ARON

ARON
Permintaan maaf



Setelah menunggu cukup lama, Billy dan yang lainnya masih berlutut di lantai, kedua lutut mereka sakit tapi tidak ada yang berani berdiri, dan tetap mempertahankan posisi berlutut!


Setelah 20 menit lebih, pintu ruangan tiba-tiba dibuka dengan kasar, Jekson menerobos masuk!


“Tuan Jekson……”


Dexter segera menghampiri dan menyambutnya!


Mendengar Jekson sudah datang, Billy dan yang lainnya sibuk mendongakkan kepala mereka, tatapan mereka jatuh pada tubuh Jekson yang membuat mereka terkejut dan hampir pingsan!


Sangat jarang ada orang yang pernah melihat Jekson secara langsung, dan saat mereka melihatnya, aura haus darah dari tubuh Jekson membuat mereka gemetar ketakutan dalam sekejap!


Jekson tidak memperdulikan Dexter, dia langsung menjatuhkan pandangannya pada Aron!


Namun Aron mengedipkan matanya pada Jekson, dan Jekson pun tidak menghampirinya seolah tidak mengenalnya!


Yenni dan Mona ada disini, kalau mereka sampai tahu Aron mengenal Jekson maka ayah dan ibunya Aron pasti akan tahu juga.


Jekson melihat Billy dan yang lainnya berlutut dilantai dan menoleh dengan wajah dinginnya kearah Dexter, lalu menamparinya dengan keras : “Sudah kubilang kan, jangan bertindak sembarangan dan tunggu saya !”


Dexter yang ditampari seketika bingung, sedangkan Jekson jongkok dan memapah Billy berdiri.


“Maaf, didikan saya kurang tegas, harap kalian semua dapat memaklumi….” Jekson berkata lalu melihat Dexter : “Apa yang terjadi disini?”


Dexter tidak berani merahasiakannya dan menceritakan kembali seluruh kejadian kepada Jekson!


Saat mendengar kalau semua ini bermula dari Fitra, Jekson langsung melirik tajam kearah Fitra yang masih tersungkur dan meringkuk dilantai!


“Tuan Jekson, saya….”


Fitra dapat merasakan tatapan tajam Tuan Jekson, dia menggertakkan giginya dan berusaha berdiri untuk memberi penjelasan!


“Patahkan kaki tangannya dan lempar keluar, dia tidak lagi diizinkan menginjakkan kaki di Surau Royal KTV…”


Jekson tidak berniat mendengarkan penjelasan Fitra, dan langsung memerintahkan bawahannya untuk mematahkan kaki tangannya Fitra dan melemparnya keluar!


Mendengar jeritan menyayat dari Fitra, Billy dan yang lainnya kembali ketakutan hingga mengompol lagi, keganasan dan kekejaman yang ditunjukkan oleh Jekson membuat mereka ketakutan hingga gemetar!


“Semuanya, masalah hari ini terjadi karena bawahan saya yang tidak dididik dengan baik, sebagai gantinya saya akan mengratiskan semua tagihan kalian hari ini, kalian kembalilah ke ruangan dan bersenang-senang lah, saya akan menyuruh orang untuk mengantarkan beberapa anggur baik untuk kalian…”


Jekson berkata sambil tersenyum.


Perubahan ekspresi Jekson yang tiba-tiba membuat Billy dan yang lainnya kebingungan, entah trik apa yang sedang dimainkan oleh Jekson!


Mereka tercengang dan berdiri diam pada tempatnya, tidak ada satu pun yang berani bergerak!


“Kalau begitu, kami berterimakasih kepada niat baik Tuan Jekson…”


Melihat tidak ada yang berani berbicara dan bergerak, Aron akhirnya buka suara.


“Sudah seharusnya, sudah seharusnya, masalah hari ini diakibatkan oleh didikan saya yang kurang tegas…”


Jekson berkata dengan sangat rendah hati!


Aron menarik Yenni dan Mona yang sudah tercengang sejak tadi keluar dari ruangan Dexter dan kembali ke ruangan VIP mereka!


Billy dan yang lainnya yang melihat ini juga berjalan kembali ke ruangan mereka bagaikan mayat!


“Tuan Jekson, orang-orang ini….”


“Piak…”


Tidak menunggu Dexter menyelesaikan kalimatnya, Jekson kembali melayangkan tamparan ke wajah Dexter!


“Apa kamu tahu siapa Aron?” Setelah menamparinya, Jekson bertanya dengan dingin kepada Dexter.


Dexter menggelengkan kepalanya : “Tidak tahu!”


“Dia adalah Penguasa Istana Naga kita, bos langsung kita….”


Sebagai tangan kanan dari Jekson, Dexter tentu tahu kalau Geng Sanur merupakan salah satu pintu masuk menuju Istana Naga Langit, Jekson juga pernah memberitahukan kepadanya kalau Penguasa Istana Naga Langit sudah muncul.


Tapi bagaimana pun dia tidak menyangka kalau Aron yang tidak tampak hebat dari sisi manapun adalah Penguasa Istana!


“Kalau…kalau begitu dia adalah orang yang memukuli Roney?” Dexter bertanya dengan kaget.


“Kamu kira?” Jekson menatap Dexter dengan dingin : “Kamu masih bisa bertahan hidup saat ini sudah harus bersyukur dan membakar dupa untuk berterima kasih kepada Buddha, cepat pesankan beberapa botol anggur baik dan segera kamu antarkan sendiri kesana, tapi ingat, Penguasa tidak ingin identitasnya terbongkar!”


“Baik Tuan Jekson, saya mengerti…”


Dexter yang masih gemetar bergegas pamit dan pergi untuk mengurusnya!


Saat itu, Aron dan yang lainnya sudah kembali ke ruangan VIP, suasana didalam ruangan bagaikan kuburan!


Mata mereka semua membelalak, tidak ada satu pun yang berani percaya kalau orang yang tersenyum begitu ramah kepada mereka adalah Jekson, Ketua Mafia yang terkenal akan kesadisannya di Kota Sanur!


“Piak…” Billy tiba-tiba menampari dirinya sendiri dengan kuat, dan saat merasakan rasa sakit dia bergumam : “Ini nyata, bukan mimpi, bagaimana mungkin?”


Billy tidak mempercayai kejadian tadi adalah kenyataan!


Yang lainnya juga terlihat kebingungan, tatapan mereka membelalak tak percaya!


“Ar….Aron, kamu kenal dengan Jekson?”


Mona menatap Aron dengan tatapan tidak percaya.


Ekspresi Aron tadi sama sekali tidak menunjukkan ketakutan sedikitpun, dia bahkan berani memukuli bawahan Jekson, tapi Jekson sama sekali tidak marah.


Mendengar pertanyaan Mona, seluruh orang dalam ruangan juga menjatuhkan pandangan mereka pada Aron, kalau Aron benar-benar mengenal Jekson, maka apa mereka akan berakhir baik? Mereka tadi mencaci maki dan mengutuk Aron!


“Tidak kenal!” Aron menggelengkan kepalanya!


Melihat Aron menggeleng, Mona merasa lebih bingung lagi : “Kalau kamu juga tidak mengenalnya, apa yang membuat Tuan Jekson begitu sungkan kepada kita?”


“Saya tahu, pasti Tuan Jekson mengenal Pak Billy, apa kalian tidak melihat saat Tuan Jekson masuk, dia langsung memapah Pak Billy berdiri dengan segan?” seketika ada seseorang yang berteriak!


“Benar, pasti dia mengenal Pak Billy, saya juga melihat Tuan Jekson tersenyum kepada Pak Billy!”


Karena tadi Billy sudah kehilangan muka, sekelompok orang ini juga sudah keluar dari ancaman maut, mereka tentu saja harus menemukan cara untuk mengembalikan martabat Billy, kalau tidak saat bekerja nanti mereka pasti akan dipersulit!


“Billy, apa yang sebenarnya terjadi? Kamu sebenarnya kenal atau tidak dengan Jekson?”


Mona yang kebingungan mulai mendesak.


Kalau Billy mengenal Jekson, itu tidak menjelaskan sikapnya diawal tadi, dia terkejut dan langsung bersujud bahkan mengompol!


Kalau dia tidak mengenal Jekson, lalu kenapa Jekson bersedia membantu keluarganya mendapatkan kembali piutang perusahaan mereka?


Dan tadi Jekson memang memapah Billy untuk berdiri dan terus meminta maaf!


Apa yang sebenarnya terjadi?


Tidak hanya Mona, yang lainnya juga sebenarnya kebingungan, alasan kenapa mereka mengapresiasi Billy tidak lebih dari untuk menyanjungnya saja!


Billy yang melihat situasi itu langsung memutar matanya lalu berkata : “Sebenarnya, saya tidak pernah bertemu dengan Jekson, hanya saja saya punya seorang teman yang mengatakan kalau dia sangat akrab dengan Jekson, mereka juga pernah makan bersama, mungkin temanku pernah membahas tentang diriku dihadapan Jekson, atau memperlihatkan fotoku, makanya tadi dia langsung mengenaliku saat datang.”


Hanya itu satu-satunya cara Billy untuk menjelaskan situasi tadi, kalau tidak dia benar-benar tidak bisa menjelaskan kenapa dia sampai berlutut dan mengompol!


Setelah mendengar penjelasan Billy, mereka semua merespon bagaikan mendapat pencerahan.


Meskipun masalah sudah selesai, tapi suasana hati mereka juga sudah tidak mendukung untuk kembali bersenang-senang, mereka sudah terkejut hingga mengompol, mereka tidak mungkin bersenang-senang dengan celana mereka yang sudah basah!


Dan pada saat Billy hendak membawa mereka pulang, tiba-tiba Dexter membawa serta anak buahnya masuk kedalam ruangan VIP!


Melihat Dexter kembali datang, Billy langsung memucat dan yang lainnya juga segera melangkah mundur!


​Dexter yang melihat situasi itu segera menjelaskan : “Semuanya, maaf tadi saya sudah salah sangka, saya datang kemari untuk mengganti kerugian, disini ada 2 botol anggur Louis XIII, saya bawakan untuk kalian coba, kalau kalian memerlukan sesuatu jangan segan-segan untuk memanggilku…”