
Di depan pintu hotel, Victor sedang mondar mandir dengan cemas!
Saat melihat Aron kembali, Victor bergegas menyambutnya : “Tuan Aron, kamu tidak apa-apa kan?”
“Tidak apa-apa, kenapa?”
Aron menatap Victor dengan bingung dan bertanya padanya.
“Baguslah kalau tidak apa-apa!” Victor menghela nafasnya dengan lega : “Tuan Rumah Serikat Raja Obat itu sangat mendominasi, saya khawatir Tuan Aron akan mendapat masalah di sana!”
Aron yang mendengarnya tersenyum ringan : “Tidak ada orang yang bisa mencari masalah denganku, tidurlah!”
Setelah berbicara, Aron mengeluarkan Pil Peremajaan Ekstra dan melemparkannya pada Victor lalu berkata : “Minumlah pil obat ini, semoga di Pertemuan Seni Bela Diri kali ini kamu bisa memenangkan kejuaraan!”
Victor melihat pil obat itu dan tidak terlalu memikirkannya, lalu bertanya dengan kaget : “Apakah Tuan Aron tidak ingin berpartisipasi? Saya dengar hadiah kejuaraan kali ini adalah bahan obat berusia ratusan tahun!”
Aron menggelengkan kepalanya : “Tidak berpartisipasi lagi, saya akan memberi kalian sedikit harapan!”
Awalnya Aron ingin berpartisipasi tapi sekarang dia sudah tertarik pada seluruh bahan obat yang dimiliki oleh Serikat Raja Obat, hanya sebuah bahan obat berusia ratusan tahun tidak lagi menarik perhatian Aron!
Wajah Victor kegirangan : “Terima kasih Tuan Aron sudah memberi kesempatan!”
Victor mengira Aron melakukan hal ini karena ingin memberikan gelar kejuaraan padanya!
Dan saat Aron hendak kembali ke hotel, tiba-tiba ada seseorang yang berteriak dari belakangnya : “Aron…”
Aron menoleh dan mengernyitkan keningnya : “Kenapa kalian kemari? Bukankah saya sudah bilang kalian tidak boleh kemari?”
Yang datang adalah Nuri dan Lina, Jekson berada di belakang sambil membawakan tas mereka!
Jekson terlihat tidak berdaya.
“Bukan urusanmu!” Nuri menatap Aron dan berkata : “Kami terlalu bosan di Kota Taka, jadi apa salahnya kami bermain kemari selama beberapa hari? Kamu tidak mencari gadis lain di belakangku kan?”
Aron terdiam mendengar pertanyaan Nuri lalu berkata : “Saya takut kalian berada dalam bahaya kalau datang kemari, lagi pula hotel di sini sudah penuh, kalian sepertinya tidak akan punya tempat untuk tinggal!”
“Tenang saja, saya sudah menemukan hotel sejak awal, meskipun Keluarga Prata tidak lagi seperti dulu, tapi masih memiliki kemampuan untuk memesan dan mendapatkan hotel di perkampungan seperti ini!”
LIna angkat bicara.
Aron tidak bisa berkata-kata lagi, tapi yang Lina katakan ada benarnya, dengan kemampuan Keluarga Prata di Kota Taka, memesan sebuah kamar hotel bukanlah masalah, bagaimana pun orang tua Lina adalah pejabat di Kota Taka!
Setelah membantu Nuri dan Lina menyelesaikan prosedur menginap, Aron kembali untuk beristirahat, awalnya dua gadis itu berencana pergi berkeliling dan berbelanja malam, tapi Aron menghentikannya, sudah malam dan Aron benar-benar tidak ingin menemani mereka berjalan-jalan, lagi pula ada banyak ahli bela diri di sini, dan semuanya sangat kasar, Aron tidak ingin menimbulkan masalah yang tidak perlu!
Di tengah malam, Aron yang sedang tidur nyenyak dibangunkan oleh suara langkah kaki yang tergesa-gesa di jalan, dia bangkit dan melihat melalui jendela, dan menemukan seorang gadis yang sedang berlari dengan putus asa, dan beberapa orang mengejarnya di belakang!
Orang ini diam-diam dan tidak mengeluarkan suara, hanya berlari dengan sekuat tenaga, melihat adegan ini Aron berencana kembali tidur lagi, tidak peduli apa konflik orang lain, itu bukan urusannya, dan Aron bukan penyelamat, dia tidak ingin menjadi penyelamat!
Namun saat Aron hendak berbaring dan kembali tidur, dia merasakan energi spiritual yang samar keluar dari tubuh gadis itu, energi spiritual ini terasa sangat familiar baginya, rasa familiarnya seperti saat dia memegang liontin giok peninggalan ibunya itu!
Aron membuka jendela, melompat turun dan mengikuti dari belakang!
Segera, gadis itu terpojok di sebuah gang, dia memegang sesuatu dengan erat di tangannya, dan menatap beberapa orang yang mengejarnya dengan ngeri!