
Yuri dan Nuri sudah bertahun-tahun tidak bertemu, jadi kedua orang itu mengobrol tanpa henti!
“Kak Nuri, pacarmu ini Tuan Muda dari perusahaan apa?”
Tanya Yuri.
“Dia bukan pacarku!” Nuri menggelengkan kepalanya.
“Sudahlah akui saja, saya sudah tahu kok, kalau dia bukan pacarmu kamu tidak mungkin duduk bersama dengannya dan membiarkannya memelukmu kan? Apa kamu datang kemari diam-diam tanpa sepengetahuan paman?”
Yuri tersenyum jahil pada Nuri.
“Tidak, ayahku tahu kami sedang di Kota Namae!” Nuri bergegas menjelaskan.
Bisa-bisa Yuri menganggap Nuri sedang kawin lari dan segera menelpon Jhonatan!
“Kak tampan, kamu Tuan Muda dari perusahaan apa? Kalau Kak Nuri bisa menyukaimu berarti kamu bukan bocah biasa!”
Saat ini Yuri tidak lagi takut dan bertanya pada Aron dengan raut wajah mempermainkan.
Aron tersenyum santai : “Saya bukan Tuan Muda dari perusahaan mana pun, saat ini saya seorang pengangguran yang dinafkahi oleh kakak sepupumu, bahkan bajuku pun dibelikan olehnya!”
Setelan jas yang dikenakan oleh Aron memang dibelikan oleh Nuri!
“Brondong?” Yuri tercengang, dan kata brondong terlontar begitu saja dari mulutnya!
“Yuri, jangan bicara sembarangan!” Nuri segera memelototi Yuri, dan menatap Aron dengan tatapan bersalah : “Aron, adik sepupuku memang memiliki sifat seperti ini, kamu jangan mengambil hati ya!”
Aron tersenyum : “Sifat seperti ini tidak buruk kok, saya suka!”
“Tidak ada gunanya menyukaiku, saya adalah sepupu iparmu!” Yuri kembali berkata dengan nada jahil.
Aron tersenyum tak berdaya, meskipun perkataan Yuri menyakiti perasaan orang, tapi sifatnya yang lurus, hatinya yang baik sedikit mirip dengan Nuri!
Mobil Yuri melaju kencang hingga di depan sebuah restoran barat, dia menghentikan mobilnya dan membawa Aron dan Nuri masuk ke dalam!
Di meja dekat sudut ruangan, seorang wanita dengan rambut bergelombang dengan kacamata hitam yang digantung di depan dadanya, sedang menatap ponselnya dengan serius dan menunjukkan pesona seorang wanita profesional!
“Kak, coba lihat siapa yang datang!”
Wanita itu mengangkat kepalanya dan tercengang, sedangkan Nuri segera berteriak dengan semangat : “Kak Yumi, apakah kamu masih mengenaliku?”
“Nuri, kenapa kamu datang ke Kota Namae? Cepat duduk!”
Yumi bergegas bangkit berdiri dan bertanya dengan semangat.
“Saya dan temanku datang ke Kota Namae untuk membeli bahan obat!”
Nuri berkata sambil duduk disamping Yumi.
Saat itu, Yumi baru menyadari kehadiran Aron, dia menilainya sekilas lalu mengangguk dan mengulurkan tangannya : “Nama saya Yumi Yoshida, saya adalah kakak sepupunya Nuri!”
“Nama saya Aron, temannya Nuri!”
Aron segera menjabat tangan Yumi!
Setelah duduk, Yumi menatap Nuri sambil tersenyum dan berkata dengan suara kecil : “Nuri, Tuan Muda dari keluarga mana ini? Tampak energik, lumayan!”
“Kak, jangan tanyakan lagi, saya beritahu…..”
Yuri menarik Yumi dan berbisik di telinganya, entah apa yang dia katakan!
Entah apa yang dikatakan oleh Yuri, namun setelah itu raut wajah Yumi menjadi muram dan tatapannya pada Aron seketika berubah!
“Nuri, kamu harus hati-hati saat memilih pacar, dengan statusmu saat ini saya yakin banyak pria yang mengejarmu, kamu juga masih muda oleh karena itu buka matamu, jangan sampai tertipu oleh orang, kalau sudah menikah menyesal pun tidak ada gunanya!”
Yumi berkata sambil menatap Nuri, tapi ucapan itu sangat jelas ditujukan pada Aron!
“Kak Yumi, kamu salah paham, sebenarnya…..”
“Tidak perlu dijelaskan lagi, saya sudah mengerti, saya juga pernah berada di masa-masa sepertimu!”
Tidak menunggu Nuri menyelesaikan perkataannya, Yumi langsung menyela, lalu berkata pada Aron : “Kamu punya kaki dan tangan tapi tidak mau bekerja, apakah dinafkahi oleh wanita sangat enak?”