
Pada saat ini, Yenni sedang mencari Aron, dan sedang berdiri sangat dekat dengan Adon, melihat mereka yang begitu akrab, Junio mengernyitkan kening : “Pak Billy, siapa wanita itu?”
Billy bergegas melihat kearah Yenni yang ditunjuk oleh Junio dan menjawab : “Pak Junio, itu adalah pacar Aron, namanya Yenni, dia baru mulai bergabung hari ini!”
“Pacarnya Aron?” Junio tercengang!
Melihat ekspresi Junio, Billy juga ikut terkejut, dia mengangguk pelan : “Iya benar, pacarnya Aron!”
Segera, Junio yang terkejut langsung tersenyum sinis : “Cari kesempatan untuk memotret mereka berdua saat sedang bermesraan, lalu kirimkan padaku, tapi jangan sampai ketahuan…”
“Baik!” Billy mengangguk.
Junio kemudian pergi dengan hati yang senang, sedangkan Billy merasa bingung, dia tidak tahu sejak kapan Junio mempunyai hobi semacam ini!
“Kak Aron, piutang terbanyak yang tercatat dalam tim kita saat ini adalah Pak Tantono, dia berhutang hampir 1 miliar, dan sudah berhutang selama dua tahun, sudah banyak anggota pemasaran yang pergi menagih tapi tidak ada satu pun yang berhasil menagih padanya, bahkan dengar-dengar ada seorang sales yang dilempar keluar!”
Rico yang duduk ditempat duduknya menunjuk sejumlah piutang yang tercatat didalam komputernya!
Aron melirik jam lalu mengangguk : “Kalau begitu kita datangi dia langsung, kalau pergi menagih sekarang, kita akan pulang tepat sebelum jam makan!”
“Kita pergi menagih berdua?” Rico terkejut.
“Tentu saja, kalau tidak harus membawa berapa banyak orang?” Aron tercengang!
“Kak Aron….” Rico ketakutan, wajahnya serba salah : “Kak Aron, dengar-dengar Pak Tantono ini pernah menjadi anggota mafia, dan sekarang sudah bertobat lalu membuka sebuah perusahaan, namun bawahannya masih tetap banyak, kalau kita berdua yang pergi, pasti akan dipukuli, banyak sales yang sudah dipukuli oleh mereka, bahkan katanya ada seorang sales wanita yang kesana berakhir dimainkan oleh mereka sampai hamil….”
“Kamu takut?” Aron menatap Rico dan bertanya dengan serius.
“Saya……” Rico tidak tahu harus menjawab apa, dia memang takut, tapi bertemu pelanggan semacam itu siapa yang tidak takut?
“Ini adalah pekerjaanmu, kalau kamu takut maka jangan bekerja, ada beberapa hal yang tidak akan pernah kamu ketahui sebelum kamu coba…”
Selesai berkata, Aron langsung mencetak data piutang milik Pak Tantono dan berjalan keluar!
“Kak Aron….”
Melihat Aron yang beranjak pergi, Yenni mengejarnya!
Dia tahu kalau Billy menugaskan Aron untuk menagih hutang, jadi Yenni berniat membantu Aron!
Sifat Aron terlalu gegabah, Yenni takut kalau dia akan berkonflik dengan mereka!
“Kamu mau pergi menagih hutang ya?” Yenni menyusul dan bertanya pada Aron.
“Iya!” Aron mengangguk.
“Coba saya lihat….” Yenni mengambil data yang ada ditangan Aron dan mempelajarinya!
Mereka berdiri sangat dekat, seolah sedang berpelukan, terlihat begitu hangat!
Billy yang melihat kejadian itu dari ruangannya bergegas mengeluarkan ponselnya dan memotret mereka diam-diam, lalu mengirimkan beberapa lembar foto itu kepada Junio!
“Kak Aron, sepertinya ini sudah menjadi piutang tak tertagih, ini sudah tidak dibayarkan selama dua tahun, dan sudah ditagih berkali-kali….”
Yenni yang melihat data itu langsung mengernyitkan keningnya!
“Ini adalah piutang dengan jumlah terbesar, sesulit apapun harus dicoba dulu!”
Aron berkata sambil tersenyum!
“Baik, kalau begitu saya akan ikut denganmu!” Yenni mengangguk.
“Saya pergi sendiri saja, kamu tidak perlu menemaniku….”
Aron berkata dan sibuk mengibaskan tangannya.
“Sifatmu terlalu gegabah, sebaiknya saya ikut denganmu, bagaimanapun kami para wanita lebih diuntungkan dalam penagihan hutang seperti ini….”
Yenni berkata sambil menarik lengan Aron dan berjalan keluar!
Dan saat Aron dan Yenni berjalan keluar dari perusahaan, Rico juga menyusul Aron dan berkata : “Kak Aron, kita rekan satu tim, saya tidak boleh membiarkanmu pergi sendirian, saya juga akan ikut, paling-paling kita dipukuli saja…”
Rico akhirnya mengerti dan segera menyusul, melihat Rico yang hendak pergi bersama, ekspresi lega terlihat di wajah Aron!
Dia menepuk-nepuk pundak Rico dan berkata : “Tenang saja, ada saya, kamu tidak akan dipukuli…”
Rico hanya bisa tertawa pasrah, dia menetapkan hatinya untuk menyusul Aron demi mempertahankan pekerjaannya, dia dan Aron adalah rekan satu tim, kalau Aron pergi sendiri, dan atasan sampai mengetahui hal itu, bisa-bisa dia dipecat!
Segera, Aron dan yang lainnya berangkat menuju perusahaan Pak Tantono yang alamatnya tertera didalam data pelanggan, kantornya tidak besar, hanya dua tingkat, bahkan papan nama yang tergantung didepan pintu perusahaan sudah terlihat usang!
“Apakah perusahaan ini sudah bangkrut? Apa ada orang didalam?”
Yenni melihat papan nama yang ada didepan pintu dan berkata dengan khawatir!
Kalau perusahaan sudah bangkrut, dan orangnya sudah kabur, maka ini akan menjadi piutang tidak tertagih!
“Ayo lihat kedalam…” Aron berkata dan langsung melangkah masuk!
Baru memasuki perusahaan, sudah terdengar suara teriakan dari orang-orang yang sedang minum dan berjudi, bahkan asap rokok juga terlihat mengepul, dan ada suara nafas yang terengah-engah!
Didalam lobi perusahaan terlihat tujuh delapan orang pria yang bertelanjang dada dengan tubuh kekar yang dipenuhi tato sedang bermain kartu dan merokok, mata mereka semua terlihat memerah!
Melihat pemandangan seperti itu, Rico langsung menyesali keputusannya, dia menarik narik lengan baju Aron dengan ringan : “Kak Aron, bagaimana kalau kita kembali lagi lain hari?”
Raut wajah Yenni juga terlihat kurang baik, dilihat dari sisi mana pun ini tidak terlihat seperti sebuah perusahaan, lebih terlihat seperti markas preman!
“Karena kita sudah disini, bagaimana harus menemui bosnya terlebih dulu…”
Aron menyatakan ketidak-setujuannya.
Saat itu, ada orang yang menyadari kehadiran Aron bertiga lalu berdiri : “Kalian bertiga ada urusan apa disini?”
“Kami dari PT Damai Kimia, kami datang untuk menemui Pak Tantono…”
Aron berkata dengan tenang.
“Menagih hutang?” orang itu langsung bisa menebak maksud kedatangan Aron dan yang lainnya, dia mengernyitkan keningnya dan berkata : “Kak Tantono tidak ditempat, enyahlah, jangan merusak suasana hati kami yang sedang main kartu…”
Selesai berkata, orang itu bersiap kembali melanjutkan permainan kartunya, namun baru beranjak dua langkah, tiba-tiba ada seorang gadis muda yang memakai riasan tebal dan terlihat mempesona, namun sudah kehilangan keperawanannya sebagai seorang gadis sejak lama, sedang berjalan turun!
“Vito, Kak Tantono menyuruh mereka naik keatas…”
Gadis itu berkata kepada pria kekar yang menghadang Aron bertiga.
Pria kekar itu mengangguk : “Naik keatas!”
Setelah berkata pria kekar itu kembali memainkan kartunya, gadis itu melirik Yenni lalu bergumam : “Kalian ikut denganku…”
Aron dan yang lainnya mengikuti gadis itu keatas, Rico ketakutan hingga sekujur tubuhnya gemetaran, dia hampir pingsan saat menaiki tangga!
Saat itu, diruangan kantor dilantai dua, Pak Tantono sedang memegang sebuah cerutu, kedua kakinya terangkat diatas meja, dan dia sedang menyenandungkan sebuah lagu dengan santai, banyak tisu yang berserakan di lantai, dan udara diruangan itu sangat tidak sedap, berbau busuk dan amis, tidak perlu menebak kejadian apa yang baru saja terjadi di tempat ini!
Segera, gadis itu membawa Aron dan yang lainnya menuju ke dalam ruangan, Pak Tantono yang sedang memegang cerutu itu menjatuhkan tatapannya pada tubuh Yenni!
“Dari PT Damai Kimia?” Pak Tantono bertanya dengan santai.
“Benar!” Aron menganggukkan kepalanya!
“Uang untuk membayar hutang kepada kalian sudah saya siapkan sejak awal…” sambil berkata, Pak Tantono mengedipkan mata kepada gadis yang membawa Aron dan yang lainnya ke ruangan dan dia pun segera membuka brankas yang ada disampingnya!
Uang kertas yang ditumpuk rapi terlihat memenuhi brankas itu, jumlahnya mungkin lebih dari 1 miliar!
Rico dan Yenni langsung bersemangat ketika melihat sikap Pak Tantono yang begitu memuaskan, mereka tidak menyangka semuanya akan selancar ini, dan Pak Tantono tidak terlihat seperti apa yang tertulis didalam data informasinya, yang tidak mau membayar hutang dan memukuli orang yang datang menagih!
Hanya Aron yang menyeringai, dia tahu kalau Pak Tantono tidak akan membayarkan hutang itu begitu saja!