
“Tidak, tidak…..”
Jhonatan menggelengkan kepalanya lalu berkata pada Aron : “Aron, sekarang kamu minta maaf pada Walikota Aston!”
Aron memiliki kesan yang baik terhadap Walikota Aston, dia bisa merasakan kalau Walikota Aston adalah pejabat yang adil dan jujur, dia mencintai negara dan bangsanya, melihat Willy dan istrinya Tiara, Aron benar-benar tidak mengerti, apakah Brad itu anak kandung mereka!
“Walikota Aston, semalam saya terlalu gegabah dan mematahkan pergelangan tangan putra Anda, tapi tidak masalah, itu bisa disambung kembali, dan tidak akan mempengaruhi kehidupannya kelak.”
Aron berkata pada Willy dengan tenang.
Aron tidak sedang minta maaf, karena dia merasa dia tidak bersalah dan tidak harus minta maaf, dia berbicara dengan segan pada Willy karena Willy adalah seorang pejabat yang baik!”
Mendengar Aron mematahkan pergelangan tangan Brad, Willy dan Tiara tercengang, mereka mengernyitkan keningnya!
Jhonatan yang melihat situasi itu segera menjelaskan kembali kejadian yang terjadi dengan detail, bahkan termasuk kejadian Brad yang berani menyentuh Nuri.
Setelah mendengar penjelasan Jhonatan, wajah Willy memerah dan bertanya pada Tiara : “Apakah bocah itu sudah pulang?”
“TIdak, semalaman dia tidak pulang!”
Tiara menggelengkan kepalanya.
Willy menggertakkan giginya : “Kalau bocah itu pulang pasti akan kupatahkan kakinya.”
Setelah berkata, Willy mengeluarkan ponselnya dan menelpon supirnya.
Segera, supirnya bergegas mengendarai mobil dan melangkah masuk, namun saat dia melihat Jhonatan dan Aron, dia terkejut.
“Walikota Aston, Anda…..anda mencariku!”
Tubuh supir itu gemetaran kelihatannya seperti ketakutan!
“Fitra, saya tanya padamu, apakah semalam bocah itu memakai mobilku?”
Willy bertanya dengan tegas.
“Ti…..ti……:
Bam…….
Willy memukul meja kopi dengan keras lalu berteriak : “Katakan dengan jujur!”
Fitra gemetar ketakutan : “Tuan Muda memakai mobil Anda semalam!”
Willy yang mendengarnya merasakan emosinya yang meluap dan badannya bergetar : “Saya sudah pernah berpesan padamu, dia tidak boleh memakai mobilku, apa kamu tidak bisa mengingatnya? Mobil itu milik negara, bukan milik Brad, yang bisa dia pakai seenak hatinya, sepertinya dia sudah tidak mau bekerja lagi ya?”
Fitra ketakutan setengah mati, dia terbata-bata dan sudah ingin menangis!
Tiara yang melihatnya bergegas membujuk Willy : “Willy, kamu jangan marah, itu tidak baik untuk kesehatan, saya akan lebih memperhatikannya, sekarang tangannya patah dan dia juga tidak tahu kemana, sebaiknya kita cari dulu dia!”
“Untuk apa mencarinya, biarkan dia mati diluar!” Willy kesal dan dadanya naik turun : “Nama baikku seumur hidup ini cepat atau lambat akan dihancurkan oleh bocah bajingan itu!”
Tiara tidak berhenti menepuk dan meminjat punggung Willy lalu bertanya pada Fitra : “Fitra, apa kamu tahu dimana Brad sekarang?”
“Nyonya, Tuan Muda Brad sedang dirumah sakit, pergelangan tangannya sudah disambung, namun dia sepertinya sedang menghubungi orang untuk membalas dendam……”
Fitra tidak berani merahasiakan persoalan Brad lagi dan langsung berkata dengan jujur.
“Bocah bajingan, dia masih berani mau balas dendam?” Willy yang mendengarnya langsung bangkit berdiri : “Sekarang juga kamu bawa dia pulang, kalau dia tidak mau pulang, suruh dia tidak usah pulang lagi selamanya!”
Fitra menganggukkan kepalanya dan bergegas keluar!
“Walikota Aston, bagaimanapun Brad masih muda, kamu jangan terlalu marah padanya!”
Jhonatan yang melihatnya bergegas membujuk Willy.
“Aduh…..” Willy menghela nafasnya : “Jhonatan, kamu jangan menertawaiku, keluarga ku ini tidak bahagia, keluarga tidak bahagia, baru bisa melahirkan seorang sampah seperti dia.”
Willy menatap Aron dan berkata dengan malu : “Jangan menertawaiku ya, anak muda, bajingan itu walaupun mati, saya tidak akan menyalahkan kamu, kami sebagai orang tua tidak mendidiknya dengan baik!”