ARON

ARON
Presdir Aron



“Dia orangnya, Aron, dia tiba-tiba menjadi gila, dan menggila sampai berani duduk diatas kursi presdir…”


Billy menunjuk Aron yang duduk diatas kursi presdir.


Nuri melihat kearah Aron, dan melihat Aron sedang tersenyum padanya!


“Kamu mengatakan kalau otaknya bermasalah? Sudah gila?”


Nuri bertanya pada Billy.


“Benar, tadi saya memecatnya, mungkin karena tekanannya terlalu besar, membuat otaknya menjadi rusak….”


Billy menganggukkan kepalanya!


Dan baru saja Billy menyelesaikan kalimatnya, Nuri melayangkan sebuah tamparan keras pada wajahnya!


“Saya rasa otakmu yang bermasalah?


Selesai berkata, Nuri menghampiri Aron dan duduk disamping Aron!


Seketika, semua orang yang ada disana tercengang, mereka menatap Aron dan Nuri berganti-gantian!


Billy semakin kebingungan!


“Saya perkenalkan kepada kalian, mulai sekarang perusahaan kita akan diserahkan kepada Presdir Aron, jabatan saya sebagai presiden direktur akan diambil alih oleh Aron, saya berharap kalian bisa bekerja sama dan membuat perusahaan semakin maju dibawah bimbingannya Presdir Aron…”


Nuri berkata sambil menunjuk Aron!


Presdir Aron?


Seketika itu semua orang tercengang dan menatap Aron dengan mata lebar dan mulut terbuka, seluruh departemen pemasaran tertegun!


Bahkan mata Billy seperti akan lepas dari kepalanya, dia menatap Aron yang menyeringai padanya, dan merasa kedua kakinya lemas, dan langsung terjatuh kelantai!


Ivanna juga kaget hingga memucat, mulutnya terbuka tapi dia tidak bisa mengeluarkan sepatah katapun!


Mona yang menatap Aron juga terdiam seperti patung!


Pada saat ini, mata Yenni tiba-tiba menjadi basah, dia akhirnya tahu wanita yang mengantar dan menjemput Aron ternyata adalah Presdir Nuri yang ada dihadapannya!


Memikirkan betapa jauhnya perbedaan antara dia dan Nuri, Yenni merasa hatinya seperti ditusuk oleh jarum.


Mengingat bagaimana Aron membantunya menyelesaikan pinjaman, mengingat bagaimana Aron dengan mudah mendapatkan kembali piutang perusahaan, dan dengan mudah memenangkan kontrak Laurents Cosmetic, Yenni akhirnya mengerti segalanya!


Dibandingkan dengan keterkejutan yang didapatkan oleh departemen pemasaran, keterkejutan dan penyesalan, petinggi perusahaan yang lainnya memberikan tepuk tangan meriah untuk menyambut Aron!


Rico yang ada di pojok ruangan juga mengepalkan tangannya dengan erat, dia menyesal dan ingin memukuli dirinya sendiri dengan kuat, kalau saja dia bertahan di sisi Aron, dan bertahan berada satu tim dengan Aron, bukankah ini akan menjadi kesempatan besar untuknya?


Tapi didunia ini tidak ada obat untuk penyesalan, kalau sudah melewatkan kesempatan maka tidak akan bisa diulang lagi selamanya!


“Aron, apa kamu mau menyampaikan sepatah dua patah kata?”


Nuri melihat kearah Aron dan tersenyum!


Saat semua orang melihat tatapan mata Nuri pada Aron, mereka langsung yakin kalau kedua orang ini pasti mempunyai hubungan.


“Sepertinya tidak ada yang bisa disampaikan, departemen lainnya akan tetap seperti dulu, dan kembalilah bekerja, sedangkan departemen pemasaran, dimohon untuk tetap tinggal….”


Mendengar perkataan Aron, departemen lain


​juga segera membubarkan diri!


“Lihat saja, departemen pemasaran terkena batunya!”


“Saya sudah tahu, Billy itu selalu beradu dengan Presdir Aron, tidak disangka dia punya koneksi, mungkin bergabung ke departemen pemasaran hanya untuk pengalaman hidup.”


“Departemen pemasaran akan berguncang, sepertinya akan banyak yang dipecat….”


Billy, Ivanna dan beberapa karyawan departemen pemasaran lainnya mendengar pembahasan departemen lain, dan langsung gemetaran!


Wajah Billy sudah seperti abu sejak awal, dia tahu ini akan menjadi akhirnya…


Sedangkan Mona menatap Aron dengan tatapan rumit, dia tidak tahu bagaimana Aron akan memperlakukannya!


Karena sejak awal dia juga tidak jarang beradu dengan Aron!


Namun seketika, banyak orang dari departemen pemasaran yang menatap kearah


Yenni dengan memelas, karena dimata Aron hanya Yenni lah yang bersikap baik padanya!