ARON

ARON
Wenny



"Tuan Kurniawan, maaf atas ketidak nyamanannya, saya memohon maaf ya!”


Baru memasuki kuil Tao, seorang pria tua berjanggut putih yang mengenakan jubah khas Tao keluar untuk menyambut, orang itu adalah Pemimpin Bu Xu.


“Pemimpin Bu Xu tidak perlu segan!” Indrawan menangkupkan tangannya dan memperkenalkan Aron yang ada di belakangnya : “Ini adalah Tuan Aron, orang yang membutuhkan Kuas Spiritual dan Batu Sinabar, saya secara khusus membawanya kemari untuk mengobati penyakit putrimu!”


Pemimpin Bu Xu melirik Aron sekilas dan mengerutkan keningnya, namun dia segera merenggangkan keningnya dan tersenyum : “Tidak buru-buru, tidak buru-buru, ayo masuk kedalam ruangan untuk minum teh dulu, saudara seperguruanku sedang memeriksa putriku didalam!”


Pemimpin Bu Xu itu mengundang Indrawan dan yang lainnya untuk masuk kedalam kuil, namun baru sampai di aula utama, Aron merasakan ada Hawa Yin yang menghampirinya!


Di cuaca sepanas ini, Hawa Yin itu membuat Aron merinding!


“Tuan Aron, ada apa?”


Kurniawan melihat raut wajah Aron yang muram dan bertanya kepadanya.


“Oh, tidak apa-apa!” Aron tersenyum, dan menggelengkan kepalanya!


Pemimpin Bu Xu melihat Aron lalu tersenyum menghina : “Apakah kamu merasa sejuk saat memasuki aula utama? Ini karena ada sumur tua di belakang kuil kami, dan air di sumur itu selalu sejuk sepanjang tahun, saat kami menimba air dari sumur itu dan menyiramkannya di sekeliling kuil, akan membuat kuil menjadi sejuk!”


Aron hanya tersenyum dan tidak mengatakan apapun!


Mereka lalu mengikuti Pemimpin Bu Xu berjalan dari aula utama melewati sebuah halaman kecil, dan saat pintu salah satu kamar dibuka, Aron merasakan Hawa Yin itu jauh lebih kuat dari Hawa Yin di aula tadi!


Tapi melihat Indrawan dan yang lainnya sepertinya mereka tidak merasakan hal-hal yang tidak biasanya!


Saat itu didalam kamar, seorang gadis dengan wajah yang halus sedang terbaring di ranjang, tubuhnya terbungkus selimut-selimut tebal, wajahnya terlihat sedikit pucat, seolah wajahnya diselimuti oleh lapisan salju!


“Orang ini adalah saudara seperguruan saya, Pemimpin Wu Wei, dia mengatakan kalau putri tubuh saya itu lemah dan dingin, jadi perlu mengeluarkan Hawa Yin itu dari dalam tubuhnya, tahun lalu sudah mencoba sekali tapi tidak berhasil, tahun ini saudara seperguruan saya menemukan sebuah Giok Ruyi yang terbuat dari batu giok hangat, jadi cocok untuk menyerap Hawa Yin dari tubuh putriku!”


Pemimpin Bu Xu menjelaskan dengan suara ringan.


Disebut batu giok hangat karena batu giok itu sudah dibakar dengan suhu ekstrim atau batu giok yang berasal dari inti bumi, batu giok seperti ini akan tetap hangat sepanjang tahun, walaupun batu giok itu dimasukkan kedalam lemari es, lalu dikeluarkan, tidak lebih dari setengah jam kemudian, suhunya akan kembali seperti semula, sangat menakjubkan!


Batu giok seperti ini sangat jarang ditemui, dan bisa membuat Giok Ruyi dengan batu giok itu artinya batu giok itu tidak berukuran kecil, itu lebih langka lagi!


Setelah mendengarkan ucapan Pemimpin Bu Xu, Kurniawan dan yang lainnya melihat Pemimpin Wu Wei dengan penasaran, sedangkan Pemimpin Wu Wei itu terlihat dingin, tatapan matanya terlihat jijik, dia bahkan tidak sudi melihat Indrawan dan yang lainnya sekilas.


Saat Giok Ruyi yang ada di tangan Pemimpin Wu Wei mengetuk pada dahi gadis kecil itu, terlihat jejak Hawa Yin yang diserap oleh Giok Ruyi.


Setelah mengetukkannya belasan kali, Pemimpin Wu Wei berhenti lalu meletakkan Giok Ruyi itu disampingnya!


“Kakak seperguruan, apakah sudah hampir selesai?”


Pemimpin Bu Xu bertanya kepada Pemimpin Wu Wei dengan penasaran.


Pemimpin Wu Wei menggelengkan kepalanya : “Tidak semudah itu, Wenny sudah kedinginan untuk waktu yang lama, dan Hawa Yinnya masih sangat banyak, jadi harus pelan-pelan, sekarang Giok Ruyi sudah kehilangan hawa panasnya, harus istirahat dulu!”


“Oh!” Pemimpin Bu Xu menganggukkan kepalanya, lalu bertanya : “Kalau begitu perlu berapa lama agar seluruh Hawa Yin di tubuh Wenny bisa diserap sampai tuntas?”


Pemimpin Wu Wei mengernyitkan keningnya, lalu berkata setelah berpikir sejenak : “Paling cepat 3 hari, paling lama setengah bulan!”


Pemimpin Bu Xu yang mendengarnya juga tidak mengatakan apapun lagi, namun wajahnya terlihat sedikit khawatirkan