
Departemen pemasaran PT. Damai Kimia!
Billy sedang mengumpulkan semua orang di departemen pemasaran untuk rapat pagi, tapi Aron belum tiba pada saat itu!
“Apa sebenarnya masalah Aron? Kenapa dia belum sampai juga?”
Billy menyapu seisi ruangan sambil bertanya.
Pertanyaan ini ditujukan pada Yenni, karena Yenni saja sudah tiba, kenapa Aron malah belum tiba!
Seketika Yenni menjadi panik, dia tidak tahu kenapa Aron belum sampai, dia mencemaskan apakah sesuatu terjadi pada Aron semalam, karena takut dia khawatir, jadi dia tidak menceritakannya!
“Kak Aron seharusnya akan segera sampai….”
Yenni bersiap mengeluarkan ponsel untuk bertanya pada Aron!
“Catat ini, Aron terlambat datang ke kantor, potong gajinya 500ribu, baru bekerja beberapa hari saja sudah berani terlambat!”
Billy berkata dengan dingin.
Sekarang dia berhasil mencari kesalahan Aron, Billy tentu tidak akan melewatkan kesempatan emas itu!
“Pak Billy, apakah karena bualan Aron semalam, katanya dia akan menandatangani kerja sama dengan Laurents kan, mungkin dia terkejut dan tidak berani datang.”
Ivanna tersenyum menghina, dan berkata dengan keras setelah itu!
“Mungkin!” Billy segera mengangguk!
Semua orang menatap Aron dengan tatapan penghinaan, mereka merasa Aron tidak akan datang hari ini adalah perkataannya sendiri kemarin malam, jangankan karyawan biasa seperti Aron, bahkan Billy yang sudah menemani Mona bolak balik selama beberapa bulan dan belum bisa menandatangani kontrak dengannya!
“Tidak mungkin, Kak Aron pasti akan datang…..”
Yenni berteriak dengan keras, dia percaya Aron pasti akan datang, karena hanya masalah kontrak Laurents Cosmetic tidak akan membuatnya merasa takut!
“Sudah jam berapa ini, saya rasa dia pasti sudah ketakutan dan tidak berani datang…”
Ivanna tersenyum sinis!
“Aron ini, selain membual benar-benar tidak punya kemampuan lain…”
Mona juga membuka suara, didalam hatinya sudah sangat membenci Aron!
Yenni terlihat sangat gelisah, dan langsung menelpon Aron!
Baru saja menelpon, suara deringan ponsel sudah terdengar, Aron melangkah masuk ke ruangan kantor!
Aron berlatih terlalu lama semalam, dan itu membuatnya terlambat bangun pagi ini!
“Kak Aron, akhirnya kamu datang juga, saya kira terjadi sesuatu padamu!”
Melihat Aron tiba, Yenni bergegas menyambutnya..!
“Bisa terjadi apa padaku! Semalam saya tidur terlalu malam, jadi terlambat bangun…”
Aron tersenyum-senyum!
“Aron, sekarang kamu ini seorang pekerja, ada jam kerjanya, karena kamu sudah terlambat selama 10menit, sesuai dengan peraturan perusahaan gajimu akan dipotong sebanyak 500 ribu….”
Billy berkata dengan keras pada Aron!
Aron baru bekerja beberapa hari, gajinya pun belum tentu mencapai 500 ribu, sekarang dia terlambat dan akan dipotong gaji 500 ribu, itu terbilang banyak!
“Pak Billy, sekali terlambat akan dipotong 500 ribu, apakah tidak terlalu banyak? Kak Aron juga baru pertama kali terlambat, apa Pak Billy tidak bisa memberinya satu kesempatan!”
Yenni membantu Aron memohon belas kasihan!
“Aturan adalah aturan, tidak bisa dinegosiasikan….” Billy mendengus!
“Potong saja, saya tidak peduli….” Aron berkata dengan acuh tak acuh!
Melihat Aron tidak peduli sedikitpun, Billy merasa marah, dan berkata pada Aron : “Aron, apa kamu ingat yang kamu katakan semalam? Kalau hari ini kamu tidak bisa menanda-tangani kontrak dengan Laurents, enyahlah dari sini!”
“Tidak masalah!” Aron berkata dan langsung duduk di kursinya, dan tidak memperdulikan Billy lagi!
Melihat sikap Aron, Billy sangat kesal, hanya saja saat dia menyadari kalau Aron akan segera enyah dari hadapannya, Billy merasa jauh lebih tenang!
“Kak Aron, semalam Christine memberitahuku kalau teman kami ada yang bekerja di Laurents Cosmetic, sepertinya dia sudah menjabat sebagai manajer perusahaan, saya akan ikut bersamamu, mungkin akan sedikit membantu….”
Yenni berkata pada Aron!
Aron tidak ingin Yenni ikut campur dalam masalah ini, karena sejak awal dia sudah memberitahukan kepada Jekson dan sepertinya sekarang Jekson sedang mengurusnya!
Yenni tidak percaya kalau Aron memiliki kemampuan seperti itu dan bisa menanda tangani kontrak dengan Laurents Cosmetic, Aron berkata seperti itu hanya untuk membuatnya tidak khawatir saja!
Yenni tidak mengatakan apapun, dia diam-diam mengeluarkan ponselnya dan menghubungi temannya itu!
Tidak lama setelah itu, Yenni meraih tasnya dan beranjak pergi, dia juga tidak mengajak Aron, karena dia ingin memperjelas situasinya terlebih dulu, dan saat Aron muncul, semuanya akan menjadi lebih gampang!
Dia pergi ke Laurents Cosmetic dengan taksi dan sampai didepan sebuah gedung dengan belasan tingkat, dalam industri kosmetik, Laurents Cosmetic juga merupakan salah satu perusahaan papan atas yang ada di Kota Surau!
Yenni melangkah masuk dan langsung dihadang oleh seorang petugas keamanan : “Ada urusan apa?”
“Halo, Pak, saya datang untuk bertemu dengan Manajer Martin!”
Yenni berkata dengan sangat sopan kepada petugas keamanan itu!
“Peraturan di perusahaan kami hanya mengizinkan tamu masuk apabila dijemput oleh orang dalam….”
Petugas keamanan itu menahan Yenni!
Yenni yang melihat situasi itu mengeluarkan ponselnya dan menelpon Martin!
Tidak lama kemudian, seorang pria berkacamata yang rambutnya ditata dengan hair-gel dan mengenakan setelan jas berjalan keluar.
“Martin……”
Yenni melambaikan tangannya pada Martin!
Martin melangkah cepat menuju Yenni dan saat petugas keamanan itu melihat Martin, dia langsung menyapa dengan penuh hormat : “Pak Manajer….”
“Dia adalah temanku, perhatikan wajahnya, lain kali kalau dia kemari, jangan berani menghalangi….”
Martin menegur petugas keamanan itu!
Gaya Martin terlihat seperti seorang pejabat yang memiliki kedudukan tinggi!
"Baik, baik….” Petugas keamanan itu segera menganggukkan kepalanya!
“Yenni, ayo ikut denganku….” Martin membawa Yenni kedalam!
“Cih, sampah…” Petugas keamanan itu mendesis saat melihat punggung Martin yang berjalan menjauh!
“Martin, kamu sekarang sukses juga ya…”
Yenni berkata dengan emosional.
“Biasa saja…” Martin tersenyum!
Setelah memasuki ruangannya, Martin menuangkan secangkir kopi untuk Yenni!
Yenni menilai ruangan yang ditata dengan mewah itu, rasa iri sedikit tersirat dimatanya, mereka adalah teman satu sekolah, tapi temannya sudah sukses dan menjabat sebagai manajer, sedangkan dia baru saja mendapat sebuah pekerjaan!
“Semalam ada acara reuni sekolah, apa tidak ada orang yang memberitahumu?”
Yenni meraih gelas kopi itu dan bertanya pada Martin!
Karena mereka semua adalah teman satu sekolah, dan semuanya masih tinggal di kota yang sama, seharusnya Martin juga diajak untuk menghadiri acara reuni, lagipula bagaimanapun Martin terbilang sukses!
“Ada, saya tidak pergi karena sibuk, saya tidak punya waktu untuk diluangkan, dengar-dengar Verhaag juga hadir ya?”
Tatapan mata Martin terlihat sedikit menghina, sangat jelas dia juga meremehkan beberapa teman sekolahnya ini jadi dia memilih untuk tidak menghadiri acara reuni!
Mendengar Martin yang tiba-tiba membahas Verhaag, Yenni seketika terlihat canggung!
Pada saat sekolah, Martin juga pernah menaksirnya, hanya saja karena Verhaag sangat populer di masa itu, Yenni menolak Martin dan berpacaran dengan Verhaag!
Sejak saat itu, Martin menganggap Verhaag sebagai musuhnya, dan bertekad untuk menjadi kuat, setelah lulus dengan nilai yang baik, dia bekerja di Laurents Cosmetic dan dalam waktu singkat, jerih payahnya membuatnya berhasil menduduki posisi manajer!
“Verhaag juga ikut, sekarang dia dan Aileen berpacaran….”
Yenni menjelaskan!
Yenni menjelaskan kepada Martin agar Martin tidak mempermasalahkan kejadian di masa lalu lagi, karena Yenni juga membutuhkan bantuannya saat ini….
“Kalian sudah putus?” Martin bertanya dengan santai.