ARON

ARON
Memanas-manasi Nuri



“Maksudmu? Saya tidak pantas untukmu?” tanya Junio.


“Menurutmu?” Nuri bertanya balik!


Junio tiba-tiba tertawa : “Benar, saya tidak pantas untukmu, karena saya tidak memiliki status dan kekuasaan, jadi kamu tidak mau memberiku kesempatan, tetapi kenapa kamu malah memberi kesempatan kepada seorang yang tidak berpendidikan? Apakah saya lebih buruk dibandingkan seorang Aron?”


Junio tiba-tiba terpancing suasana dan menaikkan nada bicaranya!


Melihat sikap Junior, Nuri semakin bingung : “Siapa yang kuberi kesempatan, apa ada hubungannya denganmu? Kamu juga tidak punya hak untuk menanyaiku……”


“Kamu tahu orang seperti apa Aron? Dia bukan hanya Tidak berpendidikan, dia juga seorang playboy, dia sudah punya pacar sejak awal, apa kamu tahu? Kamu sudah dibohongi olehnya….”


Junio berkata sambil mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan foto Aron dan Yenni yang sedang bersama kepada Nuri!


Melihat foto itu, raut wajah Nuri semakin lama semakin muram, dan kemudian menaikkan alisnya!


Melihat raut wajah Nuri, Junio bergembira dalam hatinya, lalu mulai memanaskan suasana : “Wanita ini bernama Yenni, dia adalah pacarnya Aron, mereka sudah kenal sejak kecil dan merupakan kekasih masa kecil, sekarang mereka bekerja bersama di perusahaan kita, dan Aron juga merupakan orang yang merekomendasikan Yenni untuk bekerja disana!”


Nuri tidak mengatakan apapun, dia hanya menatap foto kedua orang itu dengan diam!


“Nuri, saya ini benar-benar tulus padamu, dan saya tidak pernah membohongimu, sedangkan Aron? Apa yang dia punya? Apa dia lebih hebat dariku?”


Junio terus mengutarakan isi hatinya!


Piak……..


Junio baru menyelesaikan kalimatnya dan Nuri langsung melayangkan sebuah tamparan keras padanya.


Tamparan itu membuat Junio tercengang, dia menatap Nuri dengan tatapan tak percaya, dia tidak mengerti kenapa Nuri menamparinya!


“Junio, kamu berani memotret Aron diam-diam? Apa kamu merasa dengan berbuat seperti ini akan membuatku menerimamu? Kamu salah, saya percaya pada Aron, percaya kalau dia tidak akan membohongiku, kamu juga tidak perlu menunjukkan foto ini kepadaku, kamu ingin tahu apa Aron lebih hebat darimu? Saya bisa memberitahumu, kamu bahkan tidak sebanding dengan kuku jarinya!”


Nuri meraih tasnya dan langsung pergi dari tempat itu!


Junio memegangi wajahnya yang memerah, ada cahaya menakutkan yang terbesit di matanya!


“Nuri, kamu yang memaksaku, kamu yang memaksaku……”


Junio menggertakkan giginya sambil mengumamkan kata-kata itu!


Setelah keluar dari restoran, kedua alis Nuri ditekuk menjadi satu!


Meski dia mengatakan kalau dia percaya pada Aron dan tidak peduli, tapi saat dia melihat Aron dan Yenni yang tampak begitu mesra di foto itu, emosinya sudah meluap-luap!


Wanita adalah mahkluk yang sangat cemburuan, dia tidak mungkin tidak melakukan apa-apa setelah melihat pasangannya yang bermesraan dengan wanita lain!


Dia mengeluarkan ponselnya dan menelepon Aron, beberapa hari ini Nuri sibuk mengurus masalah pencarian bahan obat, jadi dia belum menghubungi Aron, tapi tidak disangka bajingan itu malah bermesraan dengan wanita lain dibelakangnya!


Saat itu Aron sedang makan bersama dengan Yenni, Mona dan rekan lainnya, karena istirahat makan siang pendek, mereka hanya bisa mengunjungi warung yang ada didekat perusahaan!


Melihat panggilan masuk dari Nuri, Aron bergegas bangkit dan mencari tempat untuk mengangkat telepon.!


“Kamu dimana?” Nuri bertanya tanpa basa-basi.


“Saya…saya dirumah!”


Aron tidak ingin Nuri tahu kalau dia bekerja diperusahaan miliknya, lagipula Aron tidak akan berlama-lama disana, setelah bahan obat dikumpulkan, dan menemukan Kuas Spiritual, dia akan menyembuhkan mata ibunya, dan tidak akan bekerja lagi!


Dia akan memfokuskan diri pada latihannya, karena tanggal 15 bulan Purnama menurut penanggalan Lunar akan segera tiba, kalau dia tidak memperkuat dirinya, dia tidak akan bisa sampai ke pulau tak bernama!


“Dirumah?” Nuri mencoba menahan emosinya : “Baik, kamu berdiam diri saja dirumah!”


Selesai berkata, Nuri langsung memutuskan panggilannya..


Aron yang merasa aneh dan bingung hanya bisa kembali melanjutkan makan siangnya!


Dan tidak lama setelah mereka kembali ke kantor, Aron sedang menyusun laporan piutang dan berniat mengirimkannya kepada Jekson agar Jekson membantu mengurusnya, kalau ada yang tidak bisa diurus oleh Jekson barulah dia akan turun tangan sendiri, kalau dia yang mengurus semuanya akan terlalu makan waktu!


Aron yang penasaran juga bertanya kepada Mona : “Apa yang terjadi?”


Mona melirik Aron lalu berkata dengan dingin : “Kerjakan saja pekerjaanmu, Bu Direktur sedang ada disini, dia sangat jarang datang ke perusahaan, entah apa yang membawanya sampai kesini, dia sedang berada di ruangan Billy, pakai matamu dan lihat situasi, jangan sampai menyinggung Bu Direktur dan membuatku terseret masalah!”


“Bu Direktur?” Aron mengernyitkan keningnya : “Nuri datang kesini?”


Ucapan Aron membuat semua orang langsung menatapnya, bahkan Mona langsung memelototinya : “Kamu bosan hidup ya? Apa statusmu sampai berani memanggil Bu Direktur dengan namanya saja? Jangan menyeretku kedalam masalah….”


Mereka seketika langsung menjaga jarak dengan Aron, mereka takut kalau perkataan Aron akan menyinggung Nuri dan menyeret mereka kedalam masalah!


“Kak Aron, cepat kembali pada pekerjaanmu, jangan bicara sembarangan lagi…..”


Yenni menarik Aron kembali ke mejanya untuk bekerja!


Pada saat itu didalam ruangan Billy, Billy yang tadi sempat minum alkohol saat makan siang tadi sedang memejamkan matanya dan bersiap untuk tidur siang sejenak, mendengar pintu ruangannya terbuka, dia juga tidak membuka matanya, karena dia tahu di departemen pemasaran ini tidak ada orang yang berani menerobos masuk kedalam ruangannya!


Dan yang berani melangkah masuk kedalam ruangannya hanyalah Mona seorang, kalau orang lain masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dulu pasti akan dihukum olehnya!


“Mona, kebetulan sekali kamu kemari, cepat bantu saya pijat kepalaku, rasanya sakit sekali….”


Billy berkata dengan matanya yang masih terpejam!


Nuri menatap Billy dengan wajah muram : “Kamu sedang menyuruhku memijat kepalamu?”


Baru saja Nuri menyelesaikan pertanyaannya, Billy langsung membuka matanya, dan saat dia melihat Nuri sedang berdiri dihadapannya dan menatapnya dengan muram, raut wajah Billy langsung memucat!


Jreng jreng….


Billy terkejut dan segera berdiri dengan panik, sampai terjatuh di lantai, Billy segera kembali berdiri sambil menahan rasa sakitnya, dia menundukkan kepalanya dengan hormat dan menghampiri Nuri : “Bu Direktur, ada…..ada urusan apa Bu Direktur kemari?”


“Kalau saya tidak datang, sepertinya tempat ini akan segera kamu ubah menjadi tempat spa ya?”


Nuri menyindir dengan dingin.


“Tidak, tidak, saya tidak berani….saya tidak berani, saya memohon pengamunan Bu Direktur….”


Billy terkejut dan segera menggelengkan kepalanya, dia sudah hampir berlutut!


Nuri juga tidak mengatakan apapun lagi, dan berjalan kebelakang meja kerjanya, Billy yang melihat situasi ini segera menarikkan kursi untuk Nuri!


Nuri duduk dan berkata pada Billy : “Panggil Aron kemari….”


“Ar….Aron?” Billy tercengang, dia tidak mengerti bagaimana Nuri bisa tahu tentang Aron? Dan untuk apa dia mencari Aron?


“Kenapa? Kamu tidak dengar?”


Nuri menaikkan sebelah alisnya! “Oh, saya akan segera memanggilnya….”


Billy yang terkejut langsung berlari keluar!


Para karyawan yang melihat Billy keluar bergegas membubarkan diri dan kembali ke meja masing-masing dan berpura-pura bekerja, namun mata mereka terus melirik Billy, mereka ingin tahu apa yang membuat Nuri datang ke perusahaan!


Melihat Billy berjalan menuju meja Aron dan berkata : “Aron, Bu Direktur mencarimu, setelah kamu masuk kedalam, jangan berani berbicara sembarangan….”


Aron bangkit berdiri dan berjalan menuju keruangan Billy, dia tahu kalau kedatangan Nuri kali ini pasti untuk menemuinya!


“Untuk apa Bu Direktur mencari Aron?”


“Aneh sekali, apakah Bu Direktur kenal dengan Aron? Kenapa datang-datang langsung mencarinya?”


“Apa mungkin karena Aron berhasil menagih hutangnya Pak Tantono, jadi Bu Direktur datang untuk menanyainya?”


“Tidak masuk akal, mengenai masalah piutang Pak Tantono, Pak Billy saja belum membuat laporan, bagaimana Bu Direktur bisa tahu?”


Para karyawan mulai berdiskusi dengan suara pelan, mereka sangat penasaran kenapa Nuri datang mencari Aron!.