ARON

ARON
pulang



“Ini…bagaimana ini bisa terjadi? Ini tidak mungkin kan?”


Mata Tuan Kusman terbuka lebar, dan dia melihat belasan batu itu seperti orang gila lalu berteriak : “Teruskan membuka, buka semua batu kasar yang ada di sini!”


Segera, belasan batu dibuka lagi, tetapi tidak ada yang ditemukan, semuanya hanyalah batu biasa, tidak ada satu biji giok pun di dalamnya!


“Tidak perlu dibuka lagi, tidak akan ada apa-apa, menghabiskan waktu saja…”


Aron bangkit perlahan, dan melemparkan batu spiritual yang ada di tangannya keluar, pada saat ini, energi spiritual di dalam batu itu sudah sejak tadi diserap habis oleh Aron!


Tuan Kusman tampak seperti orang bodoh, tubuhnya bergerak dua kali, lalu menatap Pak Edward dengan marah : “Kamu berani membohongiku, cepat kembalikan uangku…”


Tuan Kusman menarik kerah baju Pak Edward dengan erat!


Pak Edward tampak marah dan tidak menunjukkan rasa hormatnya lagi, dia mendorong Tuan Kusman : “Dasar tua bangka, aturan di perjudian batu, kalau kamu salah lihat, kenapa malah menyalahkan saya!”


Setelah mendorong Tuan Kusman, Pak Edward berbalik dan hendak pergi dengan pengawalnya, tapi Tuan Kusman bersikeras : “Hentikan mereka, jangan biarkan mereka pergi!”


Orang-orang Tuan Kusman seketika mengepung Pak Edward dan pengawalnya, pengawal Pak Edward yang melihat kejadian itu seketika turun tangan, dan dalam belasan detik, mereka berhasil menjatuhkan orang-orangnya Tuan Kusman ke tanah!


“Hm!” Pak Edward mendengus, lalu menoleh ke arah Aron dan berkata : “Bocah, saya akan mengingatmu, sebaiknya jangan sampai saya melihatmu lagi!”


Setelah mengancam Aron, Pak Edward pergi bersama para pengawalnya!


Pada saat ini, Tuan Kusman tersungkur di tanah, wajahnya pucat dan dia mulai menangis!


Dia meminjam uang untuk membeli semua ini, dan sekarang semuanya menjadi sampah, uang sebanyak itu, bagaimana dia bisa membayarnya?


Aron melirik Tuan Kusman lalu berkata pada Kevin : “Ayo kita pergi!”


Kevin menganggukkan kepalanya dan mengikuti Aron dengan penuh hormat, sekarang dia sangat kagum pada Aron, kalau bukan karena Aron, yang terduduk di lantai dan menangis saat ini pasti dirinya sendiri.


Dalam perjalanan, Kevin bertanya pada Aron.


“Pergi berjudi batu, bawa saya melihat semua batu kasar yang ada di Kota Taka, saya sekarang kekurangan uang!”


Aron berkata tanpa ragu-ragu.


“Baik!” Kevin tampak bersemangat dan membawa Aron pergi ke jalanan tempat perjudian batu!


Setelah berkeliling sepanjang sore, Kevin dan Aron menyapu jalanan perjudian batu di Kota Taka, tidak peduli batu kasar seperti apa, mereka bisa membuka batu yang berisi barang.


Setelah melihat hampir seluruh batu kasar yang ada di Kota Taka, seperti Giok Zamrud, Giok Darah Ayam, Ice Jade, dan lain-lain, Kevin akan menjual batu-batu itu langsung di tempat, dan langsung menukarnya dengan uang.


“Tuan Aron, sore ini kita sudah berhasil menghasilkan dua triliun…”


Sore harinya, dalam perjalanan mengantar Aron pulang ke rumah, Kevin berseru dengan girang!


Aron bersandar pada kursi, dan beristirahat dengan mata yang sedikit terpejam, dua triliun masih terlalu sedikit untuknya, dan kekuatan spiritualnya sudah banyak dikonsumsi dalam setengah hari ini, dan sekarang tubuhnya merasa sedikit lelah!


Setelah mengantar Aron pulang, Kevin menyimpan sebagian uangnya, dan mentransferkan sisanya kepada Aron, dan Aron juga berpesan kepada Kevin untuk membeli lebih banyak batu kasar, terutama Batu Hoju!


Bukan karena Aron menyukai Batu Hoju, tapi dia berharap bisa menemukan Batu Spiritual lagi, dengan begitu itu membuktikan kalau kemunculan Batu Spiritual di Gunung Hoju bukanlah kebetulan.


Saat masuk, Aron melihat Nuri sendirian, duduk dengan bosan di ruang tamu, dan saat melihat Aron pulang, dia bergegas menyambutnya : “Setelah makan siang, kamu pergi dan baru pulang saat malam hari? Saya sudah hampir mati bosan!”


“Dimana Lina?” tanya Aron.


“Kenapa? Kamu merindukannya?” tanya Nuri sambil menatap lurus pada Aron.