ARON

ARON
Berkunjung minta bantuan



Aron membawa Yenni sampai ke rumahnya ,lalu menyadari Lissa berada di rumahnya sedang bercengkrama dengan orang tuanya, semula Aron bermaksud agar Yenni menenangkan diri dulu sebelum pulang, sekarang jadi ketahuan !


Melihat Aron yang pulang bersama Yenni, Lissa dan juga Wahyu tertegun sejenak, hanya Sheli yang tidak melihat mereka pulang ,tidak menunjukkan perasaan apa apa, cuma berkata dengan pelan : “Aron, apakah kamu sudah pulang? Mengapa pulang larut malam sekali ?”


Wahyu yang berada disamping segera menarik lengan Sheli :” Aron dan Yenni sudah jadian ,mereka sama sama pulang….”


Waktu menyampaikan kata kata tersebut, wajah Wahyu terlihat sangat senang.


Sheli yang mendengarnya seketika juga merasa senang dia lalu berkata :”Aron, kamu ini kalau ingin pergi mencari Yenni terus terang saja ,jangan diam diam, apakah kamu ingin memberi kejutan kepada kami ?”


Aron tidak bisa berkata apa apa ,sebenarnya dia ingin menjelaskan tetapi tidak tahu bagaimana caranya !


Saat ini cuma Lissa yang menyadari raut wajah Yenni tidak normal bahkan tampaknya habis menangis, sambil mengerutkan keningnya dia bertanya :”Yenni, bukankah kamu bilang mau lembur ?Kamu juga barusan menangis bukan ? Tubuhmu bahkan berbau arak !”


Pertanyaan bertubi tubi dari Lissa membuat Yenni menjadi panik,tidak tahu bagaimana menjawabnya !


“Bibi Lissa, Yenni tidak lembur, dia keluar bersama rekan kerjanya pergi minum arak ,mereka tidak henti hentinya menyulangi dia dengan arak,untung saya memergokinya sehingga membawanya pulang !”


Aron seketika mengarang sebuah cerita bohong!


Lissa yang mendengarnya segera bangkit dan memeriksa tubuh Yenni,pandangan matanya penuh rasa khawatir :” Rekan kerjamu itu sungguh keterlaluan, sudah tahu kamu tidak pandai minum arak,masih juga memaksamu, sungguh keterlaluan……”


Melihat Ibunya yang begitu mengkhawatirkan dirinya, Yenni tidak bisa menahan diri lagi,memeluk Ibunya dan menangis.


Lissa menghibur Yenni : “Yenni, jika tidak gembira dengan pekerjaan ini, jangan kerja lagi, mereka semua rekan kerja yang bobrok…….”


Lissa masih mengira Yenni digertak oleh rekan kerjanya, sehingga hatinya merasa sedih !


Lagipula Yenni juga baru bekerja belum begitu lama,masih terhitung orang baru,sekarang banyak perusahaan yang tidak ramah terhadap orang baru !


“Benar, jangan menangis lagi Yenni, kalau tidak suka pekerjaan itu kita tidak usah kerja lagi, besok waktu pamanmu ke tempat teman untuk menitip carikan pekerjaan buat Aron bisa sekalian bantu kamu bertanya apakah ada lowongan, kamu adalah mahasiswa ,tidak usah takut tidak mendapatkan pekerjaan…….”


Sheli juga terburu buru membujuk Yenni !


“Besok akan paman tanyakan sekalian seharusnya tidak masalah, lagipula orang itu adalah teman seperjuangan saya ……”


Wahyu juga berkata seperti itu !


Beberapa orang itu semakin membujuk Yvonne malah semakin sedih, hanya Aron seorang yang tahu mengapa Yenni menangis !


Lissa tidak berdaya ,terpaksa membawa Yenni pulang ke rumah !


“Aron, kamu juga cepatlah tidur , besok bawa kamu ke rumah paman Sunarto, supaya dia membantumu mencari kerja, sekalian juga bertanya untuk Yenni, anak itu sungguh menderita……..” Sheli menghela nafas :” Kamu tidak boleh menggertak Yenni ya,harus memperlakukan dia dengan baik……”


Paman Sunarto yang disebut sebut oleh Sheli,adalah teman seperjuangan Wahyu, setelah pensiun dari militer Wahyu bekerja sebagai pegawai negeri,sedangkan Denny Sunarto menggunakan uang pensiunan untuk berbisnis, sekarang kondisinya lumayan sukses, kehidupannya juga lumayan nyaman !


“Ibu, saya…..”


​“Sudahlah, pergilah tidur…..”


Sheli tidak mendengar Aron menyelesaikan perkataannya, langsung pergi !


Aron merasa tidak berdaya, selama ini dia hanya menganggap Yenni sebagai adiknya, tidak ada perasaan apapun diantara mereka, sekarang dia tidak tahu mau bagaimana menjelaskan kepada orang tuanya !


Setelah menggeleng kepala dengan tidak berdaya, Aron kembali ke kamarnya untuk beristirahat, untuk sementara waktu tidak bisa pergi ke perumahan Bumi Sejuk ,takut orang tuanya marah.


Hari kedua ,pagi pagi Sheli memanggil: “Aron, cepatlah bangun, berpakaian yang rapi ,jangan berantakan, Paman Sunarto sengaja tidak masuk kerja sehari demi kita !


Aron membuka matanya dan menyahut !


Setelah sarapan secara sederhana, mereka bertiga tergesa gesa berangkat menggunakan mobil sewa menuju ke rumah Denny Sunarto...


Rumah Denny Sunarto berada di kota Sanur di perumahan Grand Village yang terkenal, rumah di daerah sini rata rata 10 juta permeter, sebuah rumah bisa senilai 1 miliar lebih, harga ini bagi penduduk awam di kota Sanur yang kecil ini adalah harga yang fantastis !


“Aron ,setelah sampai nanti,kamu harus menyapa dan bersikap hormat, lagipula kita kan memohon bantuan orang,seperti kondisi kamu sekarang,sangat susah mencari kerja, tidak ada perusahaan yang ingin mempekerjakan seorang yang tidak berizasah, kamu harus waspada sedikit……”


Di dalam mobil, Sheli senantiasa mewanti wanti Aron, takut dia berbuat kesalahan !


Wahyu berpaling dari tempat duduknya di sebelah pengemudi dan berkata kepada Sheli.


Dia takut omelan Sheli akan membuat Aron merasa kesal, terutama waktu menyinggung pernah di lempar ke dalam jirang, lagipula Aron di di buang ke jurang karena Santi selingkuh.


“Persahabatan kalian begitu baik,kenapa tidak pernah datang mencari mu beberapa tahun ini ? Bagaimana kondisi kita sehari hari ,apakah kamu tidak tahu ?”


Sheli merasa sedikit kesal, waktu Aron di penjara beberapa tahun ini, keadaan ekonomi rumah mereka sangatlah buruk,tetapi tidak pernah sekalipun Denny Sunarto datang mengunjungi mereka !


“Sudahlah, jangan salahkan Denny, saya yang tidak memberitahunya dan tidak pernah membicarakan kondisi keluarga kita, lagipula dia juga tidak tahu alamat rumah kita, bagaimana dia mau datang? Kita adalah teman seperjuangan yang sehidup semati, dulu waktu latihan pelemparan bom,jika bukan saya yang menolongnya, sekarang mungkin sudah tidak ada orang yang bernama Denny.!”


Wahyu adalah orang yang selalu ingin menang,dulu dia adalah Kapten, sekarang kondisinya seperti ini, dia malu untuk mengatakan kepada temannya!. Jika bukan masalah pekerjaan Aron ,dia juga tidak akan memohon kepada Denny Sunarto


“ Ibu, kamu bukannya tidak tahu sifat ayah,setelah sampai di sana saya akan perhatikan ,setelah saya bekerja dan mempunyai pendapatan, kondisi ekonomi rumah kita akan baik kembali….”


Aron berkata kepada Sheli.


Sekarang di dalam kantong Aron sebenarnya ada 10 miliar,tetapi dia tidak bisa memberitahu orang tuanya, lagipula asal usul uang itu tidak dapat dijelaskan, jika dia berterus terang, orang tuanya juga tidak mungkin percaya,lagipula apa yang dialaminya dalam jurang selama tiga tahun ini sangatlah melegenda !


Pada saat ini ,di perumahan Grand Village dalam sebuah rumah vila berlantai dua, Denny Sunarto yang berusia lima puluhan mengenakan pakaian tentara yang lama, sedang merapikan diri di depan cermin !


Ada seorang gadis berusia dua puluhan sedang duduk di sofa, tampangnya lumayan cantik, badannya tinggi memakai baju tidur berbunga bunga,setengah berbaring di sofa sambil memainkan ponsel !


“Ayah,kena angin apa kamu ? Baju tentara yang sudah begitu lama masih dikenakan lagi !”


Gadis itu melirik sekejap kearah Denny Sunarto!


Gadis ini adalah putri tunggal Denny yang bernama Mona Sunarto.


“Ayahmu ini mau menemui teman seperjuangan sehingga mengeluarkan baju ini untuk dikenakan,tetapi perut ini sudah terlalu besar, jadi bajunya tidak muat lagi !”


Seorang wanita setengah baya membawa sepiring buah buahan berjalan keluar dari dapur,wanita itu memakai setelan rok berwarna hitam ,di dalamnya memakai kemeja berwarna putih,memakai stocking berwarna kulit dan sepasang sepatu hak tinggi,jelas merupakan penampilan seorang wanita karier,ditambah dengan riasan make up di wajahnya sehingga kelihatan lebih muda dari usianya !


Wanita ini adalah istri dari Denny Sunarto bernama Anita Rusli, dia menjabat sebagai manajer pemasaran di perusahaan keluarga.


​“Suamiku,kali ini teman seperjuangan mana yang datang? Saya mendengar ada beberapa teman seperjuangan kamu yang telah sukses, kamu cobalah hubungi supaya mereka dapat membantu kita,mungkin dengan demikian perusahaan kita bisa melewati masa masa sulit, kalau tidak lewat beberapa waktu lagi perusahaan kita akan segera bangkrut……..”


Anita meletakkan buah buahan, dengan khawatir dia bertanya kepada Denny.


“Bukan urusanmu, kali ini yang datang ke rumah adalah Kapten kami,sudah banyak tahun tidak berjumpa, kalian berlaku sopan sedikit…….”


Denny berkata kepada Anita dengan tidak sabaran !


“Kapten ? Mungkin sekarang dia sudah berhasil dan sukses, saya ingat dulu kamu pernah bilang,dia adalah tuan penolong mu, kemudian setelah pensiun,dia kerja di pemerintahan……”


Anita terus bertanya.!