tidak mungkin mempunyai vila, saya mau ikut keatas dan melihatnya sendiri, dia pasti membual….”


Billy berteriak seperti orang gila!


Sedangkan Mona melihat mobil Aron yang semakin lama semakin jauh, merasa wajahnya sangat panas, sudah sampai pada tahap seperti ini, kalau begitu Aron memang tidak membual, karena dia tidak percaya kalau Hary akan bersandiwara bersama dengan Aron!