ARON

ARON
Ke kekaguman Adik sepupu



“Saya tahu, tadi Iman bergegas pergi keluar pasti untuk menghadiri acara lelang, Teratai Salju berusia ribuan tahun yang sangat langka itu pasti akan menjadi rebutan banyak orang!”


Tedi tiba-tiba menyadari kenapa Iman terburu-buru meninggalkan mereka dan pergi keluar!


“Kalau begitu ayo kita pergi ke acara lelang untuk melihat-lihat!”


Aron seketika menjadi senang, kalau bisa mendapatkan Teratai salju berusia ribuan tahun itu maka kekuatannya akan meningkat dengan cepat.


Tedi mengangguk dan membawa Aron serta yang lainnya pergi ke lokasi pelelangan!


Pelelangan diselenggarakan di pinggiran Kota Namae, di sebuah bangunan berbentuk kubah yang bernuansa Romawi kuno.


Pada saat itu diluar lokasi pelelangan, mobil-mobil mewah yang biasanya tidak terlihat sedang berlalu lalang, sepertinya banyak orang yang datang untuk melihat Teratai salju ini.


Setelah berjalan sampai ke pintu, seorang pelayan yang sudah akrab dengan Tedi mengambilkan sebuah papan nomor dan berkata dengan sopan : “Pak Tedi, kali ini harus membayar uang muka 100 miliar dulu!”


“Berapa?” Tedi tercengang : “Biasanya kan hanya 10 miliar? Kenapa tiba-tiba menjadi 100 miliar!”


“Pak Tedi, hari ini ada situasi khusus, seharusnya Anda juga sudah tahu, ada sebuah Teratai salju yang dilelang, jadi setoran lelang juga meningkat untuk mencegah orang berniat jahat ikut dalam pelelangan!”


Pelayan itu menjelaskan dengan serius!


Wajah Tedi sedikit muram, karena dia tidak membawa 100 miliar di tangannya!


“Saya saja yang bayar!” Aron menyadari kalau Tedi mungkin tidak membawa uang jadi dia berinisiatif membayar.


Setelah Aron membayar setoran lelang, dan mendapatkan papan nomor, mereka baru diizinkan masuk ke lokasi pelelangan.


Setelah Aron membayar setoran lelang, dan mendapatkan papan nomor, mereka baru diizinkan masuk ke lokasi pelelangan!


Tempat pelelangan yang tadinya kosong sekarang dipenuhi dengan lautan manusia, banyak bos-bos Kota Namae yang ikut hadir dan di barisan depan terlihat Iman yang sedang mengobrol dengan suara pelan!


Melihat Tedi dan yang lainnya juga datang, Iman tercengang, lalu kemudian tersenyum dan memberi salam dengan mengangguk pada mereka!


Arin dan yang lainnya juga duduk di tempat mereka masing-masing dan menunggu Teratai Salju itu dilelang dengan tenang!


Pada awalnya pelelangan itu hanya melelang beberapa bahan obat biasa, dan tidak banyak yang tertarik, dan tidak terlelang, karena orang-orang ini datang untuk melihat Teratai Salju berusia ribuan tahun!


Tedi bertanya dengan suara pelan pada Aron.


Aron menggelengkan kepalanya : “Berapapun harganya saya harus mendapatkannya!”


Tedi yang mendengarnya tidak mengatakan apapun lagi!


“Kak Nuri, pacarmu ini sebenarnya punya bisnis apa? Kenapa dia bisa punya banyak uang, atau jangan-jangan itu uang darimu?


Saat ini Yuri sangat penasaran dengan identitas Aron!


Melihat cara Aron menghabiskan uang seolah puluhan ratusan miliar itu tidak ada artinya, seolah sedang menghabiskan uang orang lain!


“Dia mana mau uangku, kamu benar-benar mengira dia pria yang dinafkahi oleh wanita ya!”


Nuri tersenyum dan menatap Aron dengan penuh kekaguman!


Nuri menyadari kalau Aron semakin lama semakin menarik baginya, karakter unik Aron membuat dirinya semakin tergila-gila padanya.


Segera, setelah beberapa ronde pelelangan, penyelenggara membawa sebuah botol kaca yang di dalamnya terletak sebuah Teratai Salju.


“Hadirin, ini adalah barang lelang utama hari ini, Teratai Salju yang berusia ribuan tahun, perlu diketahui bahwa belakangan ini di Kota Namae sudah tidak lagi ditemukan Teratai Salju, barang semacam ini sulit dipetik oleh karena itu orang yang ingin memetiknya juga semakin lama semakin berkurang, Teratai Salju ini dipetik langsung oleh seorang petani yang merendamnya dan menjadikannya sebagai arak untuk diminum dan kami berhasil menemukannya!”


Penyelenggara menjelaskan asal usul datangnya Teratai Salju ini, tapi keributan sudah terdengar dari bawah panggung!


“Wah, apa-apaan, dia tidak sedang membohongi orang kan? Menipu kita semua datang kemari untuk melihat Teratai salju yang sudah direndam menjadi arak!”


“Apakah Teratai salju itu benar-benar berusia ribuan tahun? Saya rasa ratusan tahun pun tidak sampai, kalian ini jelas-jelas pembohong!”


“Pelelangan macam apa ini, masih mengharuskan membayar uang muka 100 miliar, apa-apaan!”


Setelah melihat Teratai Salju itu banyak orang mulai menunjukkan kekecewaan mereka dan mulai mencaci maki!