
Pada saat pulang kerja, Yenni juga tidak pulang dengan mobil Aron, dia naik taksi dan pulang sendiri!
“Anak ini, ada apa dengannya hari ini?”
Arom bergumam, dia merasa sejak tadi siang Yenni terlihat kurang semangat,dan tidak terlalu berbicara padanya!
Sesampainya di rumah, Aron segera mengganti pakaiannya, dan Nuri datang menjemputnya!
Di area perumahan yang tua seperti ini, kalau kedatangan sebuah mobil mewah akan menjadikannya pusat perhatian orang-orang!
“Nona kaya darimana ini, untuk apa datang ke perumahan tua seperti ini?”
“Apa mungkin dia menaksir seorang pria dari area ini?”
“Orang sekaya itu, mana mungkin menaksir pria dari area seperti ini….”
Didepan pintu area perumahan, sekelompok bibi-bibi sedang duduk dan bergosip!
Lissa juga salah satu diantara mereka, dia sangat penasaran, siapa orang yang akan dijemput dengan mobil ini.
Namun saat dia melihat Aron berjalan keluar dari rumahnya dan menaiki mobil ini, dia langsung tercengang!
“Lissa, bocah itu putranya keluarga King kan? ya? Ternyata dia berpacaran dengan wanita kaya!”
“Seingatku, Aron dan Yenni juga mempunyai hubungan yang baik kan, ada apa ini?”
“Anak muda zaman sekarang semuanya menginginkan status sosial yang tinggi….”
Beberapa bibi tidak berhenti bergosip, sedangkan Lissa bergegas pulang ke rumah, dia ingin bertanya pada putrinya sendiri apa yang sedang terjadi!
Aron yang naik ke mobil Nuri menuju ke alamat yang dikirimkan oleh Kurniawan, dan mereka tiba di pinggiran Kota Sanur yang masih belum berkembang, rumah kayu kecil terlihat dimana-mana, dan jalanannya.. Tidak mulus!
Setelah satu jam lebih, Aron akhirnya menemukan tempat yang dimaksud, dan Kurniawan sudah menunggu disana sejak awal!
“Tuan Aron….”
Setelah melihat Aron, Kurniawan kembali menyapa dan menyambutnya dengan sopan!
Dan disamping Kurniawan, terlihat seorang pria tua yang penuh uban, hanya saja dibandingkan dengan Kurniawan, aura dan cara pakaian mereka berdua terlalu jauh!
“Bambang, ini adalah orang yang saya ceritakan padamu, Tuan Aron, dia adalah tabib yang hebat….”
Kurniawan memperkenalkan Aron pada orang yang ada disampingnya!
Setelah Bambang melihat Aron, dia tercengang, wajahnya penuh dengan tatapan tidak percaya. Dalam pemikirannya, seseorang yang berprofesi sebagai tabib dan dipanggil Tuan oleh Kurniawan pastilah seorang yang usianya jauh lebih tua dari mereka, maupun sebaya, tapi tidak disangka, Aron masih semuda itu, bahkan terlihat seperti seorang anak kecil!
“Bambang, Bambang…..”
Kurniawan memanggil-manggil Bambang yang terbengong sejak tadi!
“Oh….” Bambang akhirnya tersadar dan segera mengulurkan tangannya yang kering dan keriput lalu berkata : “Tuan Aron, apa kabar……”
Adon menjabat tangan Bambang,dan menggangguk perlahan, untuk menyapanya!
“Tuan Aron, istrinya Bambang ada didalam kamar, mohon bantuannya untuk diperiksa dulu….”
Kurniawan berkata sambil menyuruh Bambang untuk menunjukkan lokasi!
Sedangkan Kurniawan mengikuti Aron di sisinya, yang menjelaskan hubungannya dengan Bambang sekilas! Ternyata Kurniawan dan Bambang adalah teman masa kecil, dulu saat kecil Indrawan juga tinggal disalah satu rumah tua yang ada disini, kalau diingat-ingat sudah belasan tahun juga!
Lalu pada saat bersekolah, Kurniawan pindah dari sini dan mulai melangkah memasuki dunia politik, dan sempat kehilangan kontak dengan teman-teman lamanya!
Dan setelah Kurniawan pensiun dan kembali ke Kota Sanur, dia kembali menghubungi beberapa teman lamanya, Kurniawan awalnya berniat membantu Bambang untuk pindah dari sini, dan membeli sebuah rumah di kota, namun Bambang selalu merasa tidak tega meninggalkan tempat ini, Kurniawan pun tidak mendesaknya lagi!
Mereka sering minum teh dan mengobrol bersama, meskipun Bambang menjalani kehidupan yang miskin tapi dia hidup dengan sangat baik, dia tidak pernah bertanya apapun lagi kepada Kurniawan, Bambang mencari Kurniawan dan berharap Kurniawan akan memperkenalkannya kepada dokter yang bisa menyembuhkan istrinya..