
“Tuan Aron, ternyata Anda benar-benar kemari, saya senang sekali, ayo silahkan duduk…”
Chester bergegas menarik kursi dan mempersilahkan Aron untuk duduk
Chester yang begitu ramah membuat Aron sedikit bingung, meskipun dia berpesan pada Jekson untuk memberitahukan kedatangannya, tapi tidak perlu sampai seperti ini kan!
“Pak Chester, apa….apa kamu mengenalku?”
Aron bertanya dengan kebingungan.
“Tentu saja, saya juga hadir di pertemuan Tuan Kurniawan, bahkan aksi Tuan Aron malam itu juga masih saya ingat dengan jelas, Roney berani bersikap kurang ajar pada Tuan Kurniawan, akhirnya tersungkur hanya dengan satu tendangan dari Tuan Aron…..”
Chester teringat malam pertemuan itu, hatinya sangat bersemangat!
Waktu itu Roney beserta dengan anggota Geng Serigala Api datang dan menakuti hadirin, bagaimanapun mereka semua adalah pebisnis, mereka tidak pernah berada dalam situasi mencekam seperti itu.
Kemudian Aron muncul dan menghabisi Roney, hal itu membuat semua orang langsung memuja Aron!
Melihat Chester membahas kembali masalah perjamuan Kurniawan, Aron tersenyum, dia akhirnya mengerti kenapa Chester bersikap begitu ramah padanya!
Kalau tahu seperti ini, dia tidak akan repot-repot berpesan pada Jekson, dia bisa datang langsung saja!
“Sekarang saya hanyalah seorang staf pemasaran biasa, saya datang untuk menegosiasikan masalah kerja sama, masalah yang sudah berlalu tidak perlu dibahas lagi….”
Aron berkata dengan sangat merendah!
“Baik, baik…” Chester menganggukkan kepalanya dan segera memanggil sekretarisnya : “Jenny, mana kontrak yang saya minta kamu siapkan?”
“Sudah Pak….” Jenny segera membawakan kontrak itu kedalam ruangan!
“Tuan Aron, dilihat dulu, kalau Tuan Aron rasa ada yang tidak cocok, bisa diganti….”
Chester menyerahkan kontrak itu pada Aron!
Aron mengambil kontrak itu dan tidak melihatnya lagi : “Tidak perlu dilihat lagi, saya percaya pada Pak Chester….”
“Kalau begitu, kita langsung tanda tangani saja…”
Chester bergegas mengambil pena dan menyerahkannya kepada Aron!
Tapi pada saat Aron mau menandatangani kontrak itu, Ronal dan Santi menerobos masuk!
“Tuan Muda Ronal?” Chester mengernyitkan keningnya dan menatap Ronal!
Meskipun Ronal menerobos masuk dengan tidak sopan, Chester juga tidak mengatakan apa-apa, karena bagaimanapun Laurents Cosmetic tidak bisa mengalahkan kekuatan yang dimiliki oleh Keluarga Jhonson!
Meskipun dalam industri kosmetik, Laurents Cosmetic termasuk perusahaan yang paling besar, tapi Keluarga Jhonson bergerak diseluruh industri, mereka juga merupakan grup yang bergerak diberbagai bidang!
“Pak Chester, saya datang untuk menegosiasikan kontrak denganmu, saya ingat terakhir kali kita mendiskusikan kontrak ini sepertinya tidak ada masalah, kenapa tiba-tiba kamu malah menanda tangani kontrak dengan orang lain?”
Raut wajah Ronal menjadi sangat dingin!
“Tuan Ronal, kami sudah mempertimbangkannya dari berbagai aspek, dan merasa akan lebih baik apabila bekerja sama dengan PT Damai Kimia, karena kita semua juga pebisnis, tentu akan mementingkan keuntungan….”
Chester menjelaskan sambil tersenyum!
“Sialan, kamu kira saya ini gila?” Ronal memelototi : “PT Damai Kimia mengutus seorang staf biasa, dan kamu langsung tanda tangan kontrak dengannya, apa mereka menyogokmu? Saya kemari mewakili Keluarga Jhonson, saya datang langsung saja sudah sangat memberi muka padamu, jangan tidak tahu diri….”
Ronal mengamuk, awalnya dia kemari untuk menghina Aron, tapi tidak disangka malah dia yang menjadi badut, kalau Aron berhasil menanda tangani kontrak dengan Laurents, mau ditaruh dimana mukanya?
Mendengar Ronal berkata demikian, senyuman di wajah Chester juga sirna.
“Tuan Ronal, tolong jaga bicaramu, Laurents Cosmetic ini adalah perusahaanku, saya mau bekerja sama dengan siapa juga tidak menjadi urusan Keluarga Jhonson, tidak peduli sekuat apa kalian!”
Chester juga tidak segan segan lagi, raut wajahnya seketika menjadi dingin!
Ronal tercengang, dia tidak menyangka Chester berani berkata seperti itu padanya!
“Kamu berani berkata seperti itu padaku?” Ronal mengernyitkan keningnya, raut wajahnya memucat : “Percaya tidak kalau dalam waktu satu bulan, saya akan membuat perusahaanmu ini tidak bisa bertahan di Kota Sanur…
Ronal seketika kehabisan cara karena ancamannya tidak berguna!
“Pak Chester, Pak Chester….” Saat itu, dari luar terdengar suara Martin yang menghampiri dengan panik : “Sekarang dalam aspek produksi maupun pemasaran, perusahaan kita akan lebih baik apabila bekerja sama dengan Keluarga Jhonson, keuntungan yang didapat akan lebih besar….”
Martin sudah menerima sogokan dari Keluarga Jhonson, kalau kontraknya tidak berhasil ditanda tangani oleh mereka, dia harus mengembalikan uang yang sudah dia terima, dan Ronal bisa saja membocorkan hal ini!
“Martin, sejak kapan kamu mulai berhak mengatur masalah kontrak kerja sama? Jangan lupa, kamu hanyalah seorang manajer, tidak ada hakmu untuk bersuara disini….”
Chester berteriak pada Martin.
Martin yang terkejut seketika tidak berani bersuara lagi, dia hanya bisa berdiri dengan patuh disamping!
“Kamu mati-matian merekomendasikan Keluarga Jhonson sebagai mitra kerja sama, apa kamu menerima sogokan dari mereka?” Aron tiba-tiba bertanya pada Martin.
“Sembarangan, jangan memfitnah orang, siapa yang menerima sogokan, saya memang merasa karaktermu jelek, karakter karyawan itu mencerminkan perusahaannya…”
Martin memaki Aron!
Chester yang berada disampingnya seketika tercengang, keringat dinginnya tidak berhenti bercucuran!
Aron itu siapa, dia sendiri sangat jelas, tidak disangka Martin malah berani memaki Aron?
Bajingan sialan itu sama saja mencari mati!
Chester dari tadi mengkhawatirkan kalau dia akan menyinggung perasaan Aron karena pelayanan yang buruk, dan benar saja, saat ini bawahannya berani memaki Aron!
“Bajingan, kamu berani berkata seperti itu
pada Tuan Aron? Berlutut!”
Chester menendang Martin dengan keras sambil berteriak!
Martin kebingungan, dia menatap Chester dengan tatapan tidak percaya : “Pak…Pak Chester, dia hanya seorang staf pemasaran biasa, kenapa….kenapa kamu menendangku?”
“Bajingan, kusuruh berlutut, ya berlutut, tidak punya telinga ya….”
Chester kembali menendang Martin dengan keras, mulutnya tidak berhenti mengumpat, tapi dalam hatinya sudah sangat ketakutan!
Kalau Aron sampai marah, tidak hanya Jekson, atau Tuan Kurniawan, sekalipun hanya Keluarga Utomo, mereka semua dapat menghancurkan perusahaannya dengan mudah!
Martin yang ditendang dengan keras, terjatuh dan bersujud!
“Tuan Aron, maafkan didikanku yang tidak benar sehingga menyinggungmu, sekarang juga saya akan memecatnya, mengenai sogokan yang dia terima, saya juga akan memeriksanya...
Chester meminta maaf kepada Aron sambil bercucuran keringat dingin!
“Chester, kamu salah makan obat ya? Aron ini hanya seorang mantan narapidana, kenapa kamu malah merendah padanya, yang sepertimu masih bisa menyebut diri sendiri bos perusahaan besar, bajingan memalukan….”
Ronal yang melihat Chester begitu hormat pada Aron, merasa kesal dan berkata dengan jijik!
Chester menatap Ronal dengan dingin, dia juga tidak menjelaskan apapun, karena Ronal belum tahu kemampuan Aron, jadi dia membiarkannya menyombongkan diri, hanya saja Chester percaya kalau Keluarga Jhonson hanya bisa sombong untuk beberapa hari kedepan.
Meskipun Keluarga Jhonson sangat hebat, tapi kalau dibandingkan dengan Jekson, Indrawan dan Keluarga Utomo yang berada di pihak yang sama, mereka tidak ada apa-apanya!
“Pak Chester, kita lanjutkan saja tanda tangan kontrak kita, saya tidak ingin ada orang yang mengganggu…”
Aron berkata dengan tenang!.
“Baik!” Chester mengangguk dan memanggil sekretarisnya : “Jenny, antarkan tamu keluar, kalau ada yang tidak mau keluar, panggil petugas keamanan….”
Jenny mengangguk dan berkata pada Ronal : “Tuan Muda Ronal, silahkan….”
Ronal menatap Chester dengan marah, namun Ronal juga menyadari kalau dia bersikeras tidak mau pergi, itu hanya akan mempersulit dirinya sendiri, jadi dia menarik Santi menuju arah keluar, hanya saja, pada saat sampai di pintu, dia berhenti dan menoleh : “Chester, tunggu saja, saya punya sepuluh ribu cara yang akan membuatmu menyesal….”
Setelah Ronal dan Santi pergi, Chester juga berkata pada Martin yang masih berlutut : “Kamu juga enyah dari hadapanku sekarang, setelah ini saya akan membuat perhitungan denganmu..!!