
Nuri sedang memberi makan ikan-ikan di kolam, termenung!
“Nuri, dua hari tidak berjumpa dengan Aron, mengapa jadi linglung?”
Jhonatan Utomo melihat kondisi Nuri, tersenyum berkata mengoda anaknya.
“Ayah, apa yang kamu bicarakan, saya tidak ingin berjumpa dengannya!”
Nuri membantahnya, tapi begitu selesai berbicara, mulutnya mengerucut: “Dasar Aron, saya tidak mencarinya, dia tidak mencariku juga!”
Jhonatan tertawa, tidak bersuara, dia mengerti putrinya, apa yang dipikirkan Nuri, Jhonatan tahu semuanya!
Saat ini, Aron berjalan mendekat!
Setelah melihat Aron, dengan ekspresi girang Nuri bergegas menyambutnya: “Aron, kamu datang mencariku?”
Melihat Nuri yang berlari mendekatinya, Aron menggeleng: “Saya mencari Paman untuk mendiskusikan suatu hal!”
Mendengar ini, ekspresi Nuri langsung berubah, melototi Aron dengan galak!
Aron tertawa: “Saya hanya bercanda denganmu, tentu saja saya mencarimu.”
Nuri memukul bahu Aron dengan galak: “Siapa sudi dicari olehmu!”
Selesai berbicara, Nuri langsung berlari pergi!
“Hahaha, Aron, duduk di sini!”
Jhonatan tertawa terbahak-bahak, melambaikan tangannya pada Aron!”
Aron dan Jhonatan duduk di dalam gazebo, lalu dia menceritakan tentang Pil Peremajaan pada Jhonatan, yang langsung menyetujuinya tanpa ragu, dan juga memerintah bawahannya membentuk sebuah departemen khusus promosi!
Lagipula Aron adalah calon menantunya, menantu telah mengajukan permintaan, sebagai seorang mertua, bagaimanapun harus membantunya!
Aron dan Jhonatan berbincang sampai siang hari, awalnya Jhonatan ingin Aron makan siang dulu baru pergi, tapi Aron terburu-buru pulang untuk meracik Pil Peremajaan, sehingga dia tidak menahannya!
Nuri menunggu Aron menemaninya mengobrol setelah selesai berbincang dengan ayahnya, saat melihat Aron pergi, dia berseru marah!
Tiga hari berturut-turut Aron tidak keluar dari rumah, jika bukan sedang kultivasi, maka sedang meracik Pil Peremajaan, secara berkala Jekson akan membawakan bahan baku herbal untuknya, untung saja yang diperlukan Pil Peremajaan hanya bahan-bahan yang biasa saja, tapi meskipun begitu, bahan baku herbal di kota Sanur sudah hampir habis dibeli oleh Jekson, terpaksa harus pergi ke kota lain untuk berbelanja!
“Ronal, bisakah kamu melakukan sesuatu? Sudah tiga hari, kamu tidak bertindak sedikitpun?”
Duduk di dalam Rolls Roys, sebelah tangan Erick merangkul Santi, tangan lainnya menggenggam ponsel, mengaum marah pada Ronal!
Sudah lewat tiga hari, dia meminta Ronal menculik Nuri, tetapi tidak ada gerakan sama sekali!
Saat ini Ronal merasa serba salah, mengeluh di ponsel: “Tuan Erick, saya…saya juga tidak berdaya, beberapa hari ini Nuri sama sekali tidak keluar dari rumah, tidak ada kesempatan, tidak mungkin saya langsung pergi ke rumahnya dan menculiknya!”
“Keparat, saya tidak peduli, kamu tidak bisa memikirkan cara membuatnya keluar dari rumah? Jika tidak mampu, saya tidak memakaimu lagi, orang tak berguna…”
Erick mengamuk, hal sepele seperti ini tidak mampu dilakukannya, dia merasa sudah meninggikan kemampuan Ronal!
“Jangan jangan jangan…” Ronal berseru panik dan segera berkata yakin: “Tuan Erick, tenang saja, hari ini saya pasti akan menculik Nuri, tapi saya memerlukan bantuan Santi!”
“Bagaimana dia membantumu?” Erick terkejut!
“Tuan Erick, biarkan Santi menelepon Nuri, mengajaknya bertemu, katakan saja mengenai Aron, Nuri pasti akan tertipu, sampai waktunya kita akan diam-diam menculiknya!
Ronal menjelaskan!
Erick melirik Santicyang berada di sampingnya, lalu berkata: “Baik, saya akan mengantarnya ke sana!”
Setelah mengantar Santi ke sana, lalu segera pergi, dia tidak boleh terlihat bersama-sama dengan Ronal, lagipula perihal penculikan Nuri, lebih baik jika dia tidak terlibat!
“Berikan nomor telepon Nuri padaku!”
Santi melirik Ronal sambil berkata arogan!