
“Baik, kalau mau lihat ya lihat!” Verhaag tahu kalau dia tidak mengizinkan Aron untuk melihatnya, Aron tidak akan menyudahi masalah ini, jadi dia melepas jam tangan itu dan meminjamkannya pada Aron lalu berkata : “Banyak mata yang melihat, kalau kamu berani membantingnya, maka kamu harus mengganti sesuai harganya!”
Verhaag yakin kalau Aron tidak akan membantingnya, kalau tidak ditimbang, keaslian jam tangan emas itu tidak akan ketahuan, lagipula ini adalah tiruan premium, kalau dilihat saja tidak akan tahu kalau jam itu palsu, kecuali yang memeriksa adalah ahli jam tangan, dia tidak percaya Aron bisa melakukannya hanya dengan melihat sekilas!
Aron mengambil jam tangan emas milik Verhaag dan menggenggamnya sebentar, lalu mengembalikannya kepada Verhaag!
“Begitu saja?” Verhaag mengambil kembali jam tangan miliknya dan menatap Aron dengan kebingungan : “Melihat sekilas saja kamu sudah bisa tahu jam ini asli atau palsu?”
“Benar, saya hanya perlu melihat sekilas!” Aron menganggukkan kepalanya!
“Hm, berpura-pura hebat…..” Verhaag mendengus, dan memakai kembali jam tangannya!
Saat semua orang sedang menunggu Aron untuk membuktikan ucapannya, Aileen tiba-tiba berteriak.
“Kak Verhaag, coba…coba lihat jam tanganmu….”
Verhaag tercengang, dia seketika melihat kearah jam tangannya dan sekujur tubuhnya membeku.
Teman-teman lainnya juga kebingungan dan melihat jam tangan Verhaag, dan seketika, mereka semua tercengang!
Mereka melihat jam tangan emas milik Verhaag yang kehilangan kilauan emasnya, dan berubah menjadi warna merah tembaga, jelas kalau jam tangan itu luntur!
Seketika itu, dapat dipastikan kalau jam tangannya itu palsu, bagaimana mungkin emas asli bisa luntur?
Mereka menatap Verhaag dengan tatapan heran, dan suasananya menjadi sangat canggung!
“Tiruan ini kualitasnya jelek sekali, membuat tanganku penuh dengan bubuk pewarna emas!”
Aron mengambil selembar tisu dan membersihkan tangannya, dan diam-diam menyeringai.
Wajah Verhaag seketika menjadi muram, raut wajahnya sangat jelek!
Dan Aileen yang ada disampingnya menatap Verhaag dengan tatapan terkejut, dia tidak tahu harus berkata apa!
Jelas-jelas Verhaag adalah sosok yang amat dibanggakan, namun sekarang dia merasa wajahnya panas dan tidak berani menatap orang disekitarnya.
“Kak Verhaag, apakah temanmu itu membohongimu? Mana mungkin jam yang dibeli dari Swiss itu palsu?”
Ada orang yang tidak tahan dan bertanya.
Seketika, hal ini membuat Verhaag tertersadar.Dia menjadi senang sesaat, dan mengangkat kepalanya : “Pasti bajingan itu membohongiku, menghabiskan puluhan juta hanya untuk membeli sebuah jam palsu darinya, kalau tertangkap olehku, dia tidak akan kuampuni!”
Sambil berkata, Verhaag membanting jam tangannya ke lantai hingga hancur!
Hanya saja ada beberapa orang yang menatap Verhaag dengan tatapan yang berbeda, kepercayaan mereka padanya sirna begitu saja, jelas-jelas Verhaag hanya sedang berlagak.
“Penipu ini jahat sekali, hanya jam tangan puluhan juta, untuk apa Kak Verhaag membeli yang palsu, asal tahu ya, kak Verhaag ini mengendarai mobil 1 miliar lebih, untuk apa berlagak dengan barang palsu?”
Aileen yang berdiri disisi Verhaag seketika membantunya menjelaskan!
Verhaag juga menggunakan kesempatan ini dan mengeluarkan kunci mobilnya lalu meletakkannya diatas meja, untuk menunjukkan status dirinya!
“Mungkin mobil ini mobil sewaan?” Aron berkata sambil mendengus.
Sebenarnya banyak diantara mereka yang juga berpikiran seperti itu, karena jam tangan Verhaag itu palsu, maka Mercedes Benz itu bisa saja mobil sewaan, lagipula untuk menyewa mobil juga tidak mahal!
“Jaga bicaramu, mana mungkin mobil ini mobil sewaan, Kak Verhaag sudah lama mengendarai mobil ini, bukan baru hari ini!”
Aileen berkata dengan marah pada Aron!
“Mobil sewaan atau bukan cukup lihat BPKB-nya saja kan?” kata Aron!
Hanya dengan melihat nama yang tercantum di BPKB, mereka sudah bisa memastikan mobil itu milik Verhaag atau bukan.
Aileen melirik Verhaag, dia sebenarnya ingin menyuruh Verhaag mengeluarkan BPKB dan memperlihatkannya kepada Aron agar bisa membuatnya diam!
Verhaag segera menolak : “Harus turun lagi untuk mengambilnya, merepotkan sekali, kamu hanya ingin melihat kemampuanku yang sebenarnya kan? Sekarang saya akan memesan jam tangan baru di toko online, rasanya aneh kalau tidak pakai jam tangan..!
Pembayarannya berhasil dan hanya menunggu pengiriman barang!
seketika tatapan kagum mereka kembali muncul, mereka percaya akan kemampuan Verhaag, masalah jam palsu tadi pasti dia juga ditipu.
Verhaag diam-diam merasa lega, dia berhasil menjaga rahasia tentang identitas aslinya.
Aron melihat Verhaag dan tersenyum!
Memesan barang dari toko online bisa diretur, setelah malam ini Verhaag pasti akan meretur jam itu dan mendapatkan kembali uangnya.
Hanya saja Aron tidak mengatakannya, dia masih ingin mempermainkan Verhaag!
Masalah jam palsu hanyalah satu adegan pendek yang tidak mempengaruhi status Verhaag didepan public.
Verhaag menatap Aron dengan tatapan yang memprovokasi!
Dia tahu kalau Aron ingin mempermalukannya tapi dia berhasil menangkis serangan itu dan mendapatkan kembali kepercayaan publik dan martabatnya!
“Tadi kamu bilang kamu punya uang, dan tidak terbiasa minum Chateau Palmer, sekarang katakan, kamu mau minum anggur apa? Di hotel Sadewa, kamu mau anggur apa saja ada, tergantung kamu sanggup membayar atau tidak.”
Verhaag yang hampir dipermalukan oleh Aron sedang mencari kesempatan untuk mempermalukannya.
“Bagaimana dengan Brendi?” Aron tersenyum sinis pada Verhaag, tatapan matanya memprovokasi : “Kamu berani minum? Saya takut seluruh uangmu sudah habis untuk membeli jam itu, nanti kamu tidak akan sanggup membayar…..”
Verhaag tercengang, dia tidak menyangka Aron akan memilih anggur yang begitu mahal, perlu diketahui harga sebotol Brendi mencapai puluhan juta.
Yang lainnya juga menatap Aron dengan keterkejutan, wajah mereka menunjukkan ketidak percayaan!
“Kak Aron……” Yenni menarik lengan baju Aron dengan pelan!
Dia pernah bekerja di bar, tentu tahu harga sebotol Brendi mencapai puluhan juta, meskipun mereka hanya membayar sebagian, tapi itu juga tidak sedikit!
Melihat ekspresi Yenni, Verhaag seketika tersenyum, dia tahu kalau Aron sedang berlagak dan sengaja menyebutkan anggur semahal itu untuk menakutinya!
“Brendi tidak masalah, saya pernah meminumnya beberapa kali, kalau kamu mau minum kita bisa pesan beberapa botol….”
Verhaag menyerahkan pilihan kepada Aron, dia ingin lihat apakah Aron berani mengatakan dia ingin minum!
Seketika semua orang menatap Aron dengan tatapan mengejek, mereka merasa Aron tidak akan berani, kali ini Aron seperti orang yang mencelakai diri mereka sendiri!
“Baik!” Aron mengangguk : “Pelayan, pesan 5 botol Brendi…..”
Aron tidak memberi Verhaag kesempatan untuk menolak dan langsung memesan pada pelayan!
Melihat Aron langsung memesan lima botol Brendi, semua orang terkejut!
Verhaag juga terkejut, awalnya dia ingin menghentikannya namun dia segera tersadar, dia mengira Aron sedang memprovokasinya dengan memesan 5 botol Brendi, kalau tidak dibuka kan tidak perlu bayar!
Berpikir sampai disitu, Verhaag merasa lega, dia hampir saja masuk kedalam perangkap Aron.
“5 botol terlalu sedikit, pesan 10 botol…..”
Verhaag menatap Aron dengan tatapan mempermainkan, kalau Aron bisa mempermainkannya, dia juga bisa mempermainkan Aron!
Yang penting botol-botol itu tidak dibuka, sampai waktunya bisa dikembalikan!
“Astaga, saya belum pernah minum sebelumnya, Kak Verhaag langsung memesan 10 botol, luar biasa….”
“Lihatlah ini baru namanya sultan, Aron yang hanya Pria miskin yang baru bekerja mau berlagak apa, bajunya saja tidak sampai ratusan ribu, berani mengatakan mau minum Brendi, cih….”
“Berlagak dan bertemu dengan sultan, adegan seperti ini mungkin hanya ada hari ini, kita lihat saja akan berakhir seperti apa Aron nanti!”
Seluruh orang menatap Aron dengan tatapan meremehkan, mereka ingin melihat bagaimana Aron akan berakhir!
Pada saat itu Yenni sudah terkejut setengah mati, sepuluh botol Brendi sudah mencapai ratusan juta, walaupun dia dan Aron hanya membayar bagian mereka masing-masing, itu saja sudah mencapai puluhan juta, menghabiskan puluhan juta untuk sekali makan, kalau sampai diketahui oleh orang tua mereka pasti mereka akan dipukuli sampai mati!