
“Kemana orangnya?”
Mars tiba-tiba menyadari Selina hilang, dan seketika menjadi kaget!
Roy juga menoleh dan tidak menemukan sosok Selina, wajahnya menjadi dingin : “Apa ada orang lain yang duluan tiba di sini?”
“Cepat kejar…”
Mars melompat, dan segera mengejarnya!
Roy juga melambaikan tangannya dan membawa orangnya untuk mengejar!
Pada saat ini Selina sedang dibawa oleh Aron dalam gendongannya, dan angin bersiul di telinganya!
Setelah sampai di tempat persembunyian, Aron berhenti dan menurunkan Selina!
Selina memanfaatkan ketidaksiapan Aron dan menggigit Aron dengan keras, dia memegang liontin giok di tangannya dengan erat dan menatap Aron dengan gugup!
Aron melihat bekas gigitan yang jelas di tangannya dan mengernyitkan keningnya : “Saya sudah menyelamatkanmu, kamu malah menggigitku?”
“Cuih, jangan kira saya tidak tahu, kamu datang untuk mengambil liontin giok yang ada di tanganku kan, ini adalah peninggalan leluhur Keluarga Tomo, walaupun saya harus menghancurkannya, saya tidak akan membiarkan kalian mendapatkannya!”
Selina menatap Aron dengan amrah dan berkata dengan dingin.
Aron memang mengikuti Selina karena liontin giok yang ada di tangannya, tapi dia tidak bermaksud untuk merebutnya, sekarang Selina sedang salah paham padanya, dan Aron sedikit tidak berdaya!
“Tidak masuk akal, kamu benar-benar menganggap liontin giok di tanganmu adalah harta karun!”
Aron melemparkan ucapannya dan berbalik, dia tidak memperdulikan Selina lagi!
Selina yang melihatnya tertegun sejenak, dia melihat Aron yang hendak pergi, dan merasa kebingungan!
Setelah sesaat, saat Aron sudah hampir berjalan jauh, Selina menggertakkan giginya dan mengejarnya!
“Untuk apa kamu mengikutiku?”
Aron melirik Selina dan bertanya dengan marah.
“Kamu tidak perlu minta maaf, sekarang kamu sudah aman, jangan mengikutiku lagi!”
Aron berkata sambil berjalan pergi!
Tapi Selina menundukkan kepalanya, dan mengikuti Aron, kemanapun Aron pergi, dia akan ikut!
Aron terdiam sesaat, lalu berhenti dan berkata : “Apa sebenarnya maumu?”
Selina menatap Aron : “Apa kamu bisa mengantarku pulang? Saya takut bertemu dengan orang-orang itu!”
Selina tahu Aron pasti bukan orang biasa, bisa menyelamatkannya dari hadapan Mars dan Roy tanpa suara, Aron pasti sangat kuat!
Aron awalnya ingin menolak, tapi saat melihat Selina yang begitu kasihan, dia menghela nafasnya dengan pasrah : “Dimana rumahmu?”
“Tidak jauh, di desa yang ada di luar kota ini!”
Selina seketika merasa senang saat melihat Aron setuju.
Aron ikut dengan Selina dan berjalan keluar dari kota, tidak lama kemudian sebuah desa terlihat, tapi sepertinya sudah lama tidak ada yang tinggal di sini, rumahnya juga sudah bobrok dan kata ‘rubuhkan’ tertulis dengan besar dan jelas di atasnya, ini jelas-jelas adalah area yang akan dirubuhkan!
Setelah menemukan rumah yang terlihat sedikit lebih baik, Selina berjalan masuk dan menyalakan lilin di dalamnya, seorang pria paruh baya dengan tubuh lemah dan wajah pucat sedang berbaring di dalam!
Melihat penampilan pria paruh baya itu, Aron mengernyitkan keningnya, luka orang ini sangat parah, dan sepertinya hanya akan bertahan beberapa hari saja.
Mendengar ada suara, pria paruh baya itu berusaha membuka matanya, dan saat melihat Selina, dia membuka mulutnya dan ingin berbicara, tapi saat hendak berbicara, darah segar tiba-tiba memuncrat keluar dari mulutnya!
“Ayah……”
Selina yang melihat itu segera menghampiri dan menyeka darah pria paruh baya itu, dia mengeluarkan beberapa pil hitam dari tangannya, dan berencana memberikannya kepada pria paruh baya itu!
Aron mengulurkan tangannya dan menghentikannya, dia mendengus pil itu lalu berkata pada Selina : “Organ dalam ayahmu rusak, jadi dia tidak boleh makan pil obat yang merangsang seperti ini, meskipun itu akan menekan cedera fisiknya untuk sementara, tapi itu akan memperburuk luka organ dalamnya.”
Selina berkata dengan kaget pada Aron : “Kamu…kamu bisa menyembuhkan penyakit?”