ARON

ARON
Keluarga Rangga



Apabila Aron ada disini dan melihat gadis itu, pasti dia akan merasa sangat familiar dengan gadis ini, karena gadis ini sangat mirip dengan Kurniawan, gadis ini adalah cucu perempuannya Kurniawan, Lina Prata!


Setelah pensiun dari Kota Taka, Kurniawan kembali ke Kota Sanur untuk menikmati masa tua, sedangkan putra dan cucunya masih tinggal di Kota Taka untuk bekerja.


“Tidak ada satupun yang hidup?” Rudi mengernyitkan keningnya.


“Tidak ada, tidak ada satu pun yang hidup, dan rekaman kamera pengawas juga dibawa pergi, jadi tidak ada data rekaman sama sekali!”


Lina menggelengkan kepalanya.


“Lina, bagaimana pandanganmu dengan kasus ini?” tanya Rudi.


“Kejadian ini jelas merupakan tindakan balas dendam, karena banyak perhiasan dan barang berharga milik Keluarga Wisono tidak hilang, hanya saja pelakunya sangat kejam, banyak di antara mereka yang meninggal karena kepalanya hancur, dapat dilihat bahwa dia memiliki dendam dan kebencian yang mendalam pada Keluarga Wisono!”


Lina menganalisis dengan cermat.


“Kalau begitu, periksa semua orang yang memiliki dendam dengan Keluarga Wisono!” Rudi menghela nafasnya : “Aduh, sepertinya Kota Taka akan mengalami kekacauan dan hari-hari tenang kita akan berakhir!”


“Ketua Detasemen, berkaitan dengan Keluarga Rangga, kita……”


Lina baru saja hendak mengatakan sesuatu, tapi dia mendengarkan ada pertengkaran di depan pintu!


“Bajingan, enyah dari sini, bajingan mana yang berani menghalangiku akan kubunuh!”


Suara itu terdengar sangat marah!


Suara penuh kemarahan itu kemudian disusul dengan sekelompok orang yang menerobos masuk dengan marah, para detektif yang melihat itu tidak ada yang berani menghalangi!


Yang memimpin di depan adalah seorang pria tua dengan janggut, matanya dipenuhi api kemarahan, melihat apa yang terjadi pada Keluarga Wisono membuat matanya merah!


Dan di samping orang tua itu, terlihat Delfin yang mengikutinya.


Mereka adalah orang-orang dari Keluarga Rangga, sedangkan orang tua itu adalah ayah dari Dian, Doddy Rangga, mendengar kejadian yang terjadi pada Keluarga Wisono, Doddy bergegas datang dengan bawahannya.


“Siapa? Siapa yang melakukannya, saya akan menghabisi tujuh turunannya……”


Tubuh Doddy sedikit gemetar, teriakannya bahkan terdengar jelas hingga jarak beberapa mil, kemampuan Master Kekuatan Batin bukanlah lelucon.


“Tuan Doddy…..”


“Rudi, bagaimana dengan kakak saya dan keluarganya? Apa sudah tahu siapa pelakunya?”


Setelah Delfin melihat Rudi, dia langsung bertanya kepada Rudi dengan nada tajam dan tidak menunjukkan rasa hormat kepada Rudi!


Meskipun Rudi merasa tidak senang dalam hatinya tapi dia tidak mengatakan apapun, dan berkata pada Delfin : “Tuan Muda Delfin, turut berduka cita, tidak ada satupun anggota Keluarga Wisono yang masih hidup!”


Mendengar perkataan Rudi, Doddy terkejut dan terjatuh ke belakang!


“Ayah……” Delfin bergegas memapah Doddy.


“Tuan Doddy, turut berduka cita!” Rudi juga segera menghiburnya!


Doddy masih gemetaran dan memejamkan matanya dengan erat, setelah sesaat dia baru kembali tersadar!


“Saya tidak peduli siapa pun pelakunya, saya pasti akan mencabik-cabik mayatnya!” tatapan mata Doddy dipenuhi keinginan membunuh lalu berkata pada Rudi : “Ketua Detasemen, masalah ini Keluarga Rangga yang akan menanganinya sendiri, kamu bawalah bawahanmu pergi!”


“Tuan Doddy, ini……” Rudi terlihat serba salah.


“Delfin, antar tamu keluar…..”


Doddy tidak memberikan Rudi kesempatan untuk berbicara!


“Bagaimana kalian boleh bertindak seperti ini? Masalah sebesar ini sudah seharusnya ditangani oleh Detasemen Perlindungan Hukum, bagaimana kalian sendiri bisa menanganinya?”


Lina tidak tahan lagi, dia melangkah maju dan bertanya kepada Doddy.


Doddy mengernyitkan keningnya dan menatap Lina lalu balik bertanya : “Siapa bocah ini?”


“Ayah, dia adalah cucu perempuannya Kurniawan!” Delfin berjalan kesamping dan menjawab.


“Hm, walaupun kakeknya Kurniawan ada disini, coba tanyakan padanya apa berani menggunakan nada seperti ini untuk berbicara padaku?”


Doddy mendengus dan wajahnya terlihat dingin!


“Tuan Doddy, anak muda masih tidak mengerti apa-apa, bicaranya juga agak sembrono, semoga Tuan Doddy tidak marah!” Rudi yang melihat itu buru-buru minta maaf dan berkata : “Tuan Doddy, pemakaman Keluarga Wisono perlu ditangani oleh Keluarga Rangga, saat ini banyak keluarga di seluruh Kota Taka yang mengincar bisnis Keluarga Wisono, Tuan Doddy seharusnya lebih memperhatikan hal ini, untuk menangkap pelakunya, serahkan saja kepada kami Detasemen Perlindungan Hukum!”