ARON

ARON
Memukuli Pengangu



Edo berkata sambil melihat Lily yang ada di seberang dan meneruskan ucapannya : “Pantas saja Tuan Muda Evan kita punya nyali hari ini, ternyata dia sudah mengajak wanita pujaannya keluar, lumayan juga, ingin menunjukkan kebolehan di depan wanita pujaannya ya?”


Setelah berkata, Edo menarik Lily dan melingkarkan tangannya pada pinggang Lily : “Nona Lily, temani Tuan muda bermain bagaimana?”


“Tuan Muda Edo, saya sedang ada pelanggan, tidak bisa pergi begitu saja, lain hari saya baru menemani Tuan Muda Edo untuk minum ya!”


Lily berkata sambil tersenyum.


Dia jarang-jarang punya kesempatan bertemu dengan orang bodoh seperti Aron, mana boleh dilepaskan begitu saja!


Piak……..


Siapa sangka, Edo langsung melayangkan tamparan pada Lily : “Sialan, hanya seorang pelacur saja berani menawar padaku?”


Wajah Lily yang ditampar memerah dan tatapannya terlihat teraniaya, dan tidak berani mengatakan apapun lagi!


Saat itu Aron seolah tidak melihat apapun, Aron tidak akan menjadi pahlawan yang menyelamatkan wanita hanya demi seorang pelacur!


Aron tidak akan melakukan apa-apa, tapi tidak berarti Evan juga sama, Lily merupakan wanita pujaannya, dan sekarang wanita pujaannya dipukuli oleh orang, Evan mana bisa menahan diri.


“Edo, dasar bajingan, lepaskan Lily, apa berani memukuli wanita itu sudah sangat hebat?”


Evan meraih botol anggur dan berteriak marah pada Edo.


Bam……..


Evan yang baru selesai bicara langsung ditendang oleh seorang valet yang ada di belakang Edo : “Nak, apakah ini caramu berbicara dengan Kak Edo?”


​Evan mengernyitkan keningnya, raut wajahnya seketika menjadi jelek, dia menggertakkan giginya dan berkata : “Bajingan, saya akan membunuhmu…..”


Evan mengambil botol anggur dan menghantamkannya ke kepala Edo dengan keras!


Pahlawan yang menyelamatkan wanita, ini adalah saat yang cocok untuk menunjukkan kemampuan dirinya oleh karena itu Evan turun tangan hanya demi membuat kesan baik di hadapan Lily.


Namun siapa sangka, saat Evan mengayunkan botol itu dan belum sempat menghantamkannya ke kepala Edo, pergelangan tangannya dicengkram oleh Edo dan botol anggur itu direbut dan dihantamkan dengan keras ke kepala Evan, Edo tidak ragu-ragu sama sekali!


Melihat botol itu sudah hampir menghantam kepala Evan, Aron yang sejak tadi tidak bergerak tiba-tiba berdiri dan meraih pergelangan tangan Edo, dia mengerahkan sedikit tenaganya dan membuat Edo meringis kesakitan, botol anggur yang ada di tangannya juga langsung jatuh ke lantai!


“Semuanya datang untuk minum dan bersenang-senang, hanya demi seorang wanita murahan, sepertinya kurang layak……”


Aron melepaskan tangan Edo, dan berdiri membentengi di hadapan Evan.


Bagaimana pun Evan adalah cucunya Kurniawan, Aron tidak boleh membiarkannya mati begitu saja!


Edo melihat pergelangan tangannya yang sudah membiru dan berkata dengan marah : “Siapa kamu? Sebutkan namamu!”


“Tuan Muda Edo, anak ini adalah kakak ipar Evan, orang kaya baru!”


Lily memelototi Aron dan berkata.


Tadi Aron mengatakan dia wanita murahan, itu termasuk menghina Lily


"Pacarnya Lina?” Edo melirik Aron sekilas lalu tersenyum sinis : “Jangan kira karena Lina seorang detektif sudah sangat hebat, di hadapanku dia tidak ada apa-apanya, dia bahkan tidak bisa dibandingkan dengan wanita murahan seperti ini…..”


Edo mencengkram dagu Lily dengan tangannya dan menatap Aron dengan jijik.


Aron menyipitkan matanya dan aura dingin memancar dari tubuhnya, seketika dia melayangkan tendangannya dan menendang Edo hingga terhempas!


BAM…………


Tubuh Edo terhempas beberapa meter, lalu mendarat pada sebuah meja dengan keras dan membuat meja itu hancur!


“Ah…………” banyak tamu lain yang kaget dan berteriak ketakutan setelah melihat adegan mendadak itu dan segera menghindar.


Edo menggertakkan giginya dan mencoba bangkit, dia merasa tubuhnya akan segera runtuh dan berkata dengan marah sambil menatap Aron : “Serang, bunuh dia…..”


Beberapa pengawal Edo bersiap turun tangan, tapi mereka malah mendengar suara yang menusuk tulang : “Siapa yang berani membuat keributan di bar saya? Tidak tahu siapa pemilik bar ini?”