ARON

ARON
Yenni Melarikan Hati Yang Terluka



“Ivanna, kau bajingan tidak tahu malu, kamu yang merayuku, kamu ingin saya membantumu dalam masalah pekerjaan, lalu berpura-pura mabuk, agar saya memapahmu kembali ke kamar, lalu kamu langsung melepas seluruh pakaianku, dasar wanita jalang…”


Billy yang diinjak Aron masih berusaha keras mencaci maki Ivanna!


Aron yang melihat hal itu langsung mengangkat kakinya, Billy langsung melompat dan menerjang kearah Ivanna!


Lalu menampar Ivanna dengan keras!


Ivanna memegangi wajahnya dan memelototi Billy : “Billy, dasar kau pria bajingan, kamu bilang kamu hanya mencintaiku seorang, dan kamu berpacaran dengan Mona hanya karena keluarganya kaya, tidak disangka kamu berselingkuh dengan begitu banyak wanita lain….”


Ivanna juga tidak mau kalah dan berkelahi dengan Billy.


Seketika, kedua orang itu sudah menjadi compang-camping karena dipukuli, wajah Billy bahkan berlumuran darah!


“Satpam, usir dua orang ini keluar sekarang juga…”


Nuri melihat mereka berdua yang berkelahi langsung berkata dengan kesal.


Beberapa satpam memasuki ruangan dan bersiap mengusir Billy serta Ivanna…


“Mona, saya salah, saya salah, bantulah saya, kumohon bantulah saya…”


Billy tidak mau pergi dan memeluk kaki Mona dengan erat!


Mona menatap Billy dengan tatapan jijik lalu menendang Billy agar pelukannya terlepas!


Billy mencoba menghampirinya lagi, tapi satpam menyeretnya!


“Kenapa……kenapa….saya tidak puas…..”


Billy berteriak histeris namun tidak ada orang yang mengasihaninya!


Billy dan Ivanna diseret keluar, mereka juga dipecat, sekarang karyawan departemen pemasaran yang lainnya juga berada dalam bahaya, karena mereka juga menghina Aron demi menjilat pada Billy!


Mata Aron menyapu semua orang itu lalu berkata : “Sekarang perusahaan sedang kekurangan seorang direktur, maka jabatan ini akan diserahkan kepada Mona, lalu untuk jabatan manajer departemen pemasaran akan diserahkan kepada Yenni, saya harap kalian berdua akan bekerja keras untuk perusahaan…”


Setelah Aron selesai berbicara, seluruh karyawan departemen pemasaran bertepuk tangan!


Tapi tidak disangka Aron malah menyerahkan jabatan direktur kepada dirinya, hal ini membuat Mona benar-benar tidak percaya!


“Mon, Mona, cepat berterimakasih kepada Presdir Aron… Seseorang mengingatkan Mona!


Mona baru tersadar dan segera berkata pada Aron : “Aron…..Salah, salah, Presdir Aron, terimakasih banyak, saya pasti akan bekerja dengan giat!”


Setelah Mona berbicara, dia juga menarik Yenni yang ada disampingnya : “Yenni, cepat berterimakasih kepada Presdir Aron…”


Yenni menatap Aron tanpa ekspresi lalu berkata : “Terima kasih Presdir Aron…”


Aron melihat raut wajah Yenni, dan sebenarnya merasa sedikit iba, namun perasaan bukanlah hal yang bisa dipaksakan!


“Tidak ada perubahan pada jabatan yang lainnya, kembalilah bekerja…”


Perkataan Aron seketika membuat mereka semua merasa lega, Aron tidak menyalahkan mereka, dan ini membuat karyawan lainnya di departemen pemasaran merasa berterima-kasih pada Aron!


Saat semua orang pergi, Aron yang melihat punggung Yenni ingin mengejar dan menjelaskan kepadanya, hanya saja Nuri ada disampingnya, jadi dia tidak bergerak “Pergilah, ada hal yang sebaiknya dijelaskan, saya juga sudah mau pergi…”


Nuri berkata lalu berbalik pergi!


Aron menyusul Yenni dan memanggilnya.


“Yenni, sebenarnya sejak awal saya hanya menganggapmu seperti seorang adik, saya tidak berniat untuk membohongimu, namun ayah dan ibuku sepertinya punya sedikit kesalah-pahaman terhadap Nuri, makanya saya tidak mengatakan apa-apa….”


Aron tidak bermaksud merahasiakannya!


“Kak Aron, kamu tidak perlu menjelaskannya, semua ini karena saya sendiri yang terbawa perasaan, kamu yang sekarang ini juga tidak buruk, saya juga masih muda, pasti bisa menemukan pacar yang cocok…”


Yenni berusaha keras menunjukkan senyuman di wajahnya!


“Iya, saya percaya kamu pasti akan menemukannya!”


Aron menganggukkan kepalanya