ARON

ARON
fight Alkohol



Billy tercengang lalu tertawa terbahak-bahak : “Maksudmu tadi, artinya kamu sangat toleran pada alkohol?”


“Sejauh ini tidak pernah mabuk….” Aron berkata dengan santai.


Saat itu, Billy seketika menjadi tertarik : “Kalau begitu, mari kita bertanding, saya juga tidak pernah menemukan orang yang bisa menyaingi saya saat minum, hari ini ayo bersenang-senang…”


Sambil berkata, Billy memanggil pelayan untuk mengantarkan satu dus arak lagi!


“Aron, sejak kapan kamu bisa minum arak? Jangan berbicara sembarangan, disini juga tidak ada orang luar, untuk apa kamu membual…”


Sheli mengernyitkan keningnya.


“Ibu, tenang saja, saya tahu batasan saya…” Aron menenangkan ibunya!


Wahyu juga ingin berbicara, tapi dihentikan oleh Denny : “Kapten, tidak ada salahnya kalau anak muda lebih bersemangat, apa kamu lupa kita juga sering tanding minum saat di kemiliteran dulu, biarkan saja anak muda bersenang-senang…”


Wahyu yang mendengarnya juga tidak bisa mengatakan apapun lagi, dia hanya menatap Aron dengan pasrah!


“Billy, tingkat toleranmu tinggi, mengalahlah sedikit pada Aron, jangan terlalu banyak minum, yang penting senang saja…”


Denny tahu kalau Billy kuat minum, pernah sekali Billy menghabiskan hampir satu lusin arak dan masih bisa memanggil taksi sendiri!


“Paman tenang saja, saya akan minum dua gelas, biar dia minum satu gelas saja juga boleh…”


Billy berkata sambil membuka botol arak, dan menuangkannya kedalam cangkir!


“Cangkir ini terlalu kecil, ambilkan mangkok saja….”


Aron berkata kepada pelayan!


Billy tercengang dan menatap Aron dengan kaget.


​“Kenapa? Apakah mangkok terlalu besar dan kamu tidak sanggup menghabiskannya?” Aron bertanya dan tersenyum.


“Mana mungkin, minum langsung dari botolnya pun biasa saja bagi saya….”


Billy mengendus.


Dia merasa kalau Aron sengaja berpura-pura menakuti dirinya, semakin Aron bersikap seperti ini, semakin membuktikan kalau dia tidak bisa minum!


Segera, mangkok besar diantarkan pada mereka, mangkok itu bisa diisi dengan satu botol penuh.


“Ayo katakan, mau minum seperti apa?” Billy menatap Aron dengan tatapan menantang.


“Saya orangnya tidak suka repot, bersulang…”


Setelah berkata, Aron langsung meneguk habis arak yang ada didalam mangkoknya!


Semua orang yang melihatnya langsung kaget, Wahyu mengernyitkan keningnya dan dia menatap Aron dengan tatapan kasihan : “Aron, apa kamu sedang minum arak? Ini sama saja dengan bunuh diri. Jangan memaksakan diri….”


“Ayah, saya tidak apa-apa!” Aron berkata pada Wahyu sambil tersenyum lalu membalikkan mangkok itu, dan berkata pada Billy : “Giliranmu!”


Billy mengernyitkan keningnya, dia tidak menyangka kalau Aron akan langsung meneguk habis arak itu, meskipun tingkat toleransinya tinggi tapi cara minumnya itu bisa merusak tubuh!


“Kalau tidak bisa minum, jangan minum, hal seperti ini untuk apa dipertandingkan…”


Wahyu melihat Billy yang sedikit kesulitan membuka mulutnya dan memberi langkah kepada Billy.


“Tidak minum juga tidak apa-apa, itu membuktikan kalau kamu adalah seorang pengecut…”


Aron menatap Billy dengan tatapan menantang!


“Pengecut?” Billy yang mendengarnya seketika menjadi marah : “Saya tidak pernah takut untuk minum…”


Setelah berkata, Billy memejamkan matanya dan meneguk semangkok arak itu!


Setelah minum, wajah Billy langsung menjadi merah!


Aron mengambil arak dan kembali menuangkannya dalam kedua mangkok.


“Aron, sudahlah…” Wahyu yang melihatnya langsung berdiri dan berteriak pada Aron!


Aron tidak mengatakan apapun, dia hanya menatap Billy dengan tatapan provokatif!


“Kamu tidak perlu ikut campur, ini urusan kami, ayo minum lagi….”


Pada saat itu Billy hanya bisa merasakan api kemarahan dan berteriak keras pada Wahyu!


Aron menyipitkan matanya, dan mengangkat mangkok araknya lalu kembali meneguknya sampai habis!


Saat arak ini masuk ke perut Aron, itu menjadi tidak ada bedanya dengan air biasa,


Kekuatan spiritualnya Aron menyerap seluruh arak itu!


Melihat Aron kembali meneguk habis satu mangkok arak, semua orang kaget bukan main!


Mona menarik Billy dan berkata : “Kalau tidak bisa minum, jangan minum lagi, kamu jauh lebih hebat darinya, tidak usah membandingkan diri dengannya!”


Saat ini Anita juga berdiri dan membujuk Billy!


Mereka takut kalau Billy kembali menghabiskan satu mangkok arak itu akan membuatnya keselamatannya terancam, hal itu bisa menjadi merepotkan!


Saat itu kedua mata Billy mulai memerah, dia menatap Aron dengan kepalanya yang mulai berputar, dan saat melihat tatapan mata Aron yang memprovokasinya, dia menggertakkan gigi dan mengangkat mangkok arak itu lalu meneguknya!


Setelah meminum dua mangkok arak, wajah Billy yang merah menjadi pucat, wajahnya terlihat mengerikan!


Setelah melihat Billy yang menjadi seperti itu, Aron merasa puas dan kembali duduk, kalau diteruskan lagi Billy pasti akan mati, dan kedua orang tuanya pun pasti tidak akan membiarkannya minum lagi!


“Kamu….kenapa kamu duduk, kalau hebat ayo minum…minum lagi…”


Billy yang melihat Aron kembali duduk langsung berteriak padanya!


Tapi baru selesai berkata, tiba-tiba tekanan darahnya naik dan dia langsung memuntahkan dan menyemburkannya pada tubuh Anita.


“Ah……..”


Anita terkejut dan berteriak, dia melihat kotoran yang ada ditubuhnya, dan membuatnya hampir muntah juga!


Denny yang melihatnya pun mengernyitkan keningnya, raut wajahnya terlihat sangat jelek!


Wahyu menatap Aron lalu bergegas berdiri dan berkata : “Denny, kalian cepat antar Billy pulang, kami juga akan segera pulang, kedua anak ini benar-benar, entah apa yang mereka tandingkan!”


Denny hanya bisa menangguk, masalah sudah seperti ini, mereka juga tidak bisa duduk dan mengobrol lagi!


Tapi pada saat Wahyu hendak membawa Aron pulang, Billy malah menghalangi!


“Tidak boleh pergi….” Tatapan mata Billy kabur : “Tadi sudah bilang mau karaoke, kenapa malah pergi? Apa takut menghabiskan uang?”


“Billy, kamu sudah terlalu banyak minum, ganti hari saja….”


Denny membujuk Billy!


“Tidak boleh, harus pergi hari ini, saya sudah membuat reservasi dan memberitahukan di grup chat, kalau tidak pergi saya akan kehilangan muka…”


Billy menggeleng, dia harus membuat Aron membayar biaya karaoke!


Pada saat ini Denny menatap Wahyu dengan serba salah!


“Ayah, kalian pulang saja dulu, saya akan pergi mentraktir mereka karaoke…”


Aron berkata pada Wahyu.


Wahyu juga tidak bisa mengatakan apa-apa, dia hanya berpesan kepada Aron : “Jangan terlalu malam, dan jangan minum lagi…”


Wahyu berkata sambil mengeluarkan setumpuk uang dari kantongnya, ada uang receh, ada juga uang besar, totalnya lebih dari 300 ribu!


“Kamu bawalah uang ini, saya tahu karaoke juga tidak murah…”


Wahyu menaruh tumpukan uang itu ditangan Aron!


Aron awalnya ingin menolak, tapi dia tahu berdasarkan sifat ayahnya, dia tidak akan bisa menolaknya, maka dia hanya bisa menerima uang itu!


Pada saat itu Denny juga mengeluarkan dompet dan mengeluarkan satu juta dan memberikannya kepada Aron : “Aron, ini ambillah untuk berjaga-jaga, mana tahu nanti tidak cukup!”


“Ayah, biasanya kamu tidak pernah seroyal ini saat memberiku uang…”


Mona berkata sambil menyambar uang dari tangan Denny.


“Anak ini, cepat berikan uangnya kepada Aron…”


Denny berkata pada Mona!


“Tidak ada bedanya kan kalau saya yang pegang, nanti kalau uangnya kurang saya bisa menambahnya…”


Mona langsung memasukkan uang itu kedalam kantongnya!


“Paman Denny, uang saya sudah cukup, kalau tidak cukup saya akan meminta Mona untuk membayar kekurangannya…”


Aron berkata pada Denny sambil tersenyum!


Denny menghela nafas dengan tidak berdaya!


Mereka berjalan keluar dari ruangan VIP, dan saat Denny bersiap membayar, Billy mengikutinya dengan terhuyung-huyung : “Saya punya kartu identitas kantor, bisa mendapatkan diskon 20%...”


Billy mengeluarkan kartu identitasnya dan melemparkannya ke meja kasir, tapi pelayan kasir bahkan tidak meliriknya sama sekali!


“Tuan, tagihan kalian sudah digratiskan oleh pihak hotel, kalian tidak perlu membayar…”


Pelayan kasir berkata kepada Denny dengan


​sopan.