ARON

ARON
Roy Menyusun Rencana Balas Dendam



“Tentu saja, kalau Keluarga Tomo bisa mengaktifkan liontin giok itu, maka bagaimana mungkin kita bisa menghancurkan Keluarga Tomo!”


Basri berkata dengan dingin.


“Lalu bagaimana ini?” Wiriwan menghela nafasnya.


Semua orang kembali merenung, kalau Aron benar-benar seorang kultivator, maka apa yang bisa mereka gunakan untuk melawan Aron?


“Mars, sekarang kamu segera pergi ke Kota Taka, Provinsi Canna, dan kirimkan semua bahan obat yang dimiliki oleh Serikat Raja Obat kepadanya, lalu beritahu dia, Keluarga Darminto bersedia menyuplai bahan obat untuk jangka panjang dan membantunya berkultivasi, ingat, pastikan kamu bersikap rendah hati, kalau kamu sampai berani menyinggungnya, jangan salahkan saya tidak segan-segan padamu!”


Basri akhirnya mengambil keputusan, kalau Aron adalah seorang kultivator, maka Keluarga Darminto harus memanfaatkan kekuatan ini, kalau ada seorang kultivator yang mendukung Keluarga Darminto, maka di seluruh Kota Dama, tidak akan ada keluarga yang berani melawan Keluarga Darminto!


“Baik Kakek!” Mars juga tidak bodoh, sebaliknya Mars sangat bijaksana, kalau tidak orang yang terluka dan mati di Pertemuan Seni Bela Diri Provinsi Canna pasti orang-orang dari Keluarga Darminto!


Mars bergegas pergi ke Provinsi Canna, dan di waktu yang bersamaan, Kota Dama, Keluarga Bara, Roy sedang menghancurkan barang-barang seperti orang gila!


“Tuan Muda, Tuan Besar sedang menutup diri, tanpa perintah darinya, Empat Raja Surgawi dari Keluarga Bara tidak ada yang berhak menggerakkannya.”


Pengurus rumah tua itu berkata pada Roy dengan tidak berdaya.


“Begitu banyak orang dari Keluarga Bara yang dibunuh, saya diinjak dan dipermalukan, lantas dibiarkan begitu saja? Hari ini saya harus membawa Empat Raja Surgawi pergi, dan kalau ayahku menyalahkan, suruh saja dia temui saya langsung!”


Roy berkata lalu bergegas menuju halaman yang ditutupi oleh pagar besi, tetapi dihentikan oleh pengurus rumah itu!


“Tuan Muda, kalau kamu melepaskan Empat Raja Surgawi sekarang dan kalau mereka sampai menggila, maka Keluarga Bara akan hancur, sekarang hanya Tuan Besar yang bisa mengendalikan pikiran mereka!”


Pengurus rumah itu memohon dengan pahit.


“Minggir kamu, saya sudah mengambil Pil Penenang Pikiran dari kamar ayahku, selama Empat Raja Surgawi memakan pil itu tidak akan ada masalah.”


“Dasar bajingan, ayahmu sedang mengurung diri, jadi tidak ada lagi yang bisa mengurusmu ya?”


Teriakan keras itu membuat Roy kaget dan menghentikan langkah kakinya!


​Saat berbalik, seorang pria paruh baya sedang memelototi Roy dengan marah.


“Paman ketiga…..”


Melihat orang yang menghampirinya, seketika Roy tunduk.


Paman ketiga Roy melangkah maju dan mengambil Pil Penenang Pikiran dari tangan Roy : “Apa kamu bisa menggerakkan Empat Raja Surgawi ini sesuka hatimu? Saya rasa kamu bosan hidup.”


“Paman ketiga, saya benar-benar tidak bisa menerima kejadian ini, di Provinsi Canna, orang yang kubawa dibunuh, tidak hanya itu, saya juga diinjak dan dipermalukan, Keluarga Prata lah yang mencari seseorang untuk melakukannya, saya rasa Keluarga Prata ingin balas dendam kepada kita, sedangkan liontin giok milik Keluarga Tomo juga ada di tangan bocah bernama Aron itu!”


Roy tidak merasa Lina sudah menyelamatkan hidupnya, tapi malah melemparkan semuanya menjadi tanggung jawab Keluarga Prata!


“Hm, Kurniawan sudah pensiun, keluarganya dalam masalah, masih berani membalas dendam pada Keluarga Bara? Dasar tidak tahu diri!” Paman ketiga Roy mendengus, lalu berkata pada Roy : “Bukankah Keluarga Darminto juga menginginkan Liontin Giok itu? Lantas Keluarga Darminto tidak bergerak?”


“Bergerak apanya, saat itu di lokasi kejadian Mars ketakutan hingga tidak berani bertindak!” Mengingat Mars, Roy merasa geram!


Saat itu dia mengusulkan pada Mars untuk bekerja sama melawan Aron, tidak disangka anak itu malah menciut dan langsung menjualnya.


“Keluarga Darminto, dasar pengecut, tidak punya keberanian sama sekali!” Paman ketiga Roy juga memakinya, lalu berkata pada Roy : “Ayahmu sekarang sedang mengurung diri, jangan membuat masalah untuknya, kembalikan kunci itu pada pengurus rumah, saya akan meminta Tronton untuk membawa orang dan pergi ke Provinsi Canna bersama denganmu!”


Roy yang mendengarnya seketika terlihat bahagia : “Paman ketiga, kamu benar-benar akan meminjamkan Tronton padaku?”