ARON

ARON
Sombongnya Si Arka



“Jangan mengira saya tidak berani membunuhmu……”


Arka mengerutkan keningnya, dengan mengarahkan sebilah belati yang tajam ke leher Jhonatan!


Sepasang kaki Jhonatan mulai gemetar merasakan dinginnya pisau belati yang menempel di lehernya, tidak ada orang yang tidak takut mati tetapi dia tetap tidak dapat menyerahkan Aron!


“Tuan Arka, Anda jauh jauh datang ke Kota Sanur, mengapa tidak memberitahu saya, saya kan bisa menyambut kedatangan Tuan……….”


Pada saat Arka mengarahkan pisau belati ke leher Jhonatan, tiba tiba terdengar suara seseorang yang hangat, Kurniawan Prata telah tiba dengan tergesa gesa!


Kurniawan memandang para pengawal Keluarga Utomo yang sedang merintih kesakitan, lalu memandang pisau belati di tangan Tuan Arka, dia lalu tersenyum: “Tuan Arka, Anda baru saja sampai di Kota Sanur, jika ada masalah, kita bisa diskusi baik baik tanpa perlu menggerakkan senjata!”


Kurniawan maju kedepan dan mengambil pisau belati dari tangan Arka.


Dulu Kurniawan Prata juga merupakan seorang pejabat di Kota Taka sehingga mengenal Tuan Arka Wisono, sekarang dia sudah pensiun sehingga kekuatannya tidak begitu berpengaruh lagi!


Tetapi Arka masih menghargainya karena dia telah duduk kembali di tempat semula!


“Tuan Utomo, Anda juga silahkan duduk, kita bisa diskusikan masalah ini!”


Kurniawan bertindak sebagai penengah dan menyuruh Jhonatan duduk untuk diskusi!


Jhonatan menganggukkan kepala dan mengikuti petunjuk Kurniawan untuk duduk.


Dalam perjalanan tadi Jhonatan telah menghubungi Kurniawan Prata melalui sambungan telepon karena dia tahu berdasarkan kekuatan Keluarga Utomo masih belum bisa melawan Keluarga Wisono sehingga dia sengaja menghubungi Kurniawan agar datang untuk mendamaikan suasana!


Jika masalah ini dapat diselesaikan dengan ganti rugi, tidak perlu dengan kekerasan maka akan lebih baik karena Jhonatan juga tidak ingin mati!


“Tuan Arka, saya sudah mendengar masalah ini, sebenarnya dalam masalah ini putra Anda juga bersalah, karena masalah sudah terjadi sebaiknya kita diskusikan bagaimana cara penyelesaiannya, menurut saya bagaimana kalau Tuan Utomo menyiapkan makanan untuk minta maaf kepada Anda secara terbuka, lalu memberikan uang ganti rugi, dengan jumlah yang Anda tentukan, asalkan dalam batas yang bisa diterima oleh Tuan Utomo saya percaya dia tidak akan menolaknya!”


“Prara, apakah menurutmu Keluarga Wisono kekurangan uang?”


Arka berkata sambil menyeringai.


“Ini……….” Seketika Kurniawan dibuat bungkam, ekspresinya sangat canggung tetapi dengan cepat dia sudah tertawa lagi dan berkata: “Keluarga Wisono kaya raya tentu saja tidak kekurangan uang, Tuan Arka kalau begitu Anda katakan kita harus berbuat apa agar Anda merasa puas!”


“Serahkan orang yang melumpuhkan kaki putraku, dan suruh Nuri Utomo untuk merawat putraku, gara gara dia putraku baru berubah menjadi seperti ini!”


Arka menatap Jhonatan dengan dingin dan menyampaikan permintaan yang sangat keterlaluan.


Kelihatannya memang sengaja membuat Jhonatan marah!


Benar saja, begitu Jhonatan mendengar permintaan Arka dia tiba tiba memukul meja dan berkata: “Tidak mungkin, anakmu yang menyandera putriku terlebih dahulu, sekarang kalian ingin putriku pergi menjaganya, jangan bermimpi, kalau kamu berani sekarang juga bunuhlah saya!”


“Kamu kira saya tidak berani membunuhmu!” selesai berkata, seketika sepuluh jagoan yang dibawanya sudah mengepung Jhonatan.


“Tuan Arka, harap tenang, memandang muka saya, kita……..”


“Saya memanggilmu Prata, berarti sudah menghargaimu, untuk masalah ini kamu tidak usah turut campur, kamu juga tidak sanggup menyelesaikannya, jangan sampai saya turun tangan juga terhadapmu!”


Tidak membiarkan Kurniawan menyelesaikan perkataannya, Arka sudah berkata dengan dingin.


Saat ini, Kurniawan merasa sangat canggung, emosinya hampir meledak, tubuhnya gemetar dan mukanya telah berubah menjadi merah, tetapi dia tidak berdaya karena tidak bisa berbuat apa apa!


Dia sekarang sudah pensiun, ibarat yang dikatakan Orang Pergi Jamuan Teh Menjadi Dingin, sekarang dia sama sekali tidak berpengaruh lagi di Kota Taka, berdasarkan kekuatan Keluarga Wisono sekarang ini, andai dia masih menjabat Arka juga tidak akan memberinya muka jika dia sudah sangat emosi, apalagi situasi saat ini sangat tidak berpihak kepadanya, mana mungkin Arka masih menghargainya!