
Pada saat itu hanya Aron yang tatapannya bersinar, hatinya mulai bersemangat, dan meskipun Teratai Salju itu sudah direndam menjadi arak dia masih bisa merasakan energi spiritual yang melonjak dan terus menerus mengalir dari Teratai Salju itu!
Meskipun Teratai Salju itu kelihatannya tidak besar, dan tidak tahu sudah berapa lama direndam menjadi arak, dan kehilangan kilauannya yang semula namun itu semua tidak membuat Aron berhenti menyukainya!
Karena orang-orang itu tidak mengerti barang, maka Aron sepertinya akan memiliki kesempatan untuk mendapatkannya hari ini!
Penyelenggara juga tidak gentar karena cacian dari orang-orang, dan hanya tersenyum sambil berkata : “Teratai Salju ini akan dilelang mulai dari harga 100 miliar dan setiap peningkatan harganya tidak boleh di bawah 10 miliar, penawar tertinggi akan mendapatkannya, dan pelelangan dimulai sekarang!
Aron tidak langsung mengangkat papannya untuk menawar harga, dia menunggu sesaat dan mempelajari reaksi dari orang-orang di sekitarnya, dan ketika melihat tidak ada orang yang mengangkat papannya, dia merasa sangat senang.
Namun pada saat Aron hendak mengangkat papannya, tiba-tiba Iman yang ada di barisan depan mengangkat papannya, “Seratus miliar!”
Melihat Iman mengangkat papannya, orang-orang yang ada disekitarnya mulai berdiskusi.
“Tuan Hardi saja menawar, apa jangan-jangan kita salah menilai barang ya?”
“Rumah Herbal benar-benar kaya, seratus miliar dibelanjakan barang seperti ini!
“Coba tunggu dulu, Iman itu sangat perhitungan, dia tidak mungkin menawar dengan asal.”
Tatapan semua orang melekat pada Iman, dan setelah Iman meneriakkan penawarannya, dia bangkit berdiri dan menyapu sekelilingnya dengan matanya : “Hadirin, kualitas dari Teratai Salju ini sangat buruk, dan belum mencapai ribuan tahun, mungkin hanya berusia ratusan tahun saja, dan karena Teratai Salju ini berjodoh dengan Kota Namae dan sudah sampai disini, kita tidak boleh membiarkannya lewat begitu saja, kalau sampai terdengar di luar sana, akan mencoreng reputasi dari Kota Namae sebagai Kota Obat, oleh karena itu saya akan menawar dan membelinya, hadirin sekalian juga tidak perlu berebut denganku.”
Mendengar perkataan Iman, meskipun tidak banyak orang yang percaya, tapi Iman sudah menegaskan agar mereka tidak berebut dengannya dan tidak ada yang berani menawar lagi!
Setelah berkata Iman kembali duduk, sedangkan penyelenggara menatap Iman dengan tatapan tidak puas tapi dia juga tidak boleh marah, dia hanya bisa melihat ke arah hadirin dan berkata : “Apa ada lagi yang mau menawar? Teratai Salju ini benar-benar sangat bernilai!”
Penyelenggara berusaha mendorong agar para hadirin mau menaikkan harga dengan susah payah agar pelelangan bisa mendapatkan lebih banyak keuntungan namun tidak peduli apapun yang dia katakan, tidak ada orang yang berani menawar lagi!
Penyelenggara tampak putus asa dan hanya bisa kembali ke tempatnya lalu mengangkat palu kecilnya, bersiap untuk mengetuknya!
“Seratus sepuluh miliar!”
Raut wajah penyelenggara seketika menjadi senang, dan bergegas menoleh ke arah Aron, dan tatapan semua hadirin juga melekat pada Aron!
Iman mengernyitkan keningnya dan menatap ke arah Aron dengan dingin, ada kemarahan yang tersirat dalam tatapannya!
“Tuan ini menawar pada harga seratus sepuluh miliar, apa ada lagi yang mau menawar?”
Penyelenggara berkata sambil melihat ke arah Iman.
Karena pada saat itu hanya Iman-lah yang menawar harga!
“Seratus lima puluh miliar!” Iman berkata sambil mengangkat papan nomornya.
Mendengar Iman meningkatkan harganya sebanyak empat puluh miliar, semua orang menatap Aron dan berpikir apakah Aron akan berani meningkatkan harganya lagi, bahkan penyelenggara juga menatap ke arah Aron!
“Dua ratus miliar!” Aron mengangkat papan nomornya tanpa ragu-ragu!
Wah………
Pada saat itu, seluruh hadirin yang ada di pelelangan menarik nafas dalam-dalam, sekali buka mulut langsung menambah lima puluh miliar, dan menjadikan harganya menjadi dua ratus miliar, benar-benar tidak terkendali!
“Saudara Aron, kamu meningkatkan harganya terlalu banyak!” Tedi berbisik pada Aron.
Dalam pelelangan, biasanya peningkatan harga akan dilakukan secara sedikit dan bertahap, dengan begini mereka juga bisa mengetes berapa budget yang disiapkan oleh pihak lain, kalau langsung meningkatkan puluhan miliar, terkesan agak kasar.
“Kak Nuri, pacarmu tampan sekali, apakah dia pemilik bank?”
Yuri menatap Aron dengan rasa ingin tahu seolah-olah dia ingin melihat tembus pandang ke dalam Aron!