
“Ini…apakah ini Batu Spiritual?”
Aron membelalakkan matanya dan terlihat tidak percaya!
Setelah mengambil batu itu, Aron memejamkan matanya dan mencoba merasakannya lagi, tapi kali ini dia sudah tidak merasakan energi dalam batu itu lagi!
“Darimana kamu mendapatkan batu ini?” tanya Adon dengan ekspresi gembira sambil menghampiri Pak Edward dengan memegang batu spiritual itu.
Pak Edward melirik Aron dengan tatapan jijik, dia mendengus dan mengabaikannya!
“Saya tanya padamu, dari mana batu ini berasal?”
Aron meraih kerah baju Pak Edward dan berkata dengan raut wajah gelisah.
Pak Edward terlihat marah, dan pengawalnya seketika mengerumuninya, Kevin yang melihat itu bergegas menghampiri!
“Tuan Aron, ada apa?” Kevin segera melerai dan menarik Aron, lalu meminta maaf pada Pak Edward : “Pak Edward, maaf, mungkin Tuan Aron merasa batu ini lumayan jadi dia sedikit gegabah!”
“Hm, hari ini kalau bukan karena melihat muka Kevin, saya pasti akan melenyapkan anak ini!”
Pak Edward mendengus lalu mengibaskan tangannya agar pengawalnya mundur!
Aron juga merasa kalau dia salah bertindak, jadi dia menenangkan dirinya.
“Tuan Aron, lantas batu yang ada di tanganmu ini adalah batu permata?”
Melihat Aron memegang batu yang seukuran dengan telur, Kevin bertanya padanya.
“Oh, bukan batu permata, hanya saja saya merasa batu ini cukup istimewa!” Aron menggelengkan kepalanya lalu bertanya : “Apakah batu-batu ini ditambang di Gunung Hoju?”
“Benar, melihat warna dan bentuk dari batu ini, memang ditambang dari Gunung Hoju, namun batu kecil yang ada di tanganmu ini tidak banyak ditemui di Gunung Hoju, walaupun ada batu semacam ini, itu juga tidak bernilai, terlalu kecil!”
Kevin menjelaskan.
Aron tersenyum, dan tidak mengatakan apapun, Kevin jelas tidak mengerti seberapa pentingnya batu itu untuk dirinya!
Sepertinya kalau punya waktu saya harus pergi ke Gunung Hoju, mungkin bisa menemukan batu spiritual di sana…”
Aron berpikir dalam hatinya!
“Luar biasa, Batu Hoju ini memang sangat luar biasa, lapisan hijau zamrud ini dilihat dari luar saja sudah sangat jernih, kalau dibuka, pasti lumayan!”
Kevin yang mendengarnya bergegas menghampiri : “Tuan Kusman, apa kamu mengatakan kalau di dalam belasan batu ini ada barang?”
“Tentu saja, coba kamu lihat!”
Tuan Kusman mengambil senter kecil dan menyinari batu itu, dan segera cahaya berwarna hijau berkilau di dalamnya!
Tuan Kusman memukulnya dengan palu kecil, dan merobohkan kulit luarnya, warna hijau di dalamnya terlihat menjadi lebih hidup lagi.
Kevin seketika menjadi senang, kalau memilih belasan batu secara acak saja sudah bisa menemukan barang bagus semacam ini, maka isi satu mobil ini pasti juga akan banyak, keberuntungannya benar-benar bagus!
“Tuan Kusman, saya sangat berterima kasih padamu, saya akan menelponmu lagi mengenai pembayaranmu nanti.”
Kevin berkata dengan bersemangat.
Tuan Kusman mengangguk, dan kembali ke tempat duduknya, lalu mulai beristirahat, sepuluh miliar ini benar-benar mudah didapatkan!
“Tuan Muda Kevin, saya sudah bilang kalau tumpukan batu ini adalah barang bagus, kalau kamu membelinya pasti akan menghasilkan keuntungan besar!”
Pak Edward berkata pada Kevin.
Kevin tersenyum : “Pak Kevin, coba buka harga, berapa harga satu mobil batu ini?”
“Peraturan lama, Batu Hoju dua kali lebih mahal daripada batu kasar lainnya, jadi seisi mobil ini harganya 300 miliar, tidak bisa dinegosiasikan, kalau kamu membukanya dan menemukan beberapa Giok Zamrud, modalmu pasti sudah kembali, selain itu biaya pengiriman untuk Batu Hoju sangat tinggi.”
Pak Edward menunjukkan tiga jarinya sambil berkata.
Kevin ragu-ragu lalu memandang Aron, karena sekarang Aron adalah pemegang saham terbesar, dan Aron yang bisa membuat keputusan!
“Tuan Aron, bagaimana pendapatmu?” tanya Kevin.
“Semua batu itu hanya sampah, jangankan 300 miliar, 30 miliar pun tidak sepadan…”
Aron berkata dengan enteng.
Dan perkataan Aron membuat Tuan Kusman yang memejamkan matanya untuk beristirahat langsung membuka matanya lagi!