
Lima orang itu beranjak dan pergi ke pasar terbesar yang ada di Kota Namae, setelah berkeliling Aron merasa sedikit kecewa, di pasar bahan obat ini hanya ada bahan obat biasa, meskipun ada beberapa bahan obat yang sudah berusia ratusan tahun, namun energi spiritualnya sudah habis diperas dan tidak menyisakan sedikit energi spiritual lagi!
“Saudara Aron, semua bahan obat yang ada di pasar ini tidak ada yang cocok denganmu?”
Tedi bertanya dengan hati-hati setelah melihat kekecewaan di wajah Aron.
Aron mengangguk : “Saya membutuhkan bahan obat yang sudah berusia ratusan tahun ke atas, dan memiliki kualitas yang tinggi, namun yang ada disini hanyalah bahan obat yang biasa dan umum, tidak cocok dengan apa yang saya mau!”
Setelah mendengarnya, Tedi ragu-ragu sejenak lalu menggertakkan giginya dan berkata : “Saya akan membawamu ke sebuah toko obat besar untuk melihat-lihat, biasanya mereka memiliki beberapa bahan obat yang berharga, namun mau dijual atau tidak, saya tidak bisa menjaminnya!”
Rekan seindustri adalah musuh, Tedi biasanya sangat jarang pergi ke toko obat lain, karena bagaimana pun itu adalah saingannya, orang-orang juga akan melakukan pencegahan, dan mereka juga tidak akan menunjukkan bahan obat berharga kepada saingannya, jadi dia sedikit ragu.
Hanya saja Aron sudah sangat membantunya tadi, jadi dia hanya bisa menurunkan gengsinya dan pergi ke toko obat lain untuk melihat-lihat!
“Terima kasih Kak Tedi!”
Aron berkata dengan semangat.
“Kita ini sekeluarga, tidak usah sungkan, ayo berangkat….”
Tedi membawa Aron pergi ke toko obat terbesar yang ada di Kota Namae, Rumah Herbal, bangunan toko Rumah Herbal terletak di tanah seluas ribuan meter persegi, dan pintu utamanya dipenuhi oleh orang yang berlalu lalang, tampaknya jauh lebih ramai dibandingkan dengan Teras Obat milik Tedi!
“Saudara Aron, di Rumah Herbal ini terdapat banyak bahan obat yang sudah berusia ratusan tahun, dan dengar-dengar harta karun di toko ini adalah sebuah Lingzhi yang sudah berusia ribuan tahun, di seluruh Kota Namae hanya Rumah Herbal yang memiliki bahan obat yang berusia ribuan tahun, oleh karena itu status Rumah Herbal di Kota Namae tidak diragukan lagi!”
Tedi menjelaskan sambil membawa Aron dan yang lainnya masuk ke dalam!
Baru memasuki aula utama, Aron sudah merasakan fluktuasi dari energi spiritual, dan seketika dia langsung mengunci pandangannya pada beberapa bahan obat yang ada di aula utama, dan tidak bisa menahan perasaan aneh.
“Kak Tedi, apakah Rumah Herbal juga akan memajang bahan obat berusia ratusan tahun di aula utama begitu saja?”
Aron bertanya dengan heran.
Saat berbicara, raut wajah Tedi tiba-tiba menjadi muram, karena bagaimana pun dia juga berada di bisnis yang sama, jadi dia merasa sedikit malu karena bisnis kompetitornya begitu sukses!
“Oh!” Aron menganggukkan kepalanya dan dia merasa sangat senang dalam hatinya, karena dengan seperti ini dia tidak perlu berkeliling kemana-mana lagi, asalkan dia bisa bernegosiasi dengan Rumah Herbal, kedepannya tidak perlu takut tidak bisa menemukan bahan obat berharga.
“Wah, Pak Tedi, pelanggan langka nih, kenapa anda punya waktu luang untuk berjalan-jalan di toko kecil kami ini?”
Pada saat itu, seorang pria paruh baya yang sedikit gemuk dan mengenakan kacamata berjalan menghampiri!
Pria paruh baya ini sedikit gemuk tapi langkahnya sangat ringan, sekilas saja sudah tahu kalau dia juga seorang kultivator, kekuatannya juga tidak buruk!
“Tuan Hardi, hari ini saya datang bersama dengan temanku, mengganggu ya!”
Melihat orang tua itu, Tedi bergegas berkata dengan penuh hormat!
“Tidak mengganggu, tidak mengganggu kok, ayo kita minum teh di belakang!”
Pria tua itu tersenyum dan mempersilahkan mereka masuk!
Tedi mengangguk, dan mereka semua mengikuti pria tua itu menuju ke halaman belakang!
Dalam perjalanan, setelah dijelaskan oleh Tedi, Aron baru tahu kalau Tuan Hardi ini bernama Iman Hardi, dia bukan penduduk asli Kota Namae, namun saat muda dia datang ke Kota Namae untuk mencari uang, setelah bertarung dan membunuh, akhirnya dia berhasil memonopoli seluruh pasar bahan obat yang ada di Kota Namae!
Namun seiring dengan bertambahnya usia, Iman tidak lagi bertarung dan membunuh, dia juga membuka pasar yang ada di seluruh Kota Namae, dan membuat begitu banyak toko obat yang bermunculan di Kota Namae, meskipun begitu, sebagian besar dari mereka masih dikontrol oleh Rumah Herbal!
Setelah sampai dan duduk di halaman belakang, Tedi langsung membahas inti kedatangannya : “Tuan Hardi, saudaraku ini ingin membeli banyak bahan obat yang sudah berusia ratusan tahun, saya tahu di kota Namae bahan obat berusia ratusan tahun paling banyak dimiliki oleh Rumah Herbal, jadi saya membawanya kemari!”