ARON

ARON
Istana Raja Obat



Kalau ada orang yang berani mengkhianatinya, dia bisa membunuh kelabang yang ada padanya, dan kelabang yang ada ditubuh orang yang mengkhianatinya juga akan mati, dan orang itu juga akan ikut mati!


Hanya saja, kalau kelabang yang ada di tubuh orang itu mati, maka kelabang yang ada di tangan Isaah juga akan ikut mati!


“Ini………..”


Semua orang menatap kelabang itu dengan kaget!


“Meskipun di Provinsi Canna juga ada ahli bela diri, tapi siapa yang mempunyai kemampuan untuk membunuh Aring? Seharusnya bukan Keluarga Rangga berkhianat, setelah mendapatkan Pil obat,mereka tidak ingin memberikan bahan obat kepada kita lalu membunuh orang kan?”


Seseorang menebak.


“Tidak mungkin, Penguasa lembah sudah berpesan, kita hanya akan memberikan Pil Penambah Usia kepada Keluarga Rangga setelah kita mendapatkan bahan obat, jadi Keluarga Rangga tidak akan berani melawan Lembah Palem!”


Ada yang mulai menunjukkan ketidak-setujuan.


“Lantas Istana Raja Obat? Karena itu adalah wilayah kekuasaan Istana Raja Obat, apalagi orang-orang dari Istana Raja Obat selalu menganggap diri mereka paling terkenal dan hebat, dan memandang rendah pada kita, sekarang orang dari kita sampai di wilayah mereka, mereka tidak mungkin hanya duduk diam kan?”


Salah satu pria tua beruban mengernyitkan keningnya.


“Master ketiga, kita tidak punya dendam dengan Istana Raja Obat, meskipun mereka selalu meremehkan kita, tapi selama bertahun-tahun ini tidak pernah terjadi masalah, lagipula ini bukan pertama kalinya orang kita pergi ke Provinsi Canna, tidak mungkin kali ini Istana Raja Obat tidak bisa membiarkannya kan?”


Ada orang yang bertanya pada pria beruban itu.


“Sulit dikatakan, siapa tahu angin apa yang berhembus pada Istana Raja Obat, di provinsi Canna selain Istana Raja Obat siapa lagi yang bisa membunuh Arong? Hanya mengandalkan para pesilat tidak berguna itu? Mereka hanyalah sekumpulan orang bodoh……”


Pria beruban itu mendengus, dan meremehkan para seniman bela diri.


“Baiklah, jangan bertengkar lagi, utus seseorang untuk memeriksanya saja, kalau memang benar Istana Raja Obat yang turun tangan, jangan salahkan kita tidak berbelas kasihan!”


Picak berkata dengan suara sedingin es.


Provinsi Canna, Kota Taka, Kota Tawil, ada sebuah rumah besar yang berdiri di atas tanah seluas ribuan meter persegi.


Ini adalah Istana Raja Obat, dan ada ratusan toko obat di sekitar Istana Raja Obat, dan toko obat ini tidak menjual obat pil, melainkan ampas obat yang merupakan barang terlaris di Kota Taka!


“Tuan Rumah, belakangan ini di Kota Namae muncul sesuatu yang bernama Pil Peremajaan dengan jumlah besar, saya sudah mengutus orang untuk mempelajari bahan-bahannya dengan cermat, lalu cara membuatnya, metode pemurniannya, dan bahkan kemanjuran obatnya!”


Pengurus rumah Istana Raja Obat membawa sebutir Pil Peremajaan dan berjalan masuk ke dalam kamar pemilik rumah.


“Budi, kamu sudah berlatih alkimia sepanjang hidupmu, dan saya belum pernah mendengar kamu mengatakan pil obat buatan keluarga lain dengan sebutan pil ajaib, coba kamu jelaskan…..”


Tuan rumah Istana Raja Obat, Lucas, bertanya dengan ringan sambil menyesap tehnya.


“Tuan Rumah, Pul ini bisa menguatkan tubuh, menyembuhkan penyakit dan memiliki efek yang signifikan terhadap pria, dibandingkan dengan Pil Pengawet Esensi, Pil Penguat Tulang milik kita efeknya jauh lebih efektif, tetapi pil obat ini hanya terbuat dari bahan obat yang sangat umum dan biaya pembuatannya juga sangat rendah, hanya saja saya tidak dapat mengetahui metode pemurniannya, kalau kita bisa membuat pil ini dengan bahan obat biasa, maka keuntungannya akan sangat besar!”


Budi menjelaskan.


“Oh, masih ada hal seperti ini?” mata Lucas bersinar dan terlihat bersemangat : “Kalau begitu kamu periksalah dengan cermat, lihat siapa yang sebenarnya membuat pil ini, saya bahkan tidak tahu di Provinsi Canna ada orang yang bisa alkimia dan membuat pil obat seperti ini!”


“Baik!” Budi mengangguk.


Namun pada saat Budi baru hendak pergi, Lucas kembali memanggilnya : “Oh iya, bagaimana dengan bahan obat yang dipersiapkan untuk Keluarga Rangga? Minta mereka untuk segera melunasi pembayaran sisanya segera.”


Budi bertanya dengan bingung : “Tuan, bahan obat kita sudah menipis, kenapa kamu masih setuju menjualnya kepada Keluarga Rangga?”


“Keluarga Rangga memiliki koneksi di Kota Dama, ini adalah perintah dari seseorang di atas, masalah lainnya jangan kamu tanyakan lagi!”


Lucas mengibaskan tangannya dan meminta pengurus rumah pergi!