ARON

ARON
Mulai Bersemi



"Siapa, siapa yang menyerangku?"


Roney mencabut tusuk gigi itu dengan kuat dan meraung keras!


Namun, di dalam tatapan mata Roney, terlihat ada sedikit kesakitan, dia tidak kebal walaupun dia adalah Ying Qi Gong, padahal jika orang biasa dengan senjata tajam menyerang, tidak akan bisa menghancurkan Ying Qi Gong!


Tapi sekarang tusuk gigi kecil ini benar-benar langsung menusuk lengannya, hal ini mengejutkan Roney. Dia tidak menyangka masih ada ahli yang bersembunyi di antara orang-orang ini!


Semua orang saling menatap, dan tidak ada yang tahu siapa yang menusuk tangannya!


Hanya Jekson yang menatap Aron heran dengan kekaguman di matanya!


"Aku…"


Aron maju selangkah!


“Kamu?” Roney memandang Aron dengan sedikit cemberut!


Aron baru berusia dua puluhan, bagaimana mungkin seorang pemuda memiliki keahlian seperti itu?


"Aron, kamu… jangan terlalu sombong, pasti bukan dia..."


Nuri terkejut dan dengan cepat membawa Aron kembali!


"Nona Nuri, Tuan Aron akan baik-baik saja, kamu tidak perlu panik!"


Jekson menghentikan Nuri!


“Bocah, ada harga yang harus dibayar untuk berlagak, kamu yakin mau membela Jekson?"


Roney bertanya dengan suara dingin.


"Jangan bicara omong kosong, jika mau bertengkar, cepatlah, aku sangat sibuk!"


Aron berkata dengan ekspresi datar.


Pada saat ini, Aron mulai memiliki lapisan tipis di sekeliling tubuhnya. Jika kamu tidak melihat dengan detail, kamu tidak akan melihatnya!


Lapisan tipis ini adalah energi spiritual yang ada disekitar yang bersatu, lalu membentuk perisai kuat yang melindungi Aron!


Tidak ada yang orang yang menghalangi Aeon kecuali Nuri yang mati-matian berteriak agar Aron kembali!


Orang-orang ini ingin melihat apakah Aron benar-benar memiliki keahlian sehingga mampu membuat Kurniawan begitu menghormatinya!


"Cari mati!"


Mata Roney memancarkan cahaya dingin dan langsung bergegas menuju ke arah Aron!


Roney bergerak sangat cepat, seperti kilatan petir, dia tiba di depan Aron dan langsung menggerang kan kepalan tangan sebesar karung pasir kepada Aron!


Pada saat ini, Aron menatap Roney dengan tenang, menghadapi pukulan yang cepat dan keras, Aron sepertinya tidak merasakan pukulan itu!


"Ah…" Melihat ini, Nuri berseru, "Jangan!" Tapi Roney tidak berhenti, dia tetap meninju dada Aron dengan keras!


Bang!


Pukulan ini memiliki kekuatan ratusan kilogram, seperti kekuatan seekor kuda, khawatir orang ini akan mati karena pukulan ini!


Tetapi ada sesuatu yang aneh, badan Aron yang beratnya hanya lebih dari 100 kilogram tidak bergerak sama sekali. Sebaliknya, lengan Roney tertekuk aneh!


Kekuatan anti getaran yang besar menyebabkan lengan Roney patah, dan tulang putih tebal langsung menembus kulit dan terlihat dari luar!


"Aaa!"


Roney berteriak kesakitan, menatap tangannya yang patah dengan rasa sakit yang tidak tertahankan!


"Kamu ... kamu juga bisa Ying Qi Gong?"


Roney bertanya dengan wajah kusut.


"Tahu sedikit, itu hal mudah!"


​Aron tertawa dingin!


Namun, tidak ada yang percaya dengan apa yang dikatakan Aron. Roney pun tidak bisa menguasai Ying Qi Gong. Bagaimana bisa dia bilang tu hal yang mudah?


Nuri membuka mulutnya lebar saat melihat Aron baik-baik saja. Tatapan matanya penuh kejutan. Pada saat ini, cintanya terhadap Aron pun meningkat!


"Dari mana kamu berasal? Mengapa kamu menguasai Ying Qi Gong seperti guru Timotius?"


Roney sedikit bingung, dari siapa Aron belajar Ying Qi Gong!


"Saya tidak belajar, lagi pula ini bukan Ying Qi Gong, yang disebut Ying Qi Gong itu hanyalah trik untuk menipu orang!"


Aron tersenyum dan meninju dada Roney!


Roney menyemburkan seteguk darah dan terbang!


Yang Aron lalukan tadi bukan Ying Qi Gong, yang dia lakukan adalah teknik Xiu Xian, bukan hanya pukulan Roney, peluru pun tidak bisa menembus perisai Aron.


Roney memkamung Aron dengan ketakutan, hatinya terkejut, dia tidak bisa berkata-kata!


Karena pukulan Aron, Roney menyadari bahwa teknik Ying Qi Gongnya tidak berguna!


“Saudara, kalau boleh saya tahu siapa namamu, saya Roney akan meminta bimbinganmu lagi di kemudian hari!"


Roney tahu bahwa dia bukan lawan Aron, dan tidak ada gunanya jika mereka bertarung, Roney pasti akan mundur lebih dulu.


Jekson dengan puas berkata sambil Memandang Roney.


Ekspresi Roney berubah, dan dia menatap Aron dengan ketakutan. Jika Aron benar-benar ingin membunuhnya, dia tidak mungkin bisa pergi hari ini!


"Nama saya Aron, kamu bisa kembali kapan


Saja untuk membalaskan dendam padaku. Jika kamu tidak puas, kamu bisa memanggil gurumu!"


Aron tahu apa yang Roney maksud, dia pun tersenyum dingin.


"Tuan Aron, jangan membiarkan harimau kembali ke gunung ..."


Melihat Aron benar-benar ingin melepaskan Roney, Jekson segera membujuknya.


"Saya punya keputusanku sendiri, kamu jangan ikut campur!"


Aron mengerutkan keningnya sedikit.


Melihat Aron yang akan marah, Jekson pun takut untuk berbicara lagi, dia kemudian kembali ke tempatnya!


"Baik saya sudah mengingatnya, gunung akan selalu di sana, dan air akan selalu mengalir, kita pasti akan bertemu lagi!"


Roney menyeka darah di sudut mulutnya dan melambaikan tangannya: "Ayo pergi!"


Roney membawa orang-orang pergi, dan hanya ada orang-orang yang menghadiri perjamuan yang tersisa di aula!


"Tuan Aron sangat hebat, saya benar-benar menyaksikan kemampuannya hari ini!"


"Memiliki kemampuan seperti itu di usia yang begitu muda, masa depan Tuan Aron akan cerah!"


"Benar-benar pahlawan muda!"


Semua orang memuji Aron!


Kurniawan tidak menyangka Aron bisa mengusir dan menaklukkan setan ini. Ilmu bela dirinya yang begitu kuat membuat Indrawan lebih memperhatikan Aron.


"Tuan Aron, maafkan ketidaktahuan saya, dan saya harap Tuan Aron tidak tersinggung!"


Niko mendekati Aron dengan wajah penuh rasa malu dan meminta maaf.


“Tidak apa-apa!” Aron tersenyum sedikit dan tidak memasukkannya ke dalam hati!


Pada saat ini, Jhonatan menatap Aron dan tidak bisa menahan senyum, dia sekarang setuju dengan Nuri dan Aron. "Kamu bisa kung fu, dan kamu tidak mengatakan apa-apa sebelumnya, aku telah mengkhawatirkan mu!"


Nuri pura-pura marah dan berjalan di depan Aron, lalu mencubit lengan Aron!


"Hei..." Aron mengerutkan kening, menunjukkan rasa sakit yang luar biasa: "Sakit ..."


Nuri tercengang ketika dia melihat Aron seperti itu: "Aku... aku tidak mengeluarkan kekuatan apapun. Bagaimana bisa sakit?"


Nuri sedikit panik!


"Aku baru saja dilukai oleh Roney, aku masih kesakitan, dan kamu mencubit ku..."


Aron berpura-pura kesakitan, dan menatap Nuri dengan mata memelas.


"Di mana lukanya? Coba saya lihat, cepat tunjukkan padaku... saya tidak tahu!"


Nuri menatap tubuh Aron dengan panik, dan dia sepertinya akan menangis!


Semua orang di sekitar dapat melihat bahwa Aron sedang berpura-pura, bahkan Jhonatan dapat melihatnya, tetapi dia tidak mengatakan apa-apa, dia menatap mereka berdua dengan tenang.


Hanya Nuri yang tidak menyadari bahwa Aron sedang berpura-pura karena dia terlalu khawatir!


"Oke, begitu kamu menyentuhku, lukaku sembuh!"


Melihat Nuri yang hampir menangis, Aron pun berhenti membuatnya khawatir!


Begitu Nuri mendengarnya, dia sadar dia telah ditipu!


"Oke, Aron, aku akan membunuhmu..."


Nuri mengangkat kepalan tangannya ke arah Aron, dan Aron pun berlari dengan cepat!


Melihat dua orang yang sedang berkelahi, semua orang tertawa, Kurniawan lalu menepuk bahu Jhonatan: "Tuan Jhonatan, masa depan keluarga Utomo akan cerah!"


Tentu saja Jhonatan mengerti apa yang dimaksud Kurniawan, dan dengan cepat Jhonatan menjawab dengan rendah hati, "Ini semua berkat kamu yang merawatnya.


​"Saya pikir di masa depan keluarga Utomo yang akan merawat saya!"


Kurniawan tertawa teterbahak-bahak!.



Ilustrasi Aron



Ilustrasi Nuri



Ilustrasi Jekson