ARON

ARON
Siapa Kamu..?



Tentu saja, setelah memperlihatkan tumpukan uang dalam brangkasnya, Pak Tantono menurunkan kakinya dari meja dan tatapannya tidak berpindah sedikitpun dari tubuh Yenni, lalu berkata : “Saya tidak suka bernegosiasi dengan pria, kalau kalian menginginkan uangnya boleh saja, kalian yang pria enyah dari sini, dan gadis ini tetap tinggal, saya jamin akan membayar hutangku kepada kalian…”


Yenni yang mendengar itu langsung terkejut dan bersembunyi dibalik badan Aron.


Melihat Yenni yang ketakutan, Pak Tantono langsung tertawa keras.


“Membayar hutang adalah hal yang tepat untuk dilakukan, siapapun yang datang menagih, harus dibayarkan kepadanya…”


Aron berkata dengan sinis!


“Hal yang tepat untuk dilakukan?” Pak Tantono menatap Aron seolah menatap orang gila : “Kamu anak baru ya? Belum ada rekanmu yang memberitahukanmu, apa akibatnya kalau datang menagih hutang disini?”


“Sudah, tapi saya tidak percaya, jadi datang untuk memastikan…”


Aron mengangguk!


“Heh… sudah bertahun-tahun saya baru pertama kali bertemu dengan orang yang mempunyai nyali sepertimu, kalau kamu ingin memastikannya maka saya akan memenuhi permintaanmu…”


Sambil berkata, Pak Tantono melayangkan tinjunya kearah hidung Aron!


Yenni yang ada dibalik tubuh Aron melihat Pak Tantono melayangkan tinjunya langsung menarik Aron dengan erat, dia ingin menarik Aron untuk menghindari pukulan Pak Tantono, sedangkan Rico sibuk melangkah mundur, karena takut pukulan itu akan menyasar padanya!


Tapi Yenni sama sekali tidak bisa menarik Aron, Aron tersenyum sinis pada Pak Tantono, dan saat tinjunya sampai didepan wajah Aron, Aron mengulurkan tangannya dan menghadang tinju Pak Tantono, dia mencengkramnya dengan erat sampai terdengar suara tulang Patah.! Pak Tantono merasa tinjunya sedang dicengkram oleh seekor harimau, segera, rasa sakit yang teramat parah menyerang Pak Tantono dan membuatnya berteriak kesakitan!


Dan gadis yang membawa Aron dan yang lainnya langsung berlari keluar untuk memanggil orang setelah melihat kejadian itu!


“Rico, kamu dan Yenni pergi ambil uang itu, jangan lebih, ambil sebanyak hutang mereka pada perusahaan kita, jangan kurang satu sen pun…”


Aron yang sedang mengendalikan Pak Tantono, berkata kepada Rico!


Rico yang sudah ketakutan sejak tadi sudah tidak berani bergerak, malah Yenni yang menatap Aron lalu bergegas mengambil uang dari brangkas!


Segera, 1 miliar sudah memenuhi tas mereka, Yenni berkata dengan panik kepada Aron : “Kak Aron, uangnya sudah saya ambil, ayo kita pergi…”


Baru saja Yenni menyelesaikan kalimatnya, suara langkah kaki segerombolan orang sudah terdengar, pria-pria kekar yang sedang bermain kartu dibawah menerjang keatas, dan langsung menghalangi jalan keluar!


“Bajingan, cepat lepaskan Kak Tantono, beraninya kamu melukai Kak Tantono, cari mati…”


Vito melihat Aron yang sedang mengendalikan Pak Tantono langsung berteriak!


“Suruh orangmu buka jalan…”


Aron tidak memperdulikan Vito, dia perlahan mengerahkan kekuatannya dan membuat suara tulang patah kembali terdengar dari tangan Tantono!


Tantono yang sudah kesakitan sejak tadi, sudah berkeringat dingin, namun kedua matanya dipenuhi dengan api amarah, hanya saja untuk saat ini dia tidak punya cara dan hanya bisa berteriak memerintahkan : “Cepat buka jalan….”


Segera, para bawahannya membuka jalan, Aton berkata kepada Rico dan Yvonne : “Kalian berdua bawa uang itu kembali ke perusahaan..


“Kak Aron, kamu…kamu tidak pergi bersama dengan kami?”


Yenni bertanya-tanya.


“Kalian kembalilah dulu, saya akan menyusul…”


Aron berkata.


Yenni menatap Aron dengan tatapan cemas, tapi dia langsung ditarik pergi oleh Rico : “Ayo cepat pergi, kalau tetap disini, kita hanya akan menambah beban Kak Aron…”


Rico menarik Yenni dan segera berlari keluar, hanya saja saat berlari keluar dari perusahaan, Yenni tiba-tiba menyerahkan uang itu kepada Rico dan menyuruhnya membawa uang itu kembali ke perusahaan sedangkan dia akan menunggu diseberang jalan, sebelum Aron keluar, dia tidak akan merasa lega!


Setelah Rico dan Yenni pergi, Aron mulai melepaskan cengkramannya pada Tantono!


Dan Tantono yang mendapatkan kembali kebebasannya mulai berteriak marah : “Bajingan, hari ini saya pasti akan menghabisi..


Selesai berkata, Aron menyalakan sebatang dan menghirupnya dengan pelan dan mengepulkan asapnya dengan ekspresi yang sangat santai!


Melihat ekspresi Aron yang terlihat tidak peduli, membuat semua orang yang ada disana sangat jengkel!


“Bajingan, beraninya melukai Kak Tantono, saya pasti akan menghabisi nyawamu…”


Vito berkata dan melayangkan tinjunya kearah Aron, kekuatan tinju itu sangat besar, bahkan terdengar seperti suara yang memecahkan langit, terlihat jelas kalau Vito ini adalah seorang yang berlatih!


Menghadapi tinju Vito yang sekuat itu, Aron terlihat tidak peduli sama sekali, dia kembali menghisap cerutu lalu mengebulkan asapnya Vito yang sedang menerjang kearahnya..! Awalnya Vito yang menyerang dengan cepat dengan tinjunya, seolah dihipnotis oleh asap yang dikebulkan oleh Aron, dia seketika tidak bergerak, dan tinjunya hanya berjarak beberapa sentimeter lagi menuju Aron!


Seketika, semua orang yang melihat kejadian itu seolah tidak percaya, dan pada saat itu, Aron mengeluarkan tendangannya dan langsung menghempaskan Vito, dia terlempar keluar dari ruangan kantor dan tersungkur dilantai dengan keras!


“Vito….”


Raut wajah Tantono seketika berubah, dia bergegas berlari keluar untuk memeriksa, perlu diketahui kalau Vito adalah petarung terbaik yang dia miliki, dia sudah berlatih kickboxing selama sepuluh tahun lebih.


Dan saat Tantono melihat Vito, dia langsung tertegun, dia melihat dada Vito sudah cekung kedalam, dan darah segar terus keluar dari mulutnya, matanya membelalak, dan tersungkur tak berdaya dilantai, entah dia masih hidup atau tidak!


“Bunuh dia, bunuh dia sekarang juga…….”


Tantono mengamuk, dia belum pernah mendapatkan perlakuan seperti ini sebelumnya, dan dia sangat ingin mencabik-cabik Aron saat ini!


Setelah mendapatkan perintah, para bawahannya langsung menerjang kearah Aron!


Mereka tidak percaya, sekuat apapun Aron, tidak akan bisa mengalahkan mereka semua diruangan sekecil ini.


“Cari mati….”


Aron mendengus dingin dan segera sekelompok orang itu bagaikan diterpa angin topan!


Kecepatan Aron sangat kencang, mereka bahkan tidak bisa melihat bayangan Aron, dan tiba-tiba tubuh mereka sudah tersungkur di lantai!


Hanya dalam beberapa detik, semua orang yang ada di ruangan sudah tersungkur tak berdaya dilantai!


Sedangkan Aron tidak berniat menghabisi nyawa mereka, namun kaki dan tangan mereka sudah patah, dan luka mereka sangat berat!


Segera, Tantono tersontak, dan gadis yang ada disampingnya memucat, wajahnya lebih pucat daripada bedak wajahnya!


Dia tidak habis pikir, bawahannya yang sebanyak itu bisa dikalahkan begitu saja oleh seorang pemuda yang terlihat lemah.


“Kamu ini, berhutang pada siapapun sebenarnya tidak masalah, namun sial sekali kamu malah berhutang padaku, saya ini paling membenci orang yang berhutang padaku…”


Aron tersenyum sinis dan berjalan kearah Tantono!


“Siapa….Siapa kamu? Saya berhutang pada PT Damai Kimia, bukankah kamu karyawan PT. Damai Kimia?”


Tantono bertanya kebingungan pada Aron.


“Tentu saja, PT Damai Kimia adalah perusahaan milik Nona Nuri dari Keluarga Utomo, dan Nuri adalah wanitaku, kalau begitu, bisa dibilang kamu memiliki hutang padaku kan?”


Aron berkata sambil tersenyum sepele!


“Wanitamu?” Tantono semakin kebingungan, namun segera pupil matanya membesar, dan tatapannya terlihat sangat terkejut dan ketakutan : “Kamu…kamu adalah….."


Tantono membuka mulutnya lebar, namun karena keterkejutan dan ketakutannya, dia tidak bisa mengeluarkan sepatah katapun!


Tantono pernah menjadi anggota mafia, meskipun dia belum memenuhi syarat untuk menghadiri perjamuan yang diselenggarakan oleh Kurniawan, namun dia sudah banyak mendengar tentang rumor yang beredar, dia juga sudah mendengar tentang Aron, hanya saja dia tidak memikirkan itu sama sekali!


Mengalahkan Roney, menjadi orang yang paling dihormati oleh Kurniawan dan Jekson, ternyata adalah seorang pemuda biasa yang sedang berada dihadapannya saat ini!