ARON

ARON
mengusir Aron



“Aron kamu masih tidak mau keluar? Apa saya harus menyuruh orang untuk mengusirmu?”


Billy melihat Aron yang tidak berniat pergi berteriak dengan marah!


“Kalau kalian berani menyentuhku, silahkan saja….”


Aron tersenyum sinis!


Billy menjadi semakin marah, dan tanpa banyak berpikir, dia memerintahkan bawahannya : “Kalian semua angkat Aron dan lemparkan dia keluar, dasar sampah tidak berguna…”


Mereka yang mendengar perintah Billy bersiap mengangkat Aron dan melemparkannya keluar!


“Tunggu, berhenti…."


Mona berteriak!


Yenni yang disampingnya juga berusaha menghalangi mereka!


“Mona, apa yang kamu lakukan?” Billy mengernyitkan keningnya!


“Billy, saya yang membujuknya saja, jangan main tangan, kalau sampai terlihat oleh presdir, kita juga akan kena imbas…”


Mona berkata pada Billy!


Billy yang mendengarnya juga menyadari kalau mereka main tangan dan membuat kekacauan, kalau sampai ketahuan oleh presdir, mereka pasti akan dimaki!


“Betul juga, kalau begitu cepat suruh dia keluar dari sini, jangan sampai saya melemparnya keluar dari jendela….”


Billy mengangguk!


Mona menatap Aron dan berkata dengan tak berdaya : “Aron, saya rasa sebaiknya kamu pergi saja, tetap disini hanya akan membuatmu semakin dipermalukan, kalau Presdir melihat kamu duduk disini, dia pasti akan menyuruh petugas keamanan untuk mengusirmu…”


“Dia tidak akan…..” Aron menggelengkan kepalanya “Aron, apa kamu pernah bertemu dengan presdir? Jangan lihat presdir hanya seorang wanita, kalau dia marah, sangat mengerikan, kalau kamu tidak mendengarkan nasihatku, maka anggap saja saya tidak mengatakan apapun!”


Mona melihat Aron yang keras kepala juga merasa kesal!


“Kak Aron, sebaiknya kamu pergi saja, duduk disini juga tidak ada gunanya…”


Yenni juga membujuk Aron!


“Bukannya saya tidak mau pergi, tapi kalau saya pergi tidak akan ada yang memimpin rapat hari ini, dan kalian akan dihukum ….”


Aron tersenyum-senyum!


Ivanna yang mendengar ucapan Aron merasa jijik dan ingin muntah!


Aron, orang setidak tahu malu apapun tidak akan bisa mengeluarkan kata-kata setidak tahu malu itu!


“Aron, kamu tidak tahu malu ya? Saya tidak pernah bertemu dengan bajingan tidak tahu malu sepertimu yang hanya bisa membual….”


Billy menggunakan kata-kata kasar untuk mengatai Aron!


Mona yang sudah kesal juga memelototi Aron : “Aron, saya tanyakan sekali lagi, kamu mau pergi atau tidak?”


“Kak Aron, pergi saja ya, kamu cepat pergi saja….”


Yenni menarik lengan baju Aron!


Pada saat itu pintu aula terbuka, Nuri beserta beberapa petinggi lainnya berjalan masuk!


Ssaat melihat Nuri, mereka semua terkejut bukan main.


Billy seketika tertegun, raut wajahnya langsung berubah karena Aron masih duduk di kursi presdir!


"Apa yang sedang kalian ributkan?”Nuri mendengar suara keributan sejak diluar dan bertanya pada mereka.


Pertanyaan Nuri membuat Billy merasa putus asa!


Habislah kali ini!


Dia tidak tahu bagaimana harus menjelaskannya, sekarang Aron masih duduk di kursi Presdir, dan dia masih termasuk bagian dari departemen pemasaran, dia harus bagaimana menjelaskannya?


Apa dia harus berkata kalau Aron gila?


“Pak Billy, apa yang terjadi?”


Melihat tidak ada orang yang menjawab pertanyaan Nuri, Nelly segera memelototi Billy.


“Oh, Bu Presdir, di departemen pemasaran kami ada seseorang yang otaknya bermasalah, dia membuat keributan di aula, dan kami sedang bersiap mengusirnya, dan membawanya ke rumah sakit jiwa untuk diperiksa!”


Billy segera mengarang cerita!


“Otaknya bermasalah?” Nuri mengernyitkan keningnya : “Siapa yang otaknya bermasalah?”