ARON

ARON
Di Hadiahi Villa



“Tuan Aron, katakan saja apa yang kamu perlukan, saya akan berusahan sebisa mungkin untuk memenuhi permintaanmu, dan tidak akan pernah menolak!”


Jhonatan segera menjawab.


“Tuan Aron, dalam daftar ini kamu menuliskan Kuas Spiritual dan Batu Sinabar, apa kegunaan mereka?”


Nuri tiba-tiba membuka suara dan bertanya.


Karena kuas dan Batu Sinabar tidak terdengar seperti bahan yang diperlukan untuk menyembuhkan penyakit, dan dua benda ini juga umum dijual di jalanan!


“Yuki, kamu jangan banyak bertanya, kalau Tuan Aron menuliskannya di daftar, ikuti saja!”


Kata Jhonatan sambil memelototi Nuri.


“Tidak apa-apa!” Aron tersenyum : “Kedua benda ini juga digunakan untuk menyembuhkan penyakit, hanya saja kedua benda ini tidak biasa, yang saya perlukan


Adalah Kuas yang memiliki spiritualitas dan Batu Sinabar yang terbuat dari Kayu Cendana!”


“Memiliki spiritualitas?” Nuri tercengang!


Jhonatan juga kaget, mereka bahkan tidak mengerti apa yang dimaksud memiliki spiritualitas.


Melihat kedua orang itu tercengang, Aron menjelaskan : “Di dunia ini, semua mahkluk hidup sampai benda mati sekalipun sebenarnya memiliki spiritualitas, walaupun benda mati yang ada disini seperti meja dan kursi ini, semuanya memiliki spiritualitas, hanya saja peluangnya memerlukan persyaratan khusus dan waktu yang panjang!”


“Seperti misalnya kursi yang saya duduki ini, kalau misalnya saya duduk di kursi ini setiap hari untuk berlatih, maka sepuluh tahun, lima puluh tahun ataupun hingga ratusan tahun, maka kursi ini akan perlahan-lahan memiliki spiritualitas.”


Aron takut mereka berdua tidak mengerti maksudnya, jadi dia berusaha menjelaskan dengan kata-kata yang umum.


“Oh, saya mengerti!” Nuri tiba-tiba berteriak


​bersemangat : “Tuan Aron, maksud Tuan sama seperti yang saya tonton di televisi, sebatang pohon yang tumbuh di gua sakral yang didatangi para titisan dewa akan memiliki spiritualitas bahkan ada yang berubah menjadi bentuk manusia!”


“Nuri, jangan bicara sembarangan!” Jhonatan yang mendengar jawaban Nuri merasa dia sedang omong kosong.


Dia berpendapat kalau di dunia ini tidak mungkin ada titisan dewa, sudah jaman apa ini!


“Yang dikatakan oleh Nona Nuri tepat sekali, maksud saya seperti itu…..”


Aron tersenyum.


Dulu Aron juga tidak mempercayainya, setelah dia mengikuti Liu Khang selama tiga tahun, dia baru menyadari kalau di dunia ini masih banyak hal-hal yang diluar nalarnya.


Seperti cara bersemedi yang berfokus pada hati yang diajarkan oleh Liu Khang padanya juga merupakan sebuah metode yang digunakan oleh para titisan dewa, kalau dia berhasil melatih dan menguasainya maka dia akan setara dengan titisan dewa!


​Jhonatan tersenyum canggung, dia tidak menyangka apa yang dikatakan oleh Nuri benar, kalau orang lain yang mengatakan padanya tentang spiritualitas, titisan dewa dan sebagainya, pasti Juan akan mencibir, tapi karena Aron yang mengatakan hal ini, dia sedikit tercengang!


Aron dan Jhonatan mengobrol hingga melupakan Haris yang masih bersujud di lantai, meskipun karakteristik Haris tidak begitu buruk , tapi dia orang yang kurang bertanggung jawab, Aron tidak ingin menerimanya menjadi murid, lagipula tanpa persetujuan dari Liu Khang, Aron tidak akan bertindak semena-mena!


Setelah mengobrol hampir belasan menit, Aron akhirnya mengetahui bagaimana cara Jhonatan terluka, semasa muda Jhonatan pernah ditinju oleh lawan bisnisnya, karena tidak mengakibatkan luka luar, dan hasil pemeriksaan juga tidak menunjukkan masalah, dia tidak pernah memperdulikannya lagi!


Tapi tidak lama setelah itu, Jhonatan mulai merasa kalau dirinya menjadi semakin lemah dan semakin lemah, dia sering mengalami kesulitan bernafas, dan dia terus meminum suplemen untuk membantu kesehatannya, ​sampai saat ini.


Jhonatan takut keluarganya akan khawatir, maka dia tidak pernah memberitahukan hal ini kepada mereka, itu juga alasan kenapa Nuri tidak tahu kalau ayahnya memiliki penyakit tersembunyi.


Aron langsung memahami kalau orang yang memukuli Jhonatan pastilah seorang yang berlatih bela diri, dan sudah berlatih untuk menggunakan tenaga dalam, tujuannya adalah untuk membuat Jhonatan mati, tapi karena Jhonatan kaya, dia sanggup membeli banyak suplemen untuk membantu kesehatannya hingga hari ini, kalau bukan karena bertemu dengan Aron, Jhonatan takutnya sudah mati.


“Tuan Aron, tolong terima saya sebagai murid mu……”


Haris yang berlutut di lantai kembali berkata dengan keras.


Kedua kakinya sudah lama kebas, sekarang bahkan sudah terasa sakit, membuat Haris merasa sangat kesakitan.


Aron melirik Haris dan berkata : “Berdirilah, saya tidak akan menerima murid, kalau ada hal yang tidak kamu mengerti dan


​ingin kamu tanyakan, saya bisa memberimu petunjuk!”


Aron melihat Haris sudah berlutut untuk waktu yang lama, ini juga merupakan sebuah ketulusan, jadi dia setuju untuk memberi petunjuk kepadanya, tapi kalau untuk menjadi muridnya, dia tidak akan menerimanya.


Mendengar ucapan Aron, Haris langsung senang dan terus menerus menyampaikan rasa terima kasihnya : “Terima kasih Tuan Aron, Terima kasih Tuan Aron……..”


Haris bangkit berdiri perlahan-lahan, namun karena kakinya sudah kebas hingga kesakitan, dia sama sekali tidak bisa berdiri!


Melihat kondisi Haris, Aron mengulurkan tangannya dan menotok kedua kaki Haris, rasa kebas dan sakit pada kakinya seketika hilang, ini membuat Haris kembali tercengang!


“Tuan Jhonatan, saya sudah harus pulang untuk mengurus orang tua saya, setelah kamu mendapatkan semua bahan-bahan itu, hubungi saja saya!”


Aron bangkit berdiri dan berkata. ​Aron mengkhawatirkan ibunya yang sendirian di rumah.


“Tuan Aron, kalau boleh tahu dimanakah Anda tinggal saat ini?”


Jhonatan bertanya.


“Saya tinggal di Perumahan Kali kasih, ada apa ?”


Aron bertanya dengan wajah keheranan.


“Oh, tidak apa-apa, saya punya sebuah rumah kosong yang tidak ditinggali, saya berniat memberikannya kepada Tuan Aron, tempat itu sangat cocok untuk masa penyembuhan, semoga bisa bermanfaat untuk Tuan Aron!”


Jhonatan berkata sambil mengeluarkan sebuah kunci dari sakunya!


“Kalau begitu, terima kasih Tuan Jhonatan!”


Awalnya Aron berencana menolak, dia membantu mengobati Jhonatan bukan demi mendapatkan apapun, tapi saat dia mengingat rumah orang tuanya yang sudah bobrok, dan dia sendiri belum memiliki kemampuan untuk membelikan rumah baru untuk sementara waktu ini, maka dia memilih untuk menerimanya.


Tapi saat Aron menerima kunci yang diserahkan kepadanya, dia tertegun, kunci ini merupakan kunci rumah yang ada di area Perumahan Bumi Sejuk.


Dan orang yang bisa tinggal disana hanyalah para konglomerat, atau orang-orang dengan jabatan tinggi, orang biasa bahkan tidak akan sanggup membayar biaya pengelolaan properti !


“Tuan Jhonatan, ini….rumah ini terlalu mahal, saya tidak bisa menerimanya!”


Aron segera menyodorkan kunci itu kembali pada Jhonatan.


“Kalau Tuan Aron menolak seperti ini, lantas apakah nyawa saya tidak melebihi harga rumah ini?”


Jhonatan berkata sambil tersenyum.


Mendengar perkataan Jhonatan, Aron hanya bisa menerimanya, kemudian Jhonatan juga mengeluarkan selembar kartu ATM dan


memberikannya kepada Aron, didalamnya berisi 10 miliar.


Aron tahu dia tidak akan bisa menolak, jadi dia menerima kartu itu dan memasukkannya kedalam saku!


Disaat Aron bersiap pamit , dari bawah terdengar suara ribut dan keras!


Aron mengernyitkan keningnya!


Jhonatan yang melihat Aron mengernyitkan keningnya langsung menghubungi manajer hotel.


“Ada apa ini? Kenapa ribut sekali?”


Jhonatan menanyakan.


“Tuan Jhonatan, hari ini Tuan Ronal dari Keluarga Jhonson sedang melangsungkan pernikahannya, resepsi pernikahannya diselenggarakan di aula lantai dua, makanya sangat ribut!”


Manajer itu segera menjelaskan situasi kepada Jhonatan.


Saat mendengarnya Jhonatan baru mengiyakan, dia juga seorang pebisnis yang bergerak


​dalam bidang usaha perhotelan, keributan yang terjadi karena ada resepsi pernikahan memang suatu hal yang tidak bisa dikontrol!


“Tuan Jhonatan, saya pamit dulu!”


Aron memberi hormat kepada Jhonatan dan keluar dari kamar VIP!.


Dan saat Aron baru turun ke lantai bawah, dia kembali bertemu dengan Ronal yang sedang menggendong pengantinnya, Santi memasuki hotel!


Saat melihat Aron, Ronal tercengang sesaat lalu tertawa keras : “Aron, tidak disangka kamu benar-benar datang untuk menghadiri pernikahan kami, apa kamu datang untuk makan dan minum gratis?”


Aron melirik dingin kearah Ronal, dan sama sekali tidak mengatakan apapun, dia berbalik dan hendak pergi dari sana!


“Jangan pergi dong!” Ronal segera menghalangi jalan Aron, dan berkata dengan penuh penghinaan : “Cepat lihat mantan pacarmu, bukankah sekarang dia sangat cantik? Apakah kamu tidak punya hal-hal yang ingin disampaikan kepadanya?”


Ronal sengaja mempermalukan Aron!


“Ronal, jangan pedulikan dia, waktunya sudah hampir tiba!”


Santi yang ada di pelukan Ronal sama sekali tidak melihat Aron, dan berkata manja pada Ronal.


“Ronal, jangan pedulikan sampah ini, jangan sampai terlambat, ayo kalian masuk dulu ke aula, saya akan mengusir sampah ini!”


Jessi mendesak Ronal lalu menatap Aron dan berkata : “Bocah ini, apa lagi mau mu? Bisa-bisanya datang ke hotel, dengan penampilanmu yang seperti katak ini mana mungkin putriku mau denganmu? Apa kamu tidak punya kaca untuk melihat-lihat dirimu sendiri, cepat enyah dari hadapanku, jangan membuat masalah disini!”


Kata-kata Jessi tajam dan menusuk kedalam hati!


Para kerabat dan teman-teman yang ada disekitar yang mendengar perkataannya menatap Aron sambil mencibir!


Seketika membuat Aron terlihat seperti badut akrobat yang ditertawai oleh orang-orang!


​“Suatu hari nanti kalian semua pasti akan berlutut memohon di hadapanku!”


Aron menahan api kemarahannya, dan mendorong Jessi yang menghalangi jalan keluarnya!


“Tahan dia!” Ronal mengernyitkan keningnya : “Hari ini kamu harus menghadiri pernikahanku, kamu tidak akan bisa pergi, saya ingin melihat ekspresi wajahmu saat menyaksikan mantan pacarmu ini menikah denganku!”


Mendengar perintah Ronal, Doddy dan bawahannya langsung menghalangi Aron, mereka sudah pernah dipukuli saat berada di rumah Aron, dan mereka masih kesal soal itu, sekarang mereka ingin membalas dendam pada Aron!


Melihat Doddy dan bawahannya menghalangi jalannya dengan wajah sangar, Aron berbalik menatap Ronal : “Kamu yakin ingin saya menghadiri pernikahanmu?”


“Benar, saya ingin kamu melihat dengan mata kepalamu sendiri, dan saya ingin kamu mengetahui satu hal dengan jelas, kamu sama sekali bukan lawan ku, dan kamu tidak pantas…..”


​berkuasa dan dihormati di Kota Sanur, orang biasa seperti Aron bahkan tidak pantas untuk menghadirinya!


Karena itu, kemunculan Aron membuat para tamu menatapnya dengan aneh, di aula pernikahan semewah ini, tiba-tiba muncul seorang pemuda biasa, yang tampak tidak pantas berada disini!


Tapi tidak lama kemudian, status Aron langsung diketahui oleh para tamu, dan yang menatapnya menjadi lebih banyak lagi, ada yang menatapnya dengan sarkas, dan ada yang menatapnya dengan iba!


Hanya saja Aron tidak memperdulikan tatapan-tatapan itu, dia duduk sendirian di meja sudut dan memakan manisan yang ada dimeja, wajahnya terlihat datar!


Doddy membawa serta belasan orang dan berdiri dibelakang Aron sambil memperhatikannya, kalau Aron berani membuat onar maka mereka pun tidak akan segan-segan!


“Hei, bukankah ini Aron? Kapan kamu Kembali?”


Sebuah suara sarkastik terdengar, Aron


​mendongak, dan melihat seorang wanita dengan riasan tebal yang mempesona berjalan menuju arahnya, dan seorang pria muda mengikuti wanita itu!


Suara wanita itu menarik perhatian orang yang ada disekitarnya, awalnya mereka mengira Aron hanyalah mantan pacar pengantin wanita, yang datang kemari untuk melihat mantan pacarnya untuk terakhir kali, mereka tidak tahu kalau Aron pernah hampir di bunuh dan di buang ke dalam jurang, yang membuat mereka semakin kepo terhadap Aron.