
Seketika, raut wajah mereka semua langsung berubah, aura dingin yang menyerang Billy juga membuatnya terlepas dari pengaruh alkohol!
Dia sama sekali tidak menyangka, dia hanya pamer dan menyombongkan dirinya dengan berpura-pura mengenal Jekson, dia tidak berniat menimbulkan masalah!
Melihat respon Billy, Fitra mendengus dan maju menghampiri Billy lalu menamparnya : “Bukankah kamu sangat berlagak? Berani memukuli bawahanku, berani menjual nama Tuan Jekson, saya rasa kalian ini sudah bosan hidup…”
Tamparan Fitra membuat Billy terbangun dan kembali pada kenyataan, dia sibuk memohon ampun : “Pak Fitra, saya salah, saya tidak akan berani lagi, tidak akan berani lagi…”
Billy yang memohon ampun juga langsung menyadarkan Mona dan juga bawahannya, mereka akhirnya tahu kalau Billy tidak mengenal Tuan Jekson, dia hanya membual!
Saat itu, mereka semua mulai gemetaran. Kalau Billy tidak mengenal Jekson, maka mereka mana punya dekingan?
“Sudah salah ya?” Fitra mencibir : “Sekarang mengaku salah pun tidak ada gunanya lagi, kalian tunggu mati saja!”
Mendengar ucapan itu membuat Billy tidak tahan lagi, suara gedebuk terdengar, dia menjatuhkan diri, berlutut dan berkata : “Kak Dexter, saya tidak akan berani menggunakan nama Tuan Jekson lagi, kumohon, kumohon ampunilah saya….”
Billy mulai menangis tersedu-sedu, dalam hatinya sangat menyesali perbuatannya!
Billy yang seperti ini membuat mereka lebih pucat lagi, Mona juga menatap Billy dengan tatapan kaget, entah apa yang sedang dipikirkan dalam hatinya!
Melihat Billy yang berlutut dan memohon ampun, juga sekelompok anak muda yang kaget dan panik, Dexter menatap Fitra dan berkata : “Pak Fitra, masalah ini berawal dari Anda, Anda saja yang putuskan harus bagaimana.”
Dexter sedang memberi muka pada Fitra, bagaimanapun Fitra adalah tamu VIP di KTV!“Sekelompok bocah ini, kalau dibuat cacat juga tidak ada artinya, biarkan saja mereka pergi…”
Fitra melambaikan tangannya!
Billy yang mendengarnya sibuk bersujud dan berterima kasih, tapi pada saat mereka semua bernafas lega, Fitra menjatuhkan tatapannya pada Yenni, dan dua gadis lainnya dan berkata : “Yang pria boleh pergi, tapi tiga gadis ini harus tinggal untuk menemaniku…”
Mendengar ucapan itu, raut wajah Yenni, Mona dan Ivanna langsung berubah, raut wajah Billy juga menjadi serba salah!
Bagaimanapun Mona adalah pacarnya, dia boleh mengabaikan Yenni dan Ivanna, tapi dia tidak bisa tidak peduli pada Mona, Denny juga baru mulai menganggapnya!
“Pak Fitra, ini adalah pacarku, apakah saya boleh membawanya pergi? Dua orang itu akan tinggal untuk menemanimu, saya dan pacar saya juga sudah tinggal bersama selama satu tahun lebih, saya rasa Pak Fitra juga tidak akan tertarik….”
Billy berkata dengan wajah tersenyum sambil menunjuk Mona!
Sebenarnya dia sama sekali tidak pernah menyentuh Mona, hanya saja dia sedang mencari cara untuk membebaskan Mona!
Mona menatap Billy tapi dia tidak mengatakan apapun, karena disaat seperti ini, bisa melepaskan diri adalah yang terpenting!
Tentu saja ucapan Billy membuat Fitra langsung menatapnya dengan jijik, dan melambaikan tangannya : “Enyahlah, dua gadis ini tetap tinggal…”
Billy yang mendengarnya langsung berterima kasih kepada Fitra, dan berbalik hendak pergi!
“Pak Billy, kamu tidak boleh meninggalkanku, kamu tidak boleh meninggalkanku…”
Ivanna panik, dan bergegas menarik lengan Billy!
Sedangkan Yenni juga panik dan menatap Aron pasrah, saat ini dia hanya bisa memohon kepada Aron, karena dia tidak kenal dengan yang lain, tidak akan ada orang yang membantunya saat ini.
“Ivanna, kamu temani dulu Pak Fitra untuk minum, tidak akan ada masalah, saya akan kembali menjemput muBilly mendorong Ivanna!
Seketika Ivanna menjadi putus asa, sedangkan mata Yenni mulai bergenang air mata, dia menarik lengan baju Aron dengan ringan, meskipun dia ingin Aron bisa pergi dari tempat itu, tapi dia juga tidak ingin tinggal disana, dalam hatinya sangat serba salah!.
“Tenang saja, saya tidak akan pergi…”
Aron menatap Yenni sambil tersenyum!
“Kak Aron, ayo pergi!” Rico orang pertama yang bergegas meninggalkan ruangan, namun berbalik dan berteriak pada Aron!
Mona juga berbalik dan melihat kalau Aron tidak bergerak, lalu berteriak : “Aron….”
Sambil berkata, dia mengulurkan tangannya menuju wajah Yenni!
Yenni yang sudah ketakutan hingga pucat tidak berani bergerak dan mengelak!
Tapi pada saat tangannya hampir menyentuh Yenni, Aron mengulurkan tangannya dan meraih pergelangan tangan Fitra : “Saya sama sekali tidak berniat pergi….”
Aron berkata dan sambil mengerahkan sedikit
tenaganya, yang terdengar hanyalah suara tulang retak, dan pergelangan tangan Fitra seketika patah!
Rasa sakit itu membuat Fitra langsung berteriak, teriakannya menyayat hati orang yang mendengarnya!
“Mati rasa, cepat lepaskan, tanganku sudah patah, saya akan membunuhmu, pacarmu pun akan kumainkan hingga mati…”
Raut wajah Fitra penuh kengerian, dan mulai berteriak keras!
Bam….
Tendangan Aron menghantam bagian vital Fitra dan langsung membuatnya terhempas.
Fitra tersungkur ditanah sambil meringkuk, wajahnya menjadi keunguan, tendangan Aron langsung membuat Fitra kehilangan kemampuannya sebagai seorang pria!
Dexter yang melihat itu langsung mengamuk, berani memukuli tamunya dihadapannya membuat Dexter merasa tidak dianggap!
“Bajingan, berani memukuli orang dihadapanku, bernyali juga kamu!” Wajah Dexter menjadi dingin dan menakutkan, dia mengibaskan tangannya : “Tutup pintu itu, siapapun tidak boleh pergi….”
Billy dan yang lainnya yang bersiap keluar langsung dihadang, pintu ruangan itu langsung tertutup!
Seketika mereka semua menunggu Aron dengan jengkel, kalau bukan Aron berlagak dan sok jago, mereka pasti sudah meninggalkan tempat itu!
“Aron, sialan, kamu sedang berlagak apa? Sekarang kami pun tidak bisa pergi lagi…”
Billy berteriak marah pada Aron!
Sekarang Aron memukuli Fitra sampai seperti itu, masalah ini pasti tidak bisa didiskusikan lagi, mereka baru saja bernafas lega, tapi Aron malah berlagak demi seorang wanita, membuat mereka semua juga ikut terlibat dalam masalahnya!
“Aron, kamu mau mati, kenapa menyeret kami juga…”
“Benar, berlagak apa kamu? Kalau merasa jago berkelahi, berkelahi saja sendiri di jalanan… “Habislah sudah, kali ini kita juga terlibat dalam masalahnya…”
Semua orang mulai menyalahkan Aron!
Bahkan Ivanna juga tidak terkecuali, meskipun dia adalah orang yang ditinggalkan, tapi sampai saatnya dia mungkin hanya perlu menemaninya minum anggur, tidak sampai menemaninya tidur, mungkin itu akan berlalu begitu saja, tapi sekarang, dia memukuli orang sampai seperti itu, sepertinya menemani tidur pun tidak akan bisa menyelesaikan masalah ini!
Hanya Yenni yang menatap Aron dengan khawatir, matanya berlinang air mata : “Kak Aron, maaf, maaf….”
Yenni tahu kalau Aron bertindak demi dirinya, kali ini bisa-bisa Aron kembali dijebloskan kedalam penjara, bahkan mungkin akan kehilangan nyawanya!
“Tenang saja, tidak akan ada masalah…” Aron tersenyum santai!
Melihat Aron terlihat tenang membuat mereka menjadi lebih marah lagi, cacian dan kutukan pada Aron mulai terdengar
Sedangkan raut wajah Dexter menjadi semakin muram : “Raffi, lumpuhkan bajingan itu…”
Raffi mengangguk dan mulai melangkah menuju Aron, tinjunya yang bagaikan samsak pasir mengarah ke kepada Aron!
Kalau pukulan itu menghantam kepala Aron, pasti akan meledakkan kepalanya dalam sekejap!
Melihat situasi itu, mereka semua kaget dan menghindar, mereka takut akan kecipratan darah, hanya tatapan mata Yenni yang tidak bergerak, dia menggertakkan giginya dan menghadang didepan Aron.