
“Tentu saja benar, untuk apa saya membohongimu, sejak kapan Keluarga Bara pernah dianiaya oleh orang lain!”
Paman ketiga Roy tersenyum tipis!
“Hahaha, bagus sekali, kalau Paman Tronton pergi maka bocah itu pasti akan mati, sampai saatnya saya akan menghancurkan Lina dengan baik…..”
Roy tertawa seperti orang gila!
…………
Provinsi Canna, Kota Taka!
Aron dan Nuri sudah pulang!
Hanya saja Aron tidak terburu-buru untuk pergi ke Gunung Hoju, dia akan menyelesaikan masalah Serikat Raja Obat terlebih dahulu, baru pergi ke Gunung Hoju!
Jekson terus berlatih siang dan malam, sejak memakan Pil Peremajaan Ekstra dari Adon, Jekson merasakan kekuatannya meningkat dengan pesat.
“Sudah tiga hari, tidak ada pergerakan dari Serikat Raja Obat, sepertinya sudah saatnya pergi kesana!”
Aron bergumam pada dirinya!
Dan pada saat ini, Lyla bergegas menghampiri : “Tuan Aron, Serikat Raja Obat mengutus seseorang untuk mengundang Tuan Aron pergi ke Serikat Raja Obat!”
Aron yang mendengarnya seketika tertawa : “Saya baru berencana pergi kesana, sekarang mereka mengutus orang untuk mengundangku, kalau begitu ayo kesana!”
“Tuan Aron, apa saya perlu membawa lebih banyak orang?”
Lyla bertanya dengan suara pelan.
“Memang harus membawa lebih banyak orang, begitu banyak bahan obat, kalau orangnya sedikit bagaimana bisa dibawa pulang!”
Aron tertawa!
Segera, Lyla mengemudi dan membawa Aron menuju Serikat Raja Obat, diikuti beberapa truk di belakang yang disiapkan untuk membawa bahan obat!
“Tuan Aron, apakah kamu yakin Serikat Raja Obat akan menyerahkan bahan obatnya?”
Dalam perjalanan, Lyla bertanya dengan bingung.
“Tidak peduli dia bersedia menyerahkannya atau tidak, saya harus mendapatkan bahan obat itu, kalau mereka tidak bersedia menyerahkannya, maka saya akan membunuh mereka semua, dengan begitu semua bahan obat itu tetap menjadi milikku!”
Aron bersandar di kursi dan mencibir!
Lyla tidak mengatakan apapun, yang Aron katakan benar, langsung membunuh mereka maka semuanya selesai, dalam masyarakat ini, yang kuat memakan yang lemah, yang lemah tidak memiliki hak untuk bersuara.
Segera, Aron dan yang lainnya tiba di Serikat Raja Obat, tetapi pemandangannya tidak setegang yang mereka pikirkan, hanya terlihat Mars serta Lucas dan beberapa orang berdiri menunggu Aron di depan pintu!
Ketika mobil itu tiba, Mars bergegas melangkah maju dan langsung membukakan pintu untuk Aron!
“Tuan Aron……”
Mars menyapa Aron dengan penuh hormat!
Dan ini membuat Aron sedikit banyak merasa bingung, tapi dia tidak menunjukkannya, setelah turun dari mobil, dia memasuki aula Serikat Raja Obat!
Mars mempersilahkan Aron untuk duduk di kursi utama, sedangkan dirinya duduk di sebelah Aron, Adapun Lucas dan yang lainnya hanya berdiri di samping!
“Katakan apa yang ingin kamu katakan, saya tidak suka bertele-tele!”
Aron sedikit heran, dia tidak tahu apa yang disembunyikan oleh Mars!
“Tuan Aron, saya sudah pulang dan berdiskusi dengan Keluarga Darminto, Kakekku mengatakan Tuan Aron adalah seorang jenius, dan kalau bahan obat itu berada di tangan Tuan Aron maka akan memiliki banyak kegunaan, oleh karena itu kami bersedia memberikan semua bahan obat yang ada di Serikat Raja Obat kepada Tuan Aron, dan kedepannya Serikat Raja Obat akan terus menyuplai bahan obat kepada Tuan Aron.”
Kata Mars.
Aron yang mendengarnya sedikit mengernyitkan keningnya, dia menatap Mars dengan erat, Aron sedikit tidak bisa menebak Mars dan Keluarga Darminto, Aron mengira Keluarga Darminto akan memberikan semua bahan obat yang dimiliki oleh Serikat Raja Obat dan itu sudah menjadi akhir yang paling ideal, dia tidak pernah berharap pihak lawan akan menyuplai dirinya dengan bahan obat di masa depan, bukankah ini apa yang dia inginkan?
Tapi Aron tidak terlalu optimis, dia tahu kalau Keluarga Darminto tidak mungkin merugi, pasti ada upaya dan persyaratan lainnya!
“Katakan, apa persyaratan dari Keluarga Darminto? Saya tidak percaya Keluarga Darminto akan begitu baik hati!” tanya Aron
“Tuan Aron, kakekku sudah mengatakan dia berharap kedepannya Keluarga Darminto dan Tuan Aron bisa memiliki hubungan yang baik, kalau Tuan Aron punya perintah maka Keluarga Darminto akan melakukan yang terbaik untuk memenuhinya!”
Mars berdiri dan membungkuk kepada Tuan Aron!
Aron menjadi semakin bingung, dia menatap Mars dan mengernyitkan keningnya : “Apa kalian mengetahui sesuatu? Saya ingin mendengar yang sejujurnya!”
Mars mengangguk, dia menatap Lucas dan yang lainnya : “Kalian semua keluar, tanpa perintah dariku, tidak ada orang yang boleh masuk!”
Lucas mengangguk dan membawa orangnya keluar, Aron juga berkata pada Lyla : “Kamu juga keluar dulu!”
Lyla juga berjalan keluar!
Di dalam ruangan itu hanya tersisa Mars dan Aron berdua, pada saat ini Mars membungkuk dan berkata dengan hormat : “Kakekku mengatakan kalau Tuan Aron adalah kultivator abadi, dan harus dihormati oleh orang lain, dia juga berharap Tuan Aron bisa melindungi Keluarga Darminto, Aron yang mendengarnya seketika kaget bukan main, kakek Mars ini adalah orang pertama yang mengetahui identitasnya, tidak ada yang pernah mengatakan kalau dia adalah seorang kultivator abadi sebelumnya!
Sedangkan Aron sendiri belum pernah bertemu dengan kultivator selama periode waktu ini, semua yang dia temui hanyalah ahli bela diri maupun penyihir, Aron sedikit curiga apakah di dunia ini hanya dia dan Liu saja yang merupakan kultivator abadi!
“Lantas kakekmu juga seorang kultivator? Atau dia pernah melihat kultivator abadi?”
Aron bertanya dengan penuh semangat.
Kalau dia bisa bertemu dengan seorang kultivator, maka Aron tidak akan merasa kesepian lagi, bisa menemukan seseorang untuk mencurahkan isi hatinya, dan menemukan topik yang sama, apalagi masih banyak hal tentang kultivator yang Aron belum mengerti, dia sangat ingin mencari seseorang untuk bertanya!
Mars menggelengkan kepalanya : “Kakekku bukan kultivator, tetapi dia pernah melihatnya….”
Segera, Mars memberitahu Aron secara persis apa yang dikatakan Basri kepadanya, Aron menjadi putus asa setelah mendengarnya, dia melihatnya beberapa dekade yang lalu, bagaimana dia bisa menemukannya lagi sekarang!
Sepertinya, jika dia ingin mengetahui lebih banyak dia harus menunggu hingga tanggal lima belas bulan Purnam untuk pergi ke pulau Naga, dan dia juga tidak tahu apa peluang besar yang dimaksud oleh Liu.
Dan mengenai ibu kandungnya, Aron merasa ibunya belum meninggal, dan masih hidup hanya saja dia dikurung di suatu tempat, Aron tidak tahu perasaan macam apa ini, dan dia tidak mengerti!
“Tebakan kakekmu benar, saya memang seorang kultivator!” Aron juga tidak merahasiakannya dari Mars, karena Keluarga Darminto memperlakukannya dengan tulus jadi Aron tidak berniat merahasiakannya dari mereka, baik itu ketulusan hati yang benar-benar tulus atau tidak, yang paling penting kedua belah pihak diuntungkan, dengan kekuatannya yang terus meningkat, Aron membutuhkan lebih banyak bahan obat!untuk setiap generasinya!”
Mendengar persetujuan Aron, mata Mars bersinar, dan tatapannya dipenuhi dengan kecemburuan dan keterkejutan, dia berkata pada Aron dengan terbata-bata : “Tuan Aron, apa….apa kamu bisa memberitahuku, bagaimana cara kultivator abadi berlatih?”
Mars sangat penasaran, karena ini adalah pertama kalinya dia mendengar tentang kultivator, dengan berlatih menjadi kultivator dia bisa menjadi makhluk abadi!
“Kalian para ahli bela diri, melatih Kekuatan Batin, melalui latihan terus menerus, kalian dapat menghasilkan energi dalam Dantian, sedangkan kultivator melatih energi spiritual, menggunakan energi spiritual untuk dimurnikan menjadi kekuatan spiritual di dalam Dantian, seperti beberapa penyihir, mereka membutuhkan energi spiritual, hanya saja energi spiritual yang mereka butuhkan sangat sedikit, dan lebih banyak digunakan dalam teknik formasi!”
Aron menjelaskan pada Mars.
“Oh, saya mengerti, apakah bahan obat ratusan tahun yang Tuan Aron butuhkan memiliki energi spiritual di dalamnya, dan bisa membantu Tuan Aron dalam berkultivasi?”
Mars menyadarinya.
Aron mengangguk : “Benar, namun hanya bahan obat berusia ratusan tahun ke atas yang bisa memiliki energi spiritual, sekarang di bumi, energi spiritual sudah terlalu sedikit, dan saya hanya bisa mengandalkan energi spiritual dari objek lain untuk berkultivasi!”