
Sekarang seluruh penduduk di Kota Honru sudah bertambah beberapa kali lipat, dan pegunungan dipenuhi dengan tambang-tambang besar dan kecil.
Tempat hiburan paling populer di Kota Honru adalah hotel, bar dan KTV, mereka yang mampu bermain batu kasar adalah bos bos besar, jadi tidak takut menghabiskan uang!
Kevin langsung berhenti di depan sebuah restoran dan berkata : “Tuan Aron, kamu pasti lapar juga, ayo makan dulu lalu kembali ke hotel untuk beristirahat!”
Aron mengangguk dan turun dari mobil bersama dengan Kevin!
Restoran itu tidak terlalu besar, tetapi didekorasi dengan sangat baik dan memiliki cita rasa yang antic, ada sebuah papan nama besar yang bertuliskan Restoran Lux!
“Tuan Aron, jangan lihat restoran ini tidak besar, tapi ini adalah restoran paling terkenal di sini, banyak orang yang datang untuk makan di sini, bahkan artis seperti Anggela Galang juga akan makan di sini setiap kali dia datang ke Kota Honru!”
Kevin Menjelaskan kepada Aron sambil berjalan.
Setelah berjalan memasuki restoran, Kevin ingin memesan ruang VIP tapi Aron menghentikannya, hanya mereka berdua saja mereka bisa makan dimana saja dan tidak perlu memesan ruang VIP!
Setelah mencari tempat yang agak terpencil, Kevin secara khusus memesan beberapa menu spesial dari restoran!
Sambil menunggu hidangan, Aron sengaja melirik beberapa orang yang sedang makan di restoran dan menemukan ada beberapa master!
Kalau ini adalah Pertemuan Seni Bela Diri di Kota Tawil, maka tidak heran akan ada banyak master, tapi ini adalah Kota Honru, kenapa ada begitu banyak master?
“Sebenarnya cukup aneh kalau dibicarakan, dulu tidak peduli sesibuk apa pun tidak akan ada orang sebanyak ini, saya datang ke Kota Honru selama beberapa hari, dan melihat beberapa kelompok orang asing yang naik ke gunung, sepertinya semakin banyak orang yang berjudi batu kasar!”
Kevin melihat Aron melirik orang-orang di sekitarnya dan bergegas menjelaskan padanya.
Namun, Aron melihat kalau orang-orang ini tampaknya tidak seperti orang yang berjudi batu kasar, mereka melihat tiga dari lima kerumunan ini semuanya hanya menundukkan kepalanya dan makan, tidak ada yang berbicara, seperti sedang ada masalah!
“Apakah batu kasar di Gunung Hoju ditambang begitu saja?”
“Tentu tidak, kalau ditambang begitu saja maka akan menjadi berantakan, dulu tidak ada orang yang mengurusnya, namun sekarang seluruh area penambangan sudah ditempati oleh Keluarga Sarosa, Keluarga Galang, dan Keluarga Wizard, lalu tambang kecil lain yang tidak diminati oleh tiga keluarga itu akan ditambang oleh orang lain, dan Tuan Kusman yang menderita kerugian dari Pak Edward saat itu memiliki tambang di daerah tenggara, yang paling dekat dengan puncak gunung!”
Kevin menunjuk melalui jendela ke arah Gunung Hoju yang sudah dekat.
“Oh!” Aron menganggukkan kepalanya!
Tidak lama kemudian makanan mereka disajikan, Aron tiba-tiba menghentikan pelayannya dan bertanya : “Saudaraku, apa saya boleh bertanya padamu, apakah masalah besar terjadi di Kota Honru? Kenapa rasanya semua orang begitu terburu-buru?”
Aron merasa ada yang tidak beres, dengan munculnya begitu banyak master di sini pasti ada sesuatu yang terjadi, atau sesuatu yang akan terjadi!
“Mana ada masalah? Saya hanya seorang pelayan, saya tidak tahu!”
Pelayan itu menggelengkan kepalanya, tapi tatapan matanya tampak menghindari, dia jelas mengetahui sesuatu!
“Saudaraku, kami datang dari luar kota, hanya bertanya saja tidak bermaksud jahat!”
Aron berkata lalu mengeluarkan setumpuk uang kertas dan memasukkannya ke dalam saku si pelayan, itu adalah tumpukan uang kertas bernilai beberapa juta!
Pelayan itu melihat sekelilingnya dan ragu-ragu sejenak, kemudian berkata dengan suara rendah : “Saya beritahu, ada jalur tambang baru di Gunung Hoju, katanya di dalam nya ada batu permata, sekarang Keluarga Galang, Keluarga Sarosa dan Keluarga Wizard sedang merekrut pasukan, sepertinya mereka akan memperebutkan siapa yang akan terlebih dulu menemukan jalur tambang baru ini, dan Kota Honru sepertinya akan segera kacau, saya juga mendengarnya dengan tidak sengaja dari salah satu ruangan VIP, kalian jangan katakan kalau saya yang memberitahu kalian!”
Pelayan itu bergegas pergi setelah selesai bicara!
“Lokasi tambang baru?” Kevin tercengang : “Saya sudah datang beberapa hari kenapa belum mendengarnya?”