ARON

ARON
Menunduk Rumah Herbal



“Kalau berbisnis sepertimu, apa bedanya kalian dengan para bandit? Dalam sekejap mata saya akan rugi lima puluh miliar, uang itu terlalu gampang didapatkan!”


Aron berkata dengan sinis.


Raut wajah Iman juga menjadi dingin : “Kalau begitu katakan, berapa kamu akan menjualnya, kalau tidak saya akan membelinya dengan harga awal!”


“Berapapun tidak akan kujual!” Aron menggelengkan kepalanya.


“Bocah, kamu ini benar-benar tidak mau melakukannya dengan cara mudah ya? Harus memaksaku bertindak?”


Raut wajah Iman semakin jelek!


“Saya nasehati sebaiknya kamu tidak bertindak, kamu adalah seorang pebisnis, transaksi jual beli yang gagal adalah hal yang normal, tapi kalau kamu sampai bertindak, maka tokomu ini adalah toko ilegal, dan kalau berurusan dengan toko ilegal maka tidak perlu membicarakan aturan apapun lagi!”


Mata Aron menyipit dan aura pembunuh seketika terlihat dari tubuhnya!


“Sialan, kamu sedang menakut-nakuti siapa?”


Pemuda itu tiba-tiba berteriak marah dan melayangkan tinjunya ke arah Aron!


Aron menarik Nuri dan mengelak dengan melangkah mundur, Jekson yang ada di sampingnya sudah tidak tahan dan bergegas menyerang!


Dia mengulurkan tangannya dan meraih pergelangan tangan pemuda itu, lalu menggunakan tenaganya untuk menariknya dan membuat pemuda itu kehilangan keseimbangannya, Jekson langsung menendang kaki pemuda itu dan suara tulang patah terdengar, tulang kaki pemuda itu sudah dipatahkan oleh Jekson!


Tanpa jeda sedikit pun, Jekson meraih pergelangan tangan pemuda itu dan melemparkannya dengan keras, membanting pemuda itu ke tanah dan menginjaknya dengan satu kaki!


Injakan itu sangat kuat, dan langsung menekan dada pemuda itu hingga cekung ke dalam, diperkirakan tidak ada satu tulang rusuknya yang tidak patah.


Ugh……


Pemuda itu memuntahkan seteguk darah, dan raut wajahnya terlihat sangat mengerikan!


“Ini…….”


Iman tercengang, pemuda itu adalah orang kepercayaannya, dia sangat kuat dan sudah bertarung bersamanya selama bertahun-tahun, namun Jekson mengalahkannya hanya dengan beberapa tiga pukulan dan dua tendangan, tanpa bisa melawan kembali!


Pada saat itu Tedi dan Yuri juga tercengang, mereka tidak menyangka Jekson sekuat itu!


“Sialan, berani curang padaku, pada saat saya turun ke jalanan, kalian semua masih minum ASI!” Jekson meludah dan tendangannya diarahkan pada kepala pemuda itu, dan langsung membunuh pemuda itu di tempat, setelah membunuh pemuda itu Jekson menatap ke arah Iman : “Tua bangka, apa kamu mau mencobanya?”


Iman juga bisa bertarung namun kemampuannya tidak sebanding dengan Jekson, dia kaget dan terus mundur, wajahnya memucat dan berkata : “Kamu….siapa sebenarnya kamu?”


“Saya tidak bisa mengubah namaku, saya adalah Jekson Herlambang!”


Jekson mengeluarkan statusnya sebagai Ketua Mafia dan aura pembunuh memenuhi sekujur tubuhnya!


Tiba-tiba, mata Iman membelalak dan keringat dingin terus bercucuran di dahinya : “Kamu….kamu adalah Ketua Mafia dari Kota Sanir, Jekson Herlambang, tidak, tidak, Tuan Jekson dari Kota Sanur!”


Iman seketika mengenali Jekson, sebelumnya dia pernah bertemu dengan Jekson dua kali, namun karena sudah lama, dan kesannya tidak terlalu mendalam ditambah dia tidak menyangka seorang ketua mafia di Kota Sanur, Jekson akan datang ke kota Namae tanpa bawahannya, jadi meskipun dia merasa Jekson sedikit familiar tapi dia tidak terlalu mempermasalahkannya!


Saat ini Jekson sudah buka mulut dan dia akhirnya teringat!


“Tu…..Tuan Jekson, saya salah, saya tidak punya mata…..”


Iman langsung bersujud di lantai!


Apa yang dikatakan Jekson benar, meskipun Iman dulu bertarung di seluruh kota Namae dan begitu berkuasa, tapi di mata Jekson, dia hanyalah bocah yang tidak ada apa-apanya, nama Jekson Herlambang sudah terkenal di berbagai kota.


Meskipun Keluarga Wisono dari Kota Taka berani menganggap remeh Jekson, tapi di setiap sudut kota Sanur, tidak ada satu orang pun yang berani meremehkan Jekson.


“Tuan Aron……”


Jekson menatap ke arah Aron, bagaimana cara mengurus Iman harus menunggu perintah dari Aron.


​Aron langsung berjalan ke hadapan Iman dan berkata : “Saya tadi sudah bilang, kalau kamu bertindak, maka tokomu ini adalah toko ilegal, berurusan dengan toko ilegal saya tidak suka mengikuti peraturan!”