
“Tempat apa ini? Jangan berlari dan membuat keributan sembarangan!”
Jhonatan menceramahi Nuri, lalu tersenyum canggung pada Kurniawan dan Pemimpin Bu Xu yang ada di belakangnya!
Beberapa orang itu juga ikut tersenyum, dan tatapan mata mereka menunjukkan rasa cemburu!
“Tuan Aron, Hawa Yin di tubuh putrinya Pemimpin Bu Xu memang sudah habis diserap, namun tadi kamu mengatakan kalau tubuhnya adalah tubuh kristal es, dan bisa menyerap Hawa Yin terus menerus, kalau seperti itu, tidak lama lagi dia akan kembali diselimuti oleh Hawa Yin, jadi…..”
Kurniawan belum menyelesaikan perkataannya, Aron sudah mengulurkan tangannya dan memotong perkataannya.
“Pemimpin Bu Xu, untuk sementara waktu putrimu tidak akan kenapa-kenapa, tubuh kristal esnya adalah jenis tubuh yang sangat langka, dengan kekuatanku saat ini, saya bisa menyerap seluruh Hawa Yin yang ada didalam tubuhnya, hanya saja saya berharap dia bisa mendalami ilmu pelatihan, dan sampai nanti saat kekuatan saya sudah bertambah saya akan membantunya mengganti jenis tubuhnya ini, dan untuk sekarang, hanya bisa seperti ini dulu, saya akan datang secara teratur untuk menyerap Hawa Yin yang ada didalam tubuhnya!”
Kata Aron pada Pemimpin Bu Xu.
Dengan kekuatan Aron saat ini dia bisa menyerap seluruh Hawa Yin yang ada didalam tubuh putri Pemimpin Bu Xu dan bisa membantunya untuk tetap awet muda, namun kalau seperti itu, maka Hawa Yin tidak akan bisa dikultivasikan dan akan menyia-nyiakan energi!
Karena itu Aron berencana menunggu hingga kekuatannya meningkat lalu membantu putri Pemimpin Bu Xu untuk kultivasi, hanya saja Aron masih memiliki sedikit rasa egois, karena Hawa Yin ini sangat membantu Aron dalam kultivasi, jadi dia ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk menyerap Hawa Yin dari tubuh putri Pemimpin Bu Xu untuk meningkatkan kekuatannya sendiri!
“Terima kasih Tuan Aron, terima kasih Tuan Aron……”
Pemimpin Bu Xu berkata sambil hendak bersujud pada Aron!
Aron langsung menariknya : “Pemimpin Bu Xu, tidak perlu segan-segan, saya juga datang karena Kuas Spiritual dan Batu Sinabar, anggap saja kita sedang bertukar ya!”
“Tuan Aron adalah penyelamat nyawa putriku, itu tidak sebanding dengan saya yang hanya memberikan Kuas Spiritual dan Batu Sinabar, kelak apabila Tuan Aron perlu menggunakan tempat saya, silahkan katakan saja saya tidak akan pernah menolak!”
Kata Pemimpin Bu Xu dengan hormat.
“Tuan Aron, tadi saya tidak tahu diri dan berani menghina Tuan Aron, saya berharap Tuan Aron tidak marah!”
Kekuatan yang ditunjukkan oleh Aron sudah membuat dia kagum setengah mati!
“Kedua Pemimpin, kalian terlalu sungkan, karena masalah disini juga sudah selesai, saya tidak akan menganggu lagi!”
Aron yang sudah mendapatkan Kuas Spiritual dan Batu Sinabar tidak sabar ingin segera pulang dan menyembuhkan matai bunya!
Saat mereka turun dari Gunung Sahara, langit sudah gelap, dan Niko menunggu dibawah kaki gunung!
Nuri menawarkan diri untuk mengantar Aron pulang ke Perumahan Bumi Sejuk, dan Kurniawan yang lainnya naik ke mobil satu lagi!
“Kamu ini seorang anak gadis, tidak pulang malah bersikeras mengantarku pulang, untuk apa?”
Aron yang duduk di kursi penumpang bertanya pada Nuri.
“Saya kan istrimu, kalau saya tidak mengantarmu, siapa yang mengantarmu?”
Karena tidak ada orang lain disamping mereka, Nuri pun tidak ragu-ragu lagi!
“Huh……” Aron kehilangan kata-kata, dia berhenti sejenak lalu berkata : “Kita tidak bertunangan, tidak menikah, bagaimana bisa kamu menyebut dirimu istriku? Lagipula saya tidak punya uang untuk menikahimu “Kamu tidak punya uang, saya punya, saya yang akan menafkahimu, pokoknya saya hanya mau denganmu!”
Nuri menatap Aron, mengangkat alisnya sedikit, dan berkata dengan agak menantang.
Melihat Nuri yang seperti itu Aron tertawa, dia sudah sejak awal jatuh hati terhadap Nuri
Entah itu penampilan, sosok, atau pengalaman hidup, termasuk kepribadian, semua itulah yang disukai oleh Aron.
Hanya saja sekarang Aron masih memiliki pemikiran untuk bersama dengan Nuri, sejak berjalan menuju dunia kultivasi, Aron merasakan perubahan besar pada dirinya, mungkin karena kekuatannya yang bertambah pesat, dan kultivasi juga membuat Aron menuju ke keabadian, dia bisa memperpanjang usianya sesuka hatinya, namun Nuri, dia hanyalah gadis biasa..