ARON

ARON
Panggil Master Lyla Kemari



Bam……..


Tendangan Aron langsung membuat Paolo terbang dan terhempas belasan meter jauhnya sebelum mendarat dengan keras di lantai.


Melihat Aron berani main tangan dengan Paolo, Evan terkejut setengah mati dan memucat, dia sudah hampir mati!


“Bocah, berani memukuli Kak Paolo, kamu pasti mati…..”


Edo yang melihat Aron berani memukuli Paolo seketika merasa senang.


Aron melirik Edo sekilas, tatapannya yang dingin itu membuat Edo tidak berani bicara lagi!


Pada saat itu, Paolo dipapah oleh orang dan sudut mulutnya masih berdarah!


“Kosongkan lokasi, tutup pintu………..”


Paolo melekatkan tatapannya pada Aron, dan memberi perintah dengan kuat!


Dalam sekejap, bar itu sudah dikosongkan bahkan Evan juga dilempar keluar.


Di dalam bar yang besar itu hanya tersisa Aron seorang dan belasan satpam lainnya.


Evan yang dilempar keluar merangkak dan bangkit dengan kakinya yang gemetaran, dia langsung kabur tanpa menoleh, saat ini dia tidak peduli lagi dengan kakak ipar mana pun, bisa terlepas dari bahaya adalah yang paling penting!


Paolo menyeka darah yang ada di sudut bibirnya dan menghampiri Aron dengan wajah muram : “Bocah, kamu adalah orang pertama yang berani main tangan denganku, kalau hari ini saya tidak membunuhmu, bagaimana reputasi Geng Lyla bisa dipertahankan?”


Aron duduk di kursi dengan tenang, dia mengangkat gelas anggur dan meminumnya, raut wajahnya sama sekali tidak berubah!


“Kalau bukan karena reputasi Geng Lyla, lalu Master kalian yang merupakan pahlawan wanita, apa kamu rasa kamu masih punya kesempatan berdiri di depanku dan berbicara padaku?”


Aron berkata dengan tatapan menghina.


“Bagus bocah, kematianmu sudah diujung tanduk tapi kamu masih begitu arogan!” Paolo terlihat marah : “Bunuh dia…..”


Mendengar perintah Paolo, belasan satpam itu langsung menerjang ke arah Aron dengan tongkat mereka!


“Kecil!”


Aron mendengus, dan sosoknya tiba-tiba menghilang.


Hanya dalam waktu beberapa menit, belasan satpam itu tidak ada satupun lagi yang berdiri, mereka semua tergeletak di lantai dan meringis kesakitan.


Namun semua satpam itu tidak terluka fatal, Aron masih berbelas kasihan!


“Persetan……….”


Paolo tercengang dan mulutnya menganga lebar, bahkan sebutir telur pun bisa dimasukkan ke dalam mulutnya itu, dan tatapan matanya yang hanya satu itu juga dipenuhi dengan ketakutan!


Aron berjalan menghampiri Paolo, dan membuat Paolo ketakutan dan terus bergerak mundur!


Dia terus mundur hingga mencapai tembok, Paolo tidak bisa mundur lagi dan menatap Aron dengan ketakutan : “Kamu…..apa yang mau kamu lakukan, saya adalah anggota Geng Lyla, kalau kamu membunuhku, Masterku tidak akan melepaskanmu.”


“Tidak perlu khawatir, apa saya mengatakan akan membunuhmu?” Aron melihat Paolo yang ketakutan dan tersenyum : “Saya hanya mau kamu memanggil Master kalian kemari.”


Paolo seketika tercengang : “Kamu menyuruh Masterku kemari? Meskipun Masterku bagaikan Buddha hidup tapi kamu sudah membuat bisnis kami seperti ini, Masterku juga bisa marah, bisa-bisa dia juga akan membunuhmu!”


​“Bukankah kamu memang mau saya mati? Kalau Mastermu kemari, bukankah keinginanmu juga akan terkabul?”


Aron sedikit penasaran kenapa Paolo memperingati dirinya seperti itu.


Seketika raut wajah Paolo menjadi sangat canggung, tatapan matanya mengelak : “Kalau…..kalau master kami datang, sepertinya dia tidak akan mengampuniku!”


Mendengar ucapan Paolo, Aron akhirnya mengerti, dia merasa kalau Master mereka datang, maka dia akan terkena masalah!”


Karena dia begitu arogan dan berlagak, tanpa menanyakan situasi dia langsung memukuli orang, itu tidak seperti sifat Geng Lyla yang dibicarakan diluar!


“Panggil master kalian kemari, atau mati, kamu pilih saja sendiri!”


Aron tidak ingin banyak bicara dengan Paolo, dan langsung mengancamnya.


“Baik, saya akan memanggilnya, sekarang juga saya akan memanggilnya!”


​Diancam akan dibunuh, Paolo menjawab tanpa ragu.


Paolo mengeluarkan ponselnya dan menelpon Master mereka, Lyla!